Kabar Buruknya: Aku gak bisa nemenin papah saat sakitnya
Kabar Baiknya : Aku bisa membantu ekonomi keluarga
No title available
TVSTRANGERTHINGS

No title available
KIROKAZE

if i look back, i am lost
h
Noah Kahan

oozey mess

gracie abrams
Cosmic Funnies

Discoholic 🪩
almost home
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
Stranger Things
noise dept.
he wasn't even looking at me and he found me
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
RMH
The Bowery Presents

PR's Tumblrdome
seen from Mexico

seen from Mexico
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Ecuador

seen from United States

seen from United States
seen from United States
@throughnadslens
Kabar Buruknya: Aku gak bisa nemenin papah saat sakitnya
Kabar Baiknya : Aku bisa membantu ekonomi keluarga
Pahh.. Terima kasih sudah dan selalu menjadi tempat paling selamat dalam hidup ini. Andai masa boleh diulang, mungkin akan banyak waktu yang aku luangkan agar kita punya waktu bersama. Sebelum rindu menjadi satu-satunya cara untuk mengenang.
Pada akhirnya aku juga harus menyalakan kembang api atas segala harap yang terwujud, dalam rangka merayakannya seorang diri. Tapi, Sampai kapan?
Sejak kecil kalahku sudah terlalu banyak. Kali ini sedang aku usahakan untuk tidak berisik. Tolong payungi sisa senyumku hingga bahagia itu tiba.
Mama mengis di atas sejadah menangisi kenyataan yang tidak sesuai harapan. Aku dengan senyum datang sambil memeluk mengatakan "Tenang Ma, Kita pasti bisa melewati semuanya" Padahal dalam hatiku menjerit ingin menangis juga. Namun, cukuplah diriku yang merasakannya. aku tidak ingin mengkhawatirkan orang lain. setidaknya dengan tidak melihat diriku menangis Mama akan sedikit lega. Mama hanya perlu aku baik-baik saja disini.
Bahkan sekarang aku ditinggalkan sendirian di kota yang kamu kenalkan.
Sekarang aku hanya ingin diam, mendengarkan, tidak banyak bicara, tidak berdebat dan tidak lagi mengganggu.
Plot twist terbesar tahun ini
Setelah melewati 3 tahun yang tidak mudah serta pengorban yang tidak sedikit, akhirnya aku harus menyudahi hubungan diumur yang tidak lagi muda ini. Kalau ditanya karena apa, ya karena waktunya sudah habis saja. Sekarang aku sedang kembali melangkah pulang ke diriiku sendiri, tanpa tergesa, tanpa ragu. Bukan berarti kemarin aku tidak menjadi diri sendiri. Tetapi aku tidak tahu apa lagi yang harus aku kejar saat ini, oleh karena itu aku mengejar diriku sendiri menjadi vesi yang lebih sehat, lebih bahagia, dan lebih percaya diri. Telebih aku berusaha kembali menjadi diri sendiri yang melakukan apa-apa sendiri. Sepi, tapi tak apa mungkin ini harga yang harus di bayar agar hidup menjadi lebih tenang.
Dalam hubungan ini aku pernah berucap "Kalau nikah ya alhamdulillah, Kalau pun gak nikah ya gapapa". Dan sekarang aku ditahap apa-apa, yang ku kira awalnya gapapa tetap saja ada sedikit yang mengecewakan. Oleh karena itu, untuk menwujudkan kata gapapa itu sekarang yang penting kerja, kerja, kerja untuk menghidupi diri sendiri, dan tidak merepotkan siapapun. it's okay.
Diumur segini, liat orang lamaran, orang nikah, bahkan orang punya anak alhamdulillah tidak ada sama sekali rasa iri dalam hati. Lebih dari itu ada setitik doa yang terselip untuk kebaikan mereka. Disisi lain aku juga membungkam rasa inginku dengan kalimat "Kamu belum siap dan ini belum waktunya" yang kuucapkan pada diri sendiri.
Bukan mendahului kehendak Tuhan. Tapi terkadang ada pertanyaan dibenakku yang menunggu sebuah jawaban.
Kira kira bakalan ada yang rela antar jemput aku kerja ga ya?
Apa aku kebagian buat sebar undangan, beli seserahan, fitting baju penganti, dll?
Apa aku diberi kesempatan untuk membesarkan seorang anak?
Apa aku bakalan ngerasain dibimbing tentang agama ya?
Kira-kira bakalau ngalamin kayak yang kain ga ya?
Hari berganti hari, rasanya semakin banyak hal yang harus dicarikan solusi. Waktu berlalu, satu persatu yang menyemangati pergi. Aku sendiri. Melewati hari dan menata hari. Tak lupa sambil bertanya, apa hal yang bisa ku perbaiki?
Terlahir sebagai perempuan ternyata aku harus kuat, tangguh, dan juga mandiri.
Orang tuaku tidaklah kaya. Tapi mereka selalu berusaha agar aku tidak pernah tidur dalam keadaan perut lapaar. Mereka tidak pernah membiarkanku berjalan tanpa alas kaki . Oleh karenanya mereka salah satu tujuan aku masih bertahan.
Semoga semesta selalu memberikanku kemudahan atas segala usahaku. Semoga doa-doaku terkabul satu persatu. Semoga langkah kakiku selalu diringankan. Semoga pundakku selalu dikuatakan. Semoga segala urusanku dilancarkan. Semoga hatiku dilapangkan atas segala takdir yang diluar rencanaku. Dan semoga semesta memaafkan atas segala salahku.
Satu waktu yang dulu sempat aku inginkan adanya pertemuan ternyata belum dan mungkin tidak pernah ada pada rencana-Nya. Ingat sekali dulu aku begitu mengebu ingin bertemu. Sering kali, aku sengaja lewat depan rumahnya juga ke tempat-tempat yang selalu ia kunjungi berharap akan ada pertemuan. Nyatanya aku hanya sekedar membuat skenarioku sendiri, mengabadikannya dalam tulisanku yang berantakan. Mengenangnya sebagai sosok yang paling aku inginkan sampai yang paling aku ikhlaskan.
Sampai detik ini, Tuhan tidak mengizinkan saya bertemu dengan dirimu barang sedetikpun pada kesempatan apapun. Sebereapa keras saya mencoba untuk membuat kemungkinan akan pertemuan ternyata tetap tidak ada kesempatan itu jika bukan dari izin-Nya. Maka dari itu aku hanya bisa bertemu dengan dirimu lewat untaian kata.