HALO 2021
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

if i look back, i am lost

No title available
đ©” avery cochrane đ©”
Xuebing Du
I'd rather be in outer space đž

Kaledo Art
Claire Keane

Discoholic đȘ©
untitled
YOU ARE THE REASON

No title available

Product Placement
art blog(derogatory)
Cosmic Funnies

titsay
we're not kids anymore.

shark vs the universe
TVSTRANGERTHINGS

Andulka

seen from United States
seen from Canada
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from TĂŒrkiye

seen from India
seen from United States
@tiaranoor
HALO 2021
Entah bagaimana mulanya. Kami tiba-tiba bisa sedekat nadi. Erat seperti sepasang kekasih. Namun entah siapa yang memulai. Kami tiba-tiba berpisah. Seperti yang selama ini dijalani tak pernah ada artinya sama sekali.
(via mbeeer)
Entah bagaimana mulanya. Kami tiba-tiba bisa sedekat nadi. Erat seperti sepasang kekasih. Namun entah siapa yang memulai. Kami tiba-tiba berpisah. Seperti yang selama ini dijalani tak pernah ada artinya sama sekali.
(via mbeeer)
Bumi Matahari
Kita perlu belajar kepada matahari yang mencintai bumi.
Yang tak pernah mendekat, hanya cukup memancarkan cahayanya dari jauh. Yang selalu berjarak, agar panasnya tidak membakar bumi.
Yang memiliki dua sisi, indah dan menyilaukan, bahwa dalam sebuah hubungan, diperlukan kesabaran dan ketegasan.Â
Sebab dalam jarak, mereka tak pernah mengeluh kepada Tuhan yang menciptakan, memilih menerima takdir yang telah digariskan.Â
Kita perlu belajar pada bumi yang mencintai matahari
Yang senantiasa berputar tanpa henti, menandakan kesetiaan yang abadi
Yang selalu menerima sinarnya, walau ia tahu bahwa tak sama di berbagai penjurunya, namun ketidakadilan itu tetap ia terima
Yang tak pernah mengeluh, walau angin matahari sering justru berusaha membakarnya, malah menjadikannya aurora yang elok di mata.Â
Sebab dalam perputarannya, ia selalu memandang matahari walau tak mampu mendekat, tak pernah berpaling pada bintang yang lain, walau banyak yang jauh lebih bersinar darinya.Â
Bumi Matahari mengajarkan
Tentang kesetiaan dalam jarak
Kesabaran dalam keterbatasan.
Dan Ketaatan pada Tuhan.Â
Mengerti arti Bacaan Sholat
Sebenarnya jika kita tanya hati kita paling dalam. Apakah kita mengerti dengan semua bacaan Sholat yang kita baca? Memang jika kita ingin mengetahui dan mengerti apa yg kita lafadzkan saat kita Sholat, maka hal itu akan sangat jauh lebih baik, malah mungkin jika kita resapi kita akan mendapatkan apa itu ke Khusyuk an dlm melaksanakan Sholat Fardhu kita. Rasulullah SAW bersabda âsholatlah seakan-akan engkau sedang melihat Tuhan atau Tuhan sedang melihatmuâ ( Rukun Ihsan ).
Mari kita mulai belajar meresapi arti dari bacaan Sholat kita. Karena Sholat merupakan Dzikir yang sempurna.
Takbir Takbiratul Ihram â-> ALLAAHU AKBAR
                             (Allah Maha Besar)
Iftitah Allaahu akbar kabiira, walhamdulillaahi katsiira, wa subhanallaahi bukrataw, waashiila. (Allah Maha Besar, dan Segala Puji yang sangat banyak bagi Allah, dan Maha Suci Allah sepanjang pagi, dan petang). Innii wajjahtu wajhiya, lillazii fatharassamaawaati walardha, haniifam, muslimaa, wamaa ana minal musrykiin. (Sungguh aku hadapkan wajahku kepada wajahMu, yang telah menciptakan langit dan bumi, dengan penuh kelurusan, dan penyerahan diri, dan aku tidak termasuk orang-orang yang mempersekutuan Engkau/Musryik) Innasshalaatii, wa nusukii, wa mahyaaya, wa mamaati, lillaahi rabbil âaalamiin. (Sesungguhnya shalatku, dan ibadah qurbanku, dan hidupku, dan matiku, hanya untuk Allaah Rabb Semesta Alam). Laa syariikalahu, wabidzaalika umirtu, wa ana minal muslimiin. (Tidak akan aku menduakan Engkau, dan memang aku diperintahkan seperti itu, dan aku termasuk golongan hamba yang berserah diri kepadaMu)
Al Fatihah Adapun Rasulullah SAW pada waktu membaca surah Al-Faatihah senantiasa satu napas per satu ayatnya, tidak terburu-buru, dan benar-benar memaknainya. Surah ini memiliki khasiat yang sangat tinggi sekali. Mari kita hafal terlebih dahulu arti per ayatnya sebelum kita memaknainya. Bismillaah, arrahmaan, arrahiim (Bismillaahirrahmaanirrahiim) (Dengan nama Allaah, Maha Pengasih, Maha Penyayang) Alhamdulillaah, Rabbil âaalamiin (Segala puji hanya milik Allaah, Rabb semesta âalam) Arrahmaan, Arrahiim (Maha Pengasih, Maha Penyayang) Maaliki, yaumiddiin (Penguasa, Hari Pembalasan/Hari Tempat Kembali) Iyyaaka, naâbudu, wa iyyaaka, nastaâiin (Hanya KepadaMulah, kami menyembah, dan hanya kepadaMulah, kami mohon pertolongan) Ihdina, asshiraathal, mustaqiim (Tunjuki kami, jalan, golongan orang-orang yang lurus) Shiraath, alladziina, anâam, ta âalayhim (Jalan, yang, telah Engkau beri niâmat, kepada mereka) Ghayril maghduubi âalaihim, wa laddhaaaalliiin. (Bukan/Selain, (jalan) orang-orang yang telah Engkau murkai, dan bukan (jalan) orang-orang yang sesat) Melanjutkan tulisan yang ketiga, maka setelah membaca Surah Al-Faatihah, maka hendaknya kita membaca ayat-ayat Al-Qurâan.
Rasulullah bersabda âApabila engkau berdiri utk shalat bertakbirlah lalu bacalah yg mudah dari al-Qurâan â.
Rukuâ
Lalu rukuâ, dimana ketika rukuâ ini beliau mengucapkan :
 Subhaana, rabbiyal, âadzhiimi, Wabihamdihi (Maha Suci, Tuhanku, Yang Maha Agung)
â-> dzikir ini diucapkan beliau sebanyak tiga kali. (Hadits Ahmad, Abu Daud, Ibn Majah, Ad-Daaruquthni, Al-Bazaar, dan Ath-Thabarani) Rasulullah sering sekali memperpanjang Rukuâ, Diriwayatkan bahwa : âRasulullaah SAW, menjadikan rukuânya, dan bangkitnya dari rukuâ, sujudnya, dan duduknya di antara dua sujud hampir sama lamanya.â (Hadits  Riwayat Imam Bukhari dan Muslim)
Iâtidal
Pada saat ketika kita iâtidal atau bangkit dari ruku, dengan mengangkat kedua tangan sejajar bahu ataupun sejajar telinga, seiring Rasululullah SAW menegakkan punggungnya dari rukuâ beliau mengucapkan:
Samiâallaahu, li, man, hamida, hu âMudah-mudahan Allah mendengarkan (memperhatikan) orang yang memujiNyaâ. (Hadits diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim) âApabila imam mengucapkan âsamiâallaahu liman hamidahâ, maka ucapkanlah ârabbanaa lakal hamduâ, niscaya Allah memperhatikan kamu. Karena Allah yang bertambah-tambahlah berkahNya, dan bertambah-tambahlah keluhuranNya telah berfirman melalui lisan NabiNya SAW (Hadits diriwayatkan oleh Imam Muslim, Imam Ahmad, dan Abu Daud)
Hal ini diperkuat pula dengan : Disaat Rasulullah sedang Sholat berjamaah, lalu ketika Iâtidal beliau mengucapkan âSamiâallaahu, li, man, hamidahâ lalu ada diantara makmun mengucapkan âRabbanaa lakal hamduâ, Lalu pada selesai Sholat, Rasul bertanya âSiapakah gerangan yang mengucap âRabbanaa lakal hamduâ, ketika aku ber Iâtidal? Aku melihat para malaikat berlomba lomba untuk menulis kebaikan akan dirimu dari jawaban ituâ. Maka sudah cukup jelas bahwa mari kita mulai melafalkan : Rabbanaa, lakal, hamdu (Ya Tuhan kami, bagiMulah, segala puji) Kesmpurnaan lafadzh diatas :
mil ussamaawaati, wa mil ul ardhi, wa mil u maa shyiâta, min shai in, baâdu (Sepenuh langit, dan sepenuh bumi, dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki, dari sesuatu, sesudahnya) (Kalimat diatas didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Abu âUwanah)
Sujud
Ketika kita sujud, maka dengan tenang hendaknya kita mengucapkan doâa  sujud seperti yang telah dicontohkan Rasulullaah SAW. Dzikir ini beliau ucapkan sebanyak tiga kali, dan kadangkala beliau mengulang-ulanginya lebih daripada itu. Subhaana, rabbiyal, aâlaa, wa, bihamdi, hi (Maha Suci, Tuhanku, Yang Maha Luhur, dan, aku memuji, Nya) Duduk antara dua Sujud
Ketika kita bangun dari sujud, maka hendaklah kita melafadzkan seperti yang dilakukan Rasulullaah, dan bacalah doâa tersebuh dengan sungguh-sungguh, perlahan-lahan, dan penuh pengharapan kepada Allah SWT. Di dalam duduk ini, Rasulullah SAW  mengucapkan :
Robbighfirlii, warhamnii, wajburnii, warfaânii, warzuqnii wahdinii, wa âaafinii, WaâFuanni
(Ya Allah ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah kekuranganku, sehatkanlah aku, dan berilah rizqi kepadaku) Dari Hadits yang diriwayatkan Muslim, bahwa Rasulullaah saw, kadangkala duduk tegak di atas kedua tumit dan dada kedua kakinya. Beliau juga memanjangkan posisi ini sehingga hampir mendekati lama sujudnya (Al-Bukhari dan Muslim). Duduk At-Tasyaahud Awal
Sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, Abu âUwanah, Asy-Syafiâi, dan An-Nasaâi. Dari Ibnu âAbbas berkata, Rasulullaah telah mengajarkan At-Tasyahhud kepada kami sebagaimana mengajarkan surat dari Al-Qurâan kepada kami. Beliau mengucapkan : Attahiyyaatul mubaarakaatusshalawaatutthayyibaatulillaah. Assalaamu âalayka ayyuhannabiyyu warahmatullaahi wa barakaatuh. Assalaamu âalayna wa âalaa âibaadillaahisshaalihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallaah.
Wa asyhadu annaa muhammadarrasuulullaah.      (dalam riwayat lain : Wa asyhadu annaa, muhammadan, âabduhu, warasuuluh)
2. Menurut hadist yang diriwayatkan Imam Al-Bukhari, Muslim, dan Ibnu Abi Syaibah. Dari Ibn Masâud berkata, Rasulullaah saw telah mengajarkan at-tasyaahud kepadaku, dan kedua telapak tanganku (berada) di antara kedua telapak tangan beliau - sebagaimana beliau mengajarkan surat dari Al-Qurâan kepadaku : â-> (Mari diresapi setiap katanya sehingga shalat kita lebih mudah untuk khusyuk) Attahiyyaatulillaah, wasshalawatu, watthayyibaat. (Segala ucapan selamat adalah bagi Allaah, dan kebahagiaan, dan kebaikan). Assalaamu âalayka *, ayyuhannabiyyu, warahmatullaah, wa barakaatuh. (Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepadamu , wahai Nabi, dan beserta rahmat Allah, dan berkatNya). Assalaamu âalaynaa, wa âalaa, âibaadillaahisshaalihiiin. (Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada kami pula, dan kepada sekalian hamba-hambanya yang shaleh). Asyhadu, allaa, ilaaha, illallaah. (Aku bersaksi, bahwa tiada, Tuhan, kecuali Allah). Wa asyhadu, anna muhammadan, âabduhu, wa rasuluhu. (Dan aku bersaksi, bahwa muhammad, hambaNya, dan RasulNya).
Notes : * Hal ini ketika beliah masih hidup, kemudian tatkala beliau wafat, maka para shahabat mengucapkan : Assalaamu âalannabiy (Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada Nabi). Bacaan shalawat Nabi SAW di akhir sholat
Rasulullah SAW. mengucapkan shalawat atas dirinya sendiri di dalam tasyahhud pertama dan lainnya. Yang demikian itu beliau syariâatkan kepada umatnya, yakni beliau memerintahkan kepada mereka untuk mengucapkan shalawat atasnya setelah mengucapkan salam kepadanya dan beliau mengajar mereka macam-macam bacaan salawat kepadanya. Berikut kita ambil sebuah hadits yang sudah umum/biasa kita lafadzkan, diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Muslim, dan Al-Humaidi, dan Ibnu Mandah.
Allaahumma, shalli âalaa muhammad, wa âalaa, aali muhammad. (Ya Allah, berikanlah kebahagiaan kepada Muhammad dan kepada, keluarga Muhammad) Kamaa, shallayta, âalaa ibrahiim, wa âalaa, aali ibraahiim. (Sebagaimana, Engkau telah memberikan kebahagiaan, kepada Ibrahim, dan kepada, keluarga Ibrahim). Wa âbarikh alaa muhammad, wa âalaa aali muhammad. (Ya Allah, berikanlah berkah, kepada Muhammad, dan kepada, keluarga Muhammad) Kamaa, baarakta, âala ibraahiim, wa âalaa, aali ibraahiiim. (Sebagaimana, Engkau telah memberikan berkah, kepada ibrahim, dan kepada, keluarga Ibrahim). Fil Allamina Innaka, hamiidummajiid. (Sesungguhnya Engkau, Maha Terpuji lagi Maha Mulia).
Salam
âRasulullah SAW. mengucapkan salam ke sebelah kanannya :
Assalaamu âalaikum warahmatullaahi wa barakaatuh
(Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan kepada kamu sekalian serta rahmat Allah, serta berkatNya),
 sehingga tampaklah putih pipinya sebelah kanan. Dan ke sebelah kiri beliau mengucapkan : Assalaamu âalaikum warahmatullaah
(Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan kepada kamu sekalian serta rahmat Allah), sehingga tampaklah putih pipinya yang sebelah kiri.â
( Hadist Riwayat : Abu Daud, An-Nasaâi, dan Tirmidzi )
Mari di perhatikan, bahwa ternyata ucapan kita ketika menoleh ke kanan (salam yang pertama) lebih lengkap daripada ucapan kita ketika menoleh ke kiri (salam yang kedua )
ââââââââââââââââââââââââââââââââââââââââ-
Subhanallah dan Alhamdulillah, Maha Benar Allah atas segala FirmanNya. Luar biasa sekali ya arti dari bacaan Sholat ini. Makin merunduk kita, makin terlihat kecil kita, makin menangis kita.
Saya berharap agar ini menjadi bagian dari jalan kemudahan untuk kita di dalam menggapai khusyuk dan memahami setiap gerakan yang kita lakukan. Maka jika kita tahu dan mengerti akan nikmatnya shalat itu, mari kita share ke keluarga kita.
Selamat meresapi dan jangan lupa untuk share ke orang orang yang kita cintai.
Kamu apa kabar? Ingin rasanya aku bertanya pertanyaan singkat itu. Pertanyaan yang dulu rasanya mudah sekali aku dapatkan jawabannya, tapi sekarang menjadi pertanyaan yang begitu mahal harganya.
(via mbeeer)
Sebenarnya aku begitu merindukanmu. Tapi aku tak ingin menjumpaimu, tak ingin tahu kabarmu, tak ingin melihat senyummu.
(via mbeeer)
Aku membayangkan kamu ada di sana. Pasti banyak yang menaruh hati padamu. Sebagaimana kamu biasanya. Semenarik itu. Lalu kemudian mereka semua akan menaruh iri padaku.Karena dari semua mata yang memandangmu, matamu justru memandangku.Seharusnya;
(via mbeeer)
Melepaskan itu mudah, yang sulit adalah mencoba untuk tidak mencari tahu.  Begitupun dengan jatuh cinta. Yang sulit bukan jatuh cintanya, tetapi keraguan-keraguan di kepala karena masih meyakinkan diri bahwa ada kemungkinan seseorang yang dulu akan datang lagi.
(via mbeeer)
Melepaskan itu mudah, yang sulit adalah mencoba untuk tidak mencari tahu.  Begitupun dengan jatuh cinta. Yang sulit bukan jatuh cintanya, tetapi keraguan-keraguan di kepala karena masih meyakinkan diri bahwa ada kemungkinan seseorang yang dulu akan datang lagi.
(via mbeeer)
Rindu yang amat menyesakkan dada adalah ketika merindukan kesholehan diri yang kian hari kian luntur
Ya Allah, Please bring me back to fitrah :â(
Bahagia itu bukan sekadar bebasnya kita dari masalah. Tetapi menjadi dekat dengan Allah walaupun kita banyak masalah.
- Kiai Haji Abdullah Gymnastiar -
Be alone. Eat alone, take yourself on dates, sleep alone. In the midst of this you will learn about yourself. You will grow, you will learn what inspires you. You will cultivate your own dreams, your own beliefs, your own stunning clarity. And when you do meet the right person who makes your cells dance, you will be sure of it because you are sure of yourself.
Bianca Sparacino (via onlinecounsellingcollege)
Rumah
Pada akhirnya yang kau butuhkan dari pasangan bukanlah yang sepemikiran, sepaham, ataupun yang memiliki ketertarikan yang sama. Bukan itu.
Tetapi ia yang dapat meredakan lelahmu, penatmu dan mampu melihat hal-hal yang kau anggap rumit menjadi lebih sederhana. Hingga ketika duniamu terasa begitu riuh dan menyesak, tidak ada alasan lagi selain pulang.
Sebab tidak ada lagi kesenangan yang menenangkan, kecuali rumah. Maka mereka yang mencari kesenangannya di luar, ialah yang tidak menemukan kenyamanan di rumahnya sendiri.
Dan rumah itu; semestinya kau
âibnufir
âAda dua hal yang kusembunyikan darimu. Yang pertama adalah kehilanganmu sebenarnya aku masih tak mampu, dan yang kedua adalah diam-diam aku masih berdoa semoga kau baik-baik saja.â
â (via mbeeer)
âAda dua hal yang kusembunyikan darimu. Yang pertama adalah kehilanganmu sebenarnya aku masih tak mampu, dan yang kedua adalah diam-diam aku masih berdoa semoga kau baik-baik saja.â
â (via mbeeer)