@niki.at.the.cottage
Today's Document
Cosimo Galluzzi
cherry valley forever
Alisa U Zemlji Chuda
YOU ARE THE REASON
tumblr dot com
Lint Roller? I Barely Know Her

izzy's playlists!
almost home
AnasAbdin
taylor price
No title available

ellievsbear
styofa doing anything
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

Product Placement
Mike Driver
Show & Tell

祝日 / Permanent Vacation

Discoholic 🪩

seen from Australia
seen from Malaysia
seen from T1
seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from United States
seen from T1

seen from United States
seen from Iraq
seen from Costa Rica

seen from Germany
seen from T1
seen from Türkiye
seen from Vietnam
seen from United States
seen from Argentina

seen from United States

seen from Germany
@tigik
@niki.at.the.cottage
“Ketika ada yang bertanya kepadaku tentang apa itu kebahagiaan, maka akan aku jawab dengan yakin: mengenalmu, bersamamu, menyayangi dan disayangi kamu.”
—
Karena bagiku kamu adalah “kebahagiaan” itu sendiri.
Capek Ngetik
“Apapun yang terjadi di masa depan nanti, kamu harus terus memilih untuk berjalan ke arah yang membuatmu bahagia. Meskipun kamu harus kehilangan aku di sepanjang perjalananmu ke sana. Meskipun aku tidak bisa lagi menemanimu untuk menemukan kebahagiaanmu. Teruslah pilih kebahagiaanmu, sayang. Meskipun di sana tidak ada aku.”
—
Always choose your happiness, baby. // Andira W.
Bandung, 31 Januari 2019.
“Kamu tidak perlu terlalu keras menghapus. Takutnya, malah nanti aku makin lekat dalam ingatanmu. Biar aku saja yang berjalan mundur. Tenang, aku pastikan tak ada sedikitpun jejak kecil kakiku tertinggal. Tetap fokuslah dengan siapa yang ada untukmu. Bertahanlah dalam keadaan yang sulit ini. Aku percaya kamu mampu melewatinya karena kamu tidak sendiri.”
—
Aku suka caramu mengatakan “Hati-hati”. Jika boleh jujur, aku senang dikhawatirkan oleh kamu. Pulang ditunggu, pergi menjelma ragu.
Kamu adalah salah satu apa yang aku ingin buru-burukan. Kamu adalah salah satu alasan mengapa rindu ini rentan menggenang.
—Arief Aumar Purwanto
“Yang aku tahu. Aku sudah terlanjur cinta padamu. Dan tak ada lagi yang harus aku lakukan untuk itu. Cinta bukan perihal berpacaran—kan? Tak sewajibnya cinta harus ada status berpacaran. Selama kita sama-sama saling. Selama kita sama-sama bersanding. Kita sudah terikat jalinan cinta yang sukar untuk berpaling.”
— Arief Aumar Purwanto
“Kalau boleh tahu, berapa harga dari kesibukanmu? Aku ingin membelinya. Kalau boleh tahu, berapa harga dari rasa kepedulianmu? Aku ingin memilikinya. Kamu tahu? Aku sedang tak baik-baik saja. Semua beban akan dunia, terus saja menghantam jiwa. Bagai tak ada kesempatan untuk aku rehat dan coba memulihkan luka. Aku butuh kamu. Kehadiranmu adalah obat, pelukmu lebih hangat dari selimut tebal yang melekat. Tak ada yang aku inginkan dari melihat senyummu yang memikat. Tapi apa? Kamu hilang entah kemana, pun pedulimu kian pudar dimakan masa. Aku ditinggalkan, kabarmu bagai perihal yang mustahil tuk diinginkan. Dan tanpa disadari, kamu pergi meninggalkan diri. Menghadiahkanku sebuah luka, sebagai tanda bahwa kita pernah merajut kisah bahagia.”
— Arief Aumar Purwanto
Sejak Kamu Ada
Sejak kamu ada, aku tak peduli ada berapa banyak bintang di langit, karena aku sudah meyakini satu yang ada dihadapanku kini.
Sejak itu, aku tidak membutuhkan peta lagi untuk menemukan kebahagiaan. Sebab, kini bahagiaku terletak pada senyum yang terlukis diwajahmu. Pun aku tak lagi membenci sepi, tak lagi gelisah karena sendiri, semuanya karena hadirmu disisi.
Sejak kamu ada, sejak aku menemukanmu, aku berhenti mencari.
Apa yang kamu khawatirkan dari kehilangan, kesedihan, kekalahan, kepergian? Sedang setelahnya, Allah bisa jaminkan hal lain yang lebih baik, yang takpernah kamu duga: salah satu do'amu yang mulai dikabulkan-Nya. Bahagia? Syukuri jangan lupa.
Hati-hati dengan kebahagiaan, sebab bahagia yang tak diaturpun dapat melenakan. Itulah mengapa ada ungkapan, “Jangan membuat janji ketika kau sedang bahagia”, sebab seringkali hati yang terlalu membuncah karena kebahagiaan dapat membutakan akal.
Hati-hati dengan kebahagiaan, sebab bahagia yang bermula karena dunia dapat membuatmu lupa pada Pencipta. Itulah mengapa Allah firmankan, “Dan janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki akan mengazab mereka di dunia dengan harta dan anak-anak itu dan agar melayang nyawa mereka, dalam keadaan kafir”, sebab ketika bahagiamu tak dapat membuatmu semakin dekat denganNya, disaat itulah kau terancam celaka.
Maka; bahagialah seperlunya, tanpa menghilangkan taat padaNya; bahagialah sewajarnya, tanpa memudarkan akal pikiran sebagaimana seharusnya. Tak ada yang salah dengan bahagia, bahkan ianya dianjurkan, hanyasaja manusia sering kelewatan, untuk itu dibuatlah peringatan.
Jangan lupa bahagia :)
Wallahu alam
Surakarta, 06 Februari 2019
(Tulisan ini terinspirasi dari cerita seorang teman yang bersedih karena dilupakan oleh sahabatnya ketika dulu bersama-sama diwaktu susah)
Antara Syukur dengan Rasa
Rasa adalah tanggapan hati akan segala peristiwa. Rasa bahagia jika kita menerima segala kebaikan yang ada. Rasa cinta membuat hidup lebih berwarna karena ada yang terkasih di sekitar kita. Namun, rasa yang lebih baik dari itu semua adalah rasa syukur.
Syukur adalah sebuah rasa. Tidak seperti bahagia yang membuat hati kita berbunga-bunga. Tidak seperti cinta yang membuat hati kita berdegup gembira. Namun, rasa syukurlah yang membuat kita bahagia dan merasakan cinta.
Ialah syukur, sebuah rasa yang membuat hati kita selalu merasa tenang. Yang membuat hati ini merasa lega akan segalanya. Karena ini adalah tentang kecukupan. Selalu merasa cukup dengan nikmat yang Allah berikan. Selalu merasa puas dengan perolehan kebaikan-kebaikan yang terjadi pada diri. Sehingga kebahagiaan terus menyertai. Membuat kita terus memuji. Terus mengingati. Dan terus mengunakan nikmat itu di jalan yang Allah ridhai.
Tidak seperti kufur, yaitu lawannya syukur. Yang berarti menutup diri dari segala kemungkinan bahwa nikmat itu Allah yang memberikan. Sehingga selalu merasa kurang dan hati menjadi tidak tenang. Kesehariannya hanya dipenuhi keluhan. Adakah diri kita merasa demikian? Semoga kita selalu dihindarkan.
Ialah syukur, sebuah rasa tentang pengakuan. Pengakuan bahwa segala nikmat yang ada adalah sebuah pemberian. Bukan semata-mata muncul karena kebetulan. Melainkan itu semua dari Allah SWT Yang Maha Mengayakan. Sehingga membuat kita merasakan cinta. Kepada yang memberikan segalanya kepada kita. Dibuktikan dengan ketaatan kita kepada-Nya.
Maka, bersyukurlah jika kita masih memiliki rasa syukur. Yaitu rasa syukur atas segala nikmat yang Allah berikan. Karena rasa syukur itu sendiri adalah sebuah nikmat yang Allah turunkan. Karena syukur itu sendiri adalah sebuah rasa yang Allah ilhamkan. Semoga kita semua senantiasa diberi ilham untuk tetap mensyukuri nikmat yang Allah anugerahkan.
Doa Bersyukur
رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ
Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh. - (QS. An-Naml : 19)
“Setulus apa perasaanmu. Setulus apa niat baikmu. Tetap ingatlah, bahwa kamu dinilai berdasarkan tindakanmu.”
— Arief Aumar Purwanto
Tentang Pernikahan
Kalau kau berpikir bahwa menikah akan menyelesaikan semua masalah yang kau miliki saat ini, kamu salah besar. Kau bahkan akan menambah daftar jumlah masalah yang kamu punya dalam hidup.
Kalau kau berpikir bahwa menikah akan membuatmu terbebas dari perintah ayah dan ibu, kamu salah besar. Karena ibumu tetap tidak akan tinggal diam ketika melihat anaknya terlihat hidup susah. Ketika kamu merasa cukup pun, mungkin masih akan selalu kurang di matanya.
Kalau kau berpikir bahwa menikah akan melepaskanmu dari rentetan pertanyaan orang lain seputar kehidupan, kamu salah besar. Mereka tidak akan pernah berhenti dan akan selalu bertanya dan terus menanyakan apa yang tidak mereka ketahui.
Tidak perlu terlalu terburu-buru.
Tetapi juga jangan terlalu menuntut kesempurnaan.
Sampai kapanpun tidak akan pernah kau temui sebuah sempurna, bahkan menikah dengan yang kau anggap sempurna pun akan tetap kamu temui celah kekurangannya.
Tetapi bila telah kau niatkan bahwa menikah adalah sebuah ibadah yang akan menyempurnakan separuh agamamu, maka kau akan mengerti. Bahwasanya separuh agama itu memang berat, namun harus dilakukan dengan penuh keikhlasan dan kesabaran. Bahkan sholat 5 waktu saja terkadang sulit untuk ditegakkan secara khusyu’ dan tepat waktu, padahal ia tidak disebutkan sebagai separuh yang lainnya.
Menikah adalah ibadah seumur hidup. Kau tidak akan pernah tau saat yang tepat itu kapan, tetapi Allah yang akan memberi sinyal dan semesta yang akan menunjukkan kepadamu. Tenang saja.
Jangan pula kau anggap orang yang menikah itu adalah sebuah hal yang gampang, hanya perkara ijab dan qobul. Tetapi, makna dibalik itulah yang sesungguhnya sangat berat. Tak selamanya yang menikah lebih cepat darimu itu tak mengalami pergumulan hebat dihatinya, mungkin tak mudah baginya untuk sampai dikeputusannya saat ini, maka jangan pernah kau anggap itu mudah.
Latihlah dirimu untuk siap menerima. Karena mungkin ia, yang akan mendampingimu, sifatnya tidak akan persis seperti bayanganmu. Latihlah dirimu untuk berbesar hati. Karena mungkin kesalahan kecilnya sebenarnya membuatmu kecewa. Latihlah dirimu selalu menjadi yang paling sabar. Karena mungkin ia akan egois dan tak mau dikalahkan. Latihlah dirimu menjadi seseorang yang kuat. Karena mungkin ia akan butuh pundak untuk bersandar dan pelukan hangat untuk meredamkan emosinya.
Setiap pilihan itu memiliki konsekuensi, dan seharusnya kamu telah mempersiapkan menghadapi semua itu.
Tak ada yang salah untuk memilih cepat atau lambat. Tetapi memang, setiap pilihan itu ada pengorbanannya.
Yang terpenting adalah memahami bahwa menikah bukan hanya karena atas dasar cinta dan mencari kebahagiaan, tetapi berdasarkan iman dan mencari keberkahan.
“Barakah adalah keajaiban. Keajaiban yang hanya terjadi pada orang beriman. Jadi, yang dicinta di sisi Allah tak selalu mereka yang senantiasa tertawa dan gembira, tersenyum dan terbahak semata karena nikmat, kemudahan hidup, kekayaan, dan kelimpahan. Sebagaimana bukan berarti dibenci Allah jika senantiasa merasakan kesempitan, kelemahan, kekurangan, dan kefakiran. Di dalam sebuah pernikahan, barakah menjawab, barakah menjelaskan, menenangkan, dan menyemangati. Bahwa apapun kondisinya, kemuliaan di sisi Allah bisa diraih. Apapun keadaannya, pernikahan adalah keindhan dan keagungan, kenikmatan dan kemuliaan, kehangatan dan ketinggian. Jika dan hanya bila kita senantiasa membawanya kepada makna barakah.”
-Ust. Salim A. Fillah, dalam buku “Baarakallahu Laka, Bahagianya Merayakan Cinta”
Selamat berjuang yang masih bertanya-tanya akan kedatangan dan selamat meluaskan sabar bagi yang telah menemukan.
Dalam ruang kotak berpetak, diiringi deras hujan dan angin badai, 24 Januari 2019.
Dari aku, yang baru saja memulai.
Musibah itu, mengecil jika dirahasiakan. Membesar jika dikeluhkesahkan. Terurai jika diadukan pada Allah. Dan merumit jika diumbar pada manusia.
- salimafillah
Hampir sama seperti rencana besarmu, tidak perlu semua orang tau apa langkah terdepanmu dalam hidup ini, kabarkanlah pada ia yang mau mendoakanmu, bukan untuk dipamerkan agar terlihat orang besar.
Dan kecewamu juga tidak perlu disampaikan pada banyak orang, bukankah kecewa berasal dari meletakkan harapan pada manusia ? Jika ia lillah tak akan ada kecewa karena semua berasal dariNya. Meluruskan niat, mengupayakan apapun yang dikerjakan tujuannya mencari ridho dan keberkahanNya, bukan manusia.
Utamakan Allah pada senang dan sedihmu, utamakan Allah pada lapang dan sempitmu, dan utamakan Allah pada setiap kebahagiaan, bukan hanya datang ketika ada yang hilang.
Meluruskan niat.
@jndmmsyhd
“Hati hati, bisa jadi yang membuatmu kurang bahagia dengan hidupmu adalah karena sering mengintip hidup orang lain dengan perasaan iri yang samar samar yang tidak kau sadari. Si X sudah nikah, Si Y sudah punya anak, Si Z sudah kuliah ke luar negeri, si W sudah sukses dengan mimpinya. Pilihan hidup yang dijalani telah kamu pilih dengan menyadari segala konsekuensi. Kesabaran adalah salah satu tantangan terbesar yang menjadi pupuk untuk menumbuhkan impian impianmu. Jika kamu kehabisan kesabaran, pilihan apapun yang telah kamu ambil dengan keberanian hanya akan berakhir menjadi ranting ranting kering di tanah yang gersang. Percayalah, setiap bunga membutuhkan waktu mekarnya masing masing. Tak bisa kau samakan bunga matahari dengan teratai, mawar dengan melati, raflesia bahkan butuh berbulan bulan untuk mekar. Camelia butuh 200 tahun untuk hidup kembali. Mereka membutuhkan komposisi mineral yang berbeda beda kadarnya. Sama seperti manusia :) ada yang butuh banyak bersabar untuk mekar, ada yang butuh banyak keberanian, ada yang butuh banyak bantuan, ada yang hanya butuh tempat yang tepat. Untuk bahagia kau hanya perlu mendekat pada sang pencipta. Agar Ia membiarkanmu mengintip sesekali pada masa depan impianmu lewat firasat dan keyakinan penuh, menghiburmu di saat kamu jatuh :)”
—
Manfaat Patah Hati
Patah hati bukan kondisi yang diharapkan semua orang. Patah hati selalu dan harus selalu dihindari bagaimanapun caranya. Namun, seperti gak mengenal musim, patah hati bisa datang tanpa kamu sadari, bahkan selalu mengecoh orang-orang yang dilanda jatuh cinta.
Meski begitu, kamu harus selalu ingat pada judul buku kumpulan surat-surat R.A. Kartini, bahwa “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Setelah didera perasaan yang menyakitkan itu, kamu akan menemukan maknanya. Setelah seakan-akan kamu kehilangan arah, kamu akan menemukan jalan yang lebih mulus di depan.
Walaupun itu membutuhkan waktu dan kedewasaan yang sangat banyak. Seiring waktu kamu akan menemukan ketangguhan dalam dirimu, inilah lima diantaranya.
1. Kamu akan menemukan bahwa kamulah pemilik cintamu
Jatuh cinta akan menghilangkan dirimu. Maksudnya, kamu gak akan sadar bahwa kamulah yang merasakan itu, bukan dia. Yang kamu rasakan hanya kebahagiaan. Fokus perhatianmu ada pada orang yang kamu cintai, bukan dirimu.
Kamu akan berpikir seperti ini, “Apa yang bisa aku lakukan untuknya? Apa yang bisa membahagiakannya?” Selepas itu kamu akan berusaha untuk melakukan hal-hal untuk mewujudkan apa yang kamu pikirkan itu.
Sayangnya, gak semua hasil akan sama seperti keinginanmu. Lalu kamu patah hati. Tapi seiring waktu kamu akan sadar bahwa cintamu adalah milikmu. Gak ada yang bisa mematahkannya, menghancurkannya, atau menghilangkannya, meskipun tanpa balasan serupa. Dengan begitu kamu akan menghargai dirimu sendiri.
2. Kamu akan terbiasa mengantisipasi hasil yang berbeda
Kehidupan dunia bukanlah seperti kehidupan di negeri dongeng. Di dunia nyata, kamu akan menghadapi banyak situasi. Ada yang membahagiakan, ada yang menyedihkan. Ada yang harus menunggu, ada yang datang tiba-tiba. Ada yang menjengkelkan, ada yang menghibur. Semuanya pasti akan datang kepadamu tanpa permisi.
Setelah patah hati, atau beberapa kali patah hati, kamu akan melihat dunia dengan cara yang berbeda. Warna-warni kehidupan akan membuat perjalanan hidupmu mengasyikkan. Banyak hal yang bisa kamu maknai dan kamu ceritakan kepada orang lain.
3. Kamu akan mampu mengendalikan perasaanmu
Siapa yang bisa menolak atau menghilangkan perasaan jatuh cinta? Kayaknya gak ada, kan? Tapi kamu bisa mengendalikannya agar gak bikin hidupmu menjadi kacau.
Nah, pengalaman patah hatimu akan membuatmu lebih hati-hati membiarkan perasaanmu bersemi. Kamu akan berpikir dua kali untuk benar-benar menyatakan cinta. Bukan hanya untuk dirimu, tapi juga untuk hubunganmu dengan orang lain. Orang yang tangguh adalah orang yang bisa mengendalikan perasaannya.
4. Kamu akan bisa membangun jaringan pertemanan
Menjalin hubungan dengan banyak orang perlu kebijaksaan dari setiap orang. Gak ada yang boleh saling mementingkan diri sendiri dari kepentingan orang lain. Semua kepentingan dikompromikan demi pertemanan itu sendiri.
Jadi, membangun jaringan pertemanan bukan hal yang mudah. Ketika kamu mengalami patah hati, kamu akan segera sadar bahwa kamu gak akan menyakiti orang lain karena tahu bagaimana rasanya disakiti.
Selain itu, kamu gak akan mau kehilangan hubungan khusus dengan teman-temanmu itu hanya karena keegoisanmu. Semakin patah hati, semakin banyak hal yang bisa kamu lakukan untuk menjalin hubungan pertemanan dengan banyak orang.
5. Kamu akan semakin terpacu untuk meraih cita-citamu
Tanpa cita-cita dan tujuan hidup, kamu akan merasa hampa. Setidaknya ada satu cita-cita yang ingin kamu lakukan. Bisa itu ambisi pribadi untuk menjadi orang yang sukses, menciptakan produk yang bermanfaat bagi banyak orang, atau menjadi insiator dalam kegiatan sosial bagi orang yang membutuhkan.
Apa pun cita-citamu, itulah perjuanganmu sesungguhnya. Gak ada yang bisa mematahkan hatimu saat kamu mengejar cita-citamu, sebab gak ada perjuangan yang sia-sia. Apalagi setelah kamu merasakan patah hati dari seseorang. Itu yang memacumu untuk jadi lebih baik.
Jadi, gak usah putus asa ketika kamu patah hati. Ingat, kamu akan semakin tangguh setelah ini!