Pasti ga mudah buat kamu ya nak. Maaf. Maafin ibun. Maafin sekali lagi. Ibun bakal berubah. Janji.
art blog(derogatory)
AnasAbdin
Peter Solarz
Cosmic Funnies
tumblr dot com
Xuebing Du
Alisa U Zemlji Chuda

Love Begins

titsay

#extradirty
Game of Thrones Daily

tannertan36
Mike Driver
almost home
Claire Keane
will byers stan first human second
No title available
No title available

JBB: An Artblog!
todays bird
seen from Russia
seen from Malaysia

seen from Poland
seen from Saudi Arabia
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Singapore

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Australia
@tintabeku
Pasti ga mudah buat kamu ya nak. Maaf. Maafin ibun. Maafin sekali lagi. Ibun bakal berubah. Janji.
Senyesel itu habis dorong Fayla dan dia jatuh. Nangis senangis nangisnya. Kenapa bisa sejahat itu sama anak.
Ampun Ya Allah.
😭😭😭😭
Takut sama diri sendiri. Bisa sesadis itu kalau lagi emosi sama anak. Takut banget.
😭😭😭
Dia masih kecil. Otaknya belum sempurna. Jadi, tolong, tolong, banyakin sabarnya.
Cukup. Ini terakhir kali.
Ga mau nyesel lagi.
Maafin ibun ya nak 😭😭😭😭😭
Sampai lupa bagaimana menyenangkan diri sendiri. Sampai lupa bagaimana caranya bersosialisasi dengan orang lain. Sampai lupa bagaimana caranya punya waktu untuk sekedar haha hihi. Sampai lupa kalau ada raga yang terlalu jenuh bahkan terlampau jenuh hingga tidak tahu bagaimana rasanya tidak jenuh. Se-sekarat itu kah mental saya?
saya untuk saya.
Lagi pusing. Ga enak body. Ga enak hati. Bosen. Butuh piknik. Butuh tempat untuk memuntahkan banyak sekali kerisauan. Ingin sesegera mungkin keluar dari rutinitas yang tiap hari harus ngeliat mereka. Ingin punya hidup sendiri. Ingin secepatnya bisa mengatur ritme hidup berkeluarga sendiri. Sekian.
Enek
Lagi rada gerah liat temen deket jaman SMA dulu suka posting foto selfie dia. Kalo dibilang cantik, ya biasa aja. Hampir tiap hari gitu posting foto dia. Dan lebih banyak lagi adalah posting foto anaknya. Every corner itu dia posting. Ya Rabb, ampuni hamba yang julid.
Kadang ngerasa, ya ampun, ini orang ga punya tempat buat dicurhatin apa ya. Dikit-dikit curhat ke sosmed. Seakan makhluk di sosmednya bakal peduli. And you know, kita yang ada begah liatnya. Dan kalian tahu kan kalo begah bakal ngapain? Pengen muntah tapi ga bisa.
Sedikit cerita, saya sebetulnya kecewa sama dia. Pertama, dia kalo ada perlu aja hubungi saya. Sisanya? Ga pernah. Itu yang dibilang sahabat kah? Kedua, waktu saya nikah, dia nggak dateng. Alasannya ini itu. Padahal, kalo dia niat, ya dateng ya dateng aja. Nyatanya, engga. Ketiga, saya nggak dikasih kado apapun sama dia apalagi duit. Padahal, dulu pas dia nikah, saya bela-belain ijin kerja pun saya ngasih 150ribu buat dia. Ya ampun, dia nggak ada balas budinya sama sekali. Pantesan, dia punya temen dikit banget dan itu-itu aja.
Sedih sih bisa sebegitu ga sukanya sekarang saya ama dia. Semoga dia sadar kalo apa-apa yang dibagikan ke sosmed itu tidak selamanya dipedulikan oleh warganet. Semoga pun dia sadar bahwa hidup yang dia perlihatkan terkadang membuat kita enek. Semoga.
Lagi capek banget. Bosen banget. Badan serba ga enak. Gatau mau ngapain. Bosen liat orang-orang rumah. Pengen melarikan diri ke tempat yang gatau juga tujuannya dimana. Pengen cerita-cerita sama orang-orang baru. Pengen bersosialisasi sama orang tua baru. Pengen ngegosip. Haha hihi sama temen-temen. Pengen me time sehari aja. Ninggalin anak sebentar.
ketika mood lagi berantakan banget dan hawanya pengen marah terus
sedang berada di posisi serba linglung, mudah lupa, mudah cemas, mudah lelah, mudah marah, dan mudah tersinggung. baperan banget.
Ya Allah, semoga diri ini ga kalah sama ego sendiri. semoga, apapun kondisinya, dedek tetap baik-baik aja di dalam perut. semoga.
Saya selalu tertarik dengan cerita tentang proses dua orang yang sebelumnya tidak mengenal sama sekali kemudian Allah satukan dalam sebuah ikatan suci pernikahan.
Bagaimana mereka bertemu. Proses seperti apa yang mereka lalui. Rintangan apa yang telah mereka hadapi. Gejolak batin seperti apa yang harus mereka kalahkan. Bagaimana mereka berkompromi satu sama lain. Bagaimana mereka meyakinkan orang tua, saudara, serta lingkar pertemanan bahwa satu sama lain akan bersama saling melengkapi. Bahwa dia lah yang dipilih.
Dan yang paling utama adalah: bagaimana satu sama lain berkomunikasi dengan Allah untuk memohon petunjuk-Nya. Apakah ini yang terbaik? Apakah hidup akan lebih berkah jika bersamanya? Apakah Engkau ridho? Apakah dia dapat menjadi bapak atau ibu yang baik untuk anak-anak kelak? Dan apakah dia jawaban dari segala doa?
Dan saya selalu percaya bahwa jika Allah menakdirkan untuk menautkan satu sama lain dalam sebuah pernikahan, jalannya akan mudah. Jalannya akan mulus. Pun jika ada rintangan, keduanya bisa saling legowo untuk menyelesaikannya. Keduanya pun saling memperjuangkan -dalam berbagai bentuk. Saling menjaga kepercayaan, saling jujur, saling mengerti akan tanggung jawabnya, dan tentunya saling mendoakan.
Hingga akhirnya mereka saling memantapkan hati untuk sama-sama melangkah menuju surga dengan: berkeluarga.
Barakallah mas Zendi dan istri! Semoga sakinah, mawaddah, warahmah. Dan segera diberikan keturunan yang solih dan solihah. Aamiin.
Depok, 30 Juli 2017
Ketika sebuah pernikahan mempertemukan saya dengan sebuah lingkar pertemanan yang baru.
Sudah saatnya berhenti bertanya tentang hal-hal yang “sensitif”. Sudah saatnya berhenti untuk penasaran akan hal-hal yang seharusnya tidak perlu dipedulikan. Semakin bertambahnya usia, saya menjadi semakin sadar bahwa setiap manusia memiliki jalurnya masing-masing. Berjalanlah di jalurmu, jangan pedulikan jalur manusia lainnya. Karena jalur tersebut adalah jalur terbaik yang Allah pilihkan untukmu. Bersyukurlah, Rul, bersyukurlah! :)
dari Nurul untuk Nurul (via nurulqomariyah)
Daripada kamu menggunjing mereka yang hidupnya tidak semulus hidupmu, bukankah lebih baik kamu doakan mereka? Selain bernilai pahala, bukankah doa akan berbalik kepada sang pelantunnya?
(via nurulqomariyah)
Berkabar
Mungkin bagi sebagian orang, kabarmu tak penting. Mau kamu beritakan pun, toh mereka tak akan peduli. Untuk apa? Karena bukan urusan mereka, bukan?
Mungkin juga bagi sebagian orang, senyummu tak berarti apapun. Ya senyum biasa saja, tidak ada yang spesial.
Tapi apakah kamu sadar, ada sebagian orang lainnya yang sangat menunggu kabarmu? Berharap dengan cemas menanti pesan singkatmu yang melebihi 24 jam tak kunjung kamu balas.
Berharap sambil terus berdoa bahwa kamu akan baik-baik saja walau kabarmu tak kunjung tiba. Berharap sambil terus menenangkan diri sendiri bahwa kamu pasti dalam keadaan baik.
Senyummu pun menjadi pemanis hari-hari mereka. Penanda bahwa udara akan cerah walau di luar hujan tak berhenti turun. Penyemangat kehidupan mereka di kala masalah menghimpit tubuhnya.
Dan seharusnya kamu sadar, mungkin, kamu dihindari dari marabahaya selama di perjalanan karena doa-doa mereka. Doa-doa yang segera Allah kabulkan karena ketulusannya yang tak diragukan lagi. Doa-doa itu yang kemudian menjagamu dari banyak hal buruk yang hampir menimpamu.
Sedangkan kamu? Mengganggap sepele orang-orang tersebut. Tak mengabari pun tak menjadi soal. Bahkan kamu sengaja mengacuhkan mereka. Tak peduli, tak penting. Siapa mereka? Itu katamu.
Karena kelak, kamu akan merasakan, salah satu hal yang membuat tidurmu nyenyak adalah kata-kata:
“Aku baru sampai, kamu tidur ya.”
Depok, 24 April 2017 karena menunggu kabarmu sudah menjadi hobi baruku.
Tidak semua tulisanku adalah kejadian nyata. Tidak semua yang aku bicarakan pun adalah kejujuran. Tapi, denganmu, aku ingin terus berkata jujur dan menulis dengan jujur.
random thoughts (via nurulqomariyah)
Do we need somebody Just to feel like we’re alright? Is the only reason you’re holding me tonight ‘Cause we’re scared to be lonely?
Ada yang berusaha keras untuk tinggal, tapi bukan karena dia ingin tinggal. Jauh di dalam lubuk hatinya, dia memiliki ketakutan. Takut sendiri. Takut tidak menemukan pengganti. Takut pihak lain menemukan yang lebih baik.
Akhirnya dia berusaha untuk menetap. Walau hatinya berusaha keras untuk menolak. Karena sudah tidak ada yang perlu dipertahankan lagi, misalnya. Hanya karena alasan “takut akan kesendirian”, kebahagiaan menjadi taruhan.
Ada juga yang sedang berusaha mencari. Menerka-nerka setiap kedatangan, apakah dia orangnya? Bukan karena dia ingin menjatuhkan perasaan untuk selamanya. Bukan karena dia benar-benar ingin menggenap. Tapi karena dia merasa, hidup sendiri lebih terlihat menyedihkan.
Saya tidak membicarakan dia, kamu, mereka, atau siapa pun. Tanyalah dirimu sendiri atas sebuah pertanyaan: Apakah yang kamu lakukan ini karena kamu takut kesendirian? Lalu, dimana kepantasan kamu atas sebuah kehadiran? Sudahkah mematut diri?
Dan, dimana letak Allah dalam dirimu ketika kamu merasa hidupmu terasa sepi? Dimana?
2. The things that we dodge the most
Ada hal yang tidak ingin saya lihat, tapi tak sengaja terlihat. Ada hal yang tidak ingin saya dengar, tapi tak sengaja terdengar. Ada hal yang juga tak ingin saya sentuh, tapi tak sengaja tersentuh. Ada hal yang sebisa mungkin saya hindari, tapi malah berpapasan.
Saya menyimpulkan bahwa kuasa Allah berperan besar di dalamnya. Bagaimana tidak, kita yang berusaha menghindari banyak hal, eh malah sengaja dipertemukan. Bukan tanpa maksud, tapi Allah pasti punya alasan yang kadang kita pun bertanya-tanya, buat apa sih?
Contohnya, sewaktu kuliah, saya sangat tidak tertarik dengan mata kuliah elektrokimia. Hingga suatu hari, saat pembagian dosen pembimbing skripsi, saya harus mendapatkan topik tentang elektrokimia. God, why did I always get the thing that I hate the most?
Alhasil, saya harus mulai memahami elektrokimia dari nol. Yap, benar-benar saya pelajari sedikit demi sedikit. Dan hikmah luar biasa yang saya dapat adalah saya jadi lebih paham tentang ilmu ini. Haha. Ternyata, setelah dipelajari lebih dalam, elektrokimia tidak sesusah itu kok!
Hikmah lainnya adalah saya menjadi legowo. Bagaimana tidak, saya harus menjalani penelitian yang benar-benar bukan minat saya dan saya harus menerima dengan utuh bahwa hal yang paling tidak saya sukai, harus saya jalani dan saya kuasai dengan sebaik-baiknya.
Bahwa banyak sekali hal yang tidak kita sukai, mau tidak mau, harus kita lewati. Tidak ada kata lain untuk menggambarkan mereka yang sedang dalam posisi itu, selain: legowo-lah. Menerima -tentu dibarengi dengan ikhlas- adalah sikap yang seharusnya dimiliki saat ekspektasi tidak sesuai dengan realita.
Hikmah terakhir adalah saya berusaha untuk biasa-biasa saja akan sesuatu. Kalau tidak suka, ya biasa saja –jangan terlalu membenci. Kalau menyukai sesuatu, ya biasa saja –jangan terlalu mencintai. Terkadang apa yang baik menurut kita, ternyata buruk di mata Allah. Pun sebaliknya. So-so aja.
Terkadang, semakin kita menghindari sesuatu, malah semakin besar kemungkinan untuk dipertemukan. Jadi, jangan dilawan –Mutia Prawitasari.
Panasea: Keikhlasan
katanya, hidup itu tentang datang dan pulang. saya rasa ada benarnya. begitu banyak orang yang datang. tak sedikit yang akhirnya memutuskan untuk tetap ada di samping kita. benar-benar peduli akan keadaan kita. tak banyak pula yang akhirnya memutuskan untuk hengkang. ya berlalu begitu saja.
tidak ada yang salah sebenarnya, ketika orang-orang yang kamu harapkan menetap di sisimu ternyata memilih untuk hanya sekedar singgah, tidak ingin berlama-lama. jangan salahkan dirimu akan kemungkinan-kemungkinan kepergiannya. pertanyaan semacam: apakah saya bukan tempat yang nyaman? apakah saya bukan penasihat yang baik? apakah ada bagian dari diri yang buruk?
mungkin saja itu memang kemauannya. dia yang memang merasa tidak sefrekuensi denganmu. dia yang mungkin saja hanya berniat untuk sekedar mampir. dia yang mungkin saja tidak menemukan apa yang dia cari setelah mencoba menyelamimu. atau mungkin saja dia memang tidak menjadikanmu tujuan. kamu bisa apa kalau begitu?
sekali lagi, itu bukan salahmu. kamu hanya perlu berbenah. membereskan sisa-sisa yang dia tinggalkan di tempatmu. mungkin bentuknya masih utuh. kamu hanya perlu membenahi tembok-tembok hatimu yang sudah mulai luntur. membumikan lagi harap-harapmu yang telah mengangkasa jauh sekali. menyadarkan dirimu bahwa tidak semua orang betah berada di sisimu.
kamu harus menelan panasea: keikhlasan. tidak ada yang dapat kamu lakukan, kecuali menerima lalu berikhlas. ikhlas lah agar hatimu lega. ikhlas lah agar hatimu legowo. dan ikhlas lah karena orang yang ingin menetap akan segera tiba. iya kan?
9. hati yang terbolak-balik
akhir-akhir ini saya sering sekali dibolak-balikkan hatinya. tetiba senang, tetiba sedih. tetiba sangat mantap rencananya, tetiba surut begitu saja. tetiba tenang, tetiba resah. tetiba yakin, tetiba goyah. betul-betul cepat sekali berubah. sampai-sampai saya sendiri bertanya-tanya dan tak berkuasa atas hati saya. ini pasti karena ada kuasa Allah, bisik saya dalam hati.
saya membuktikan bahwa Allah Maha Pembolak Balik Hati. begitu mudahnya Allah membalikkan hati hamba-Nya dalam hitungan detik. jadi ingat dalam suatu ceramah ust. Hanan, beliau mengisahkan bahwa ada seorang raja yang sangat marah pada seorang ulama karena suatu hal. lalu, sang raja memerintahkan anak buahnya untuk membawa ulama tersebut ke istana. selama di perjalanan, ulama tersebut menyebutkan “la haulla walaquata illabillah” terus-menerus. sesampainya di kerajaan, sang raja menyambut baik ulama tersebut dengan perlakuan yang istimewa. para prajurit pun keheranan, mengapa sang raja yang sebelumnya tampak sangat marah, menjadi baik sekali. bahkan seperti tidak ada masalah apapun?
sekali lagi, karena Allah. mudah bagi Allah membolak-balik hati. kan Allah yang punya hati kita. kan Allah yang menggenggam hati kita. tentu, Allah juga yang paling tahu hati kita. bahkan kita sendiri pun tak berkuasa untuk mengaturnya.
begitupun juga dengan mengubah hati orang lain. misalnya, agar dia tidak membenci kita, agar dia mendekat pada kita, agar dia menyukai kita, ataupun agar dijauhkan dari kita. hanya Allah yang mampu mengubah hati mereka. bahkan diri mereka pun tak berkuasa. maka, mintanya sama Allah saja kalau-kalau ingin menundukkan hati manusia.
maka semoga ramadhan menjadi tempat terbaik untuk meminta kepada Allah agar diteguhkan hatinya untuk selalu berada di jalan-Nya.