Bila aku kembali terjungkal lalu terperosok kembali kedalam sana, kumohon tarik aku dengan segala upaya. Agar ragaku tak membusuk didalam sana selamanya
Claire Keane

No title available
Today's Document
Game of Thrones Daily
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

gracie abrams
Keni

blake kathryn
taylor price
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
★

@theartofmadeline

ellievsbear

No title available

Kiana Khansmith
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
Cosimo Galluzzi
No title available
Fai_Ryy
YOU ARE THE REASON

seen from Pakistan

seen from Vietnam

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Ecuador

seen from United Kingdom

seen from Germany
seen from United States
seen from Malaysia
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Germany
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia
@titiplisan
Bila aku kembali terjungkal lalu terperosok kembali kedalam sana, kumohon tarik aku dengan segala upaya. Agar ragaku tak membusuk didalam sana selamanya
Jadi, berhentilah memukuli dirimu sendiri cuma karena langkahmu nggak seirama dengan langkah orang lain. Dunia mungkin butuh orang-orang yang bisa lari cepat buat memimpin di depan, tapi dunia juga butuh orang-orang yang berjalan tenang untuk memastikan nggak ada hal-hal berharga yang tercecer di sepanjang perjalanan.
Takutlah kalau kamu berhenti, tapi selama kamu masih melangkah seberapa pelan pun itu, kamu tetap sedang berproses.
Tetaplah bertumbuh...
dan...bertahanlah sedikit lagi, sebentar saja...
@clichemistry
Dilarang mengeluh
Dilarang berkata tidak
Dilarang bercerita
Dilarang berekspresi
Dilarang menuntut
Dilarang terpuruk
Dilarang mati
Dilarang hidup
Dilarang berbicara
Dilarang diam
Ternyata benar , dunia sangat keji, disegala arah aku hanya berusaha waras dengan segala keadaan, lelah ku tak bertuan ternyata hanya dimari aku bebas berekspresi, maafkan aku yang kurang dari segala arah
Malam begitu sunyi
Dan kesendirian membuatku bebas berekspresi
Aku menjaid aku sejadi-jadinya
Tanpanharus bermuka fatamorgana
Aku meletup letup pada kesendirian ini
Tak ada yang kuperdulikan ; tak satupun yang memperduiaku
Aku menjadi sejadi-jadinya
Kuat kuat rang ranganku
Berkecamuk di sepertiga malam
Diselimuti keheningan aku berteriak sekencang kencangnya
Ironi keji di sepanjang jalan
Telah menampik sisi yang sudah lama bersemayam
...
Aku yang dulu riang gembira banyak bicara dipaksa hening seribu bahasa hingga menjadi image yang sekarang
Telah lama ku mati
Hingga detik ini rasa hampa menyelimuti
Penuh isak tangis nan derita
Dipaksa bersalah dan memaafkan
Bak si bisu
Tak diperkenankan bersuara
Hingga sampai tiba waktunya
Derai air mata yang berbicara
Sayangnya selepas itu semua kembali seperti biasa
Autopilotkan dirimu.
Kalau terlalu terasa berat, istirahat dan cobalah lepaskan sesuatu yang mengikatmu dengan kekhawatiran.
Kembalikan semuanya kepada yang memberimu hidup. Kamu terbatas, sedangkan Dia, tidak.
Kriya Purba di Ujung Pendulum
Menyulam telaga pada kobar jerami,
Ternyata sebentuk kriya yang mematahkan jemari.
Ia menuntut pahatan pada arus yang masif,
Memaksa riuh menelan duri hingga pasif.
Terlebih tatkala jarum nasib tersedak,
Memaku pijak di antara dua kutub yang retak:
Di mana cermin-cermin menggugat wujud tuannya sendiri,
Dan gema telantar ditolak tebing-tebing yang menghakimi.
"Kenapa kau tidak pergi ?"
Hanya disini aku dapat berekspresi sesuka hati, tanpa harus dituding, ditunjuk oleh jemari liar, dimaki bak manusia terkotor.
Disini aku dapat meluapkan segalanya, tanpa harus takut ditanya mengapa dan kenapa, tanpa harus takut dianggap berbeda, tanpa harus takut hukum antah berantah.
Mungkin di dunia nyata aku hening seribu kata namun disini jemariku tak berhenti bicara, aku lepas, aku liar, aku bebas, memilih;menjadi apa yang ku inginkan sejadi-jadinya.
Terimakasih untuk raga yang masih tetap utuh , terimakasih juga untuk jiwa yang masih terus berusaha untuk tetap waras, aku berjanji aku akan ikut berjuang dan bertahan sampai aku benar benar memilih untuk dimatikan atau mematikan sendiri
Tanpa ia sadari ia membunuhku secara perlahan dan bodohnya aku menikmatinya
Aku hanya tak ingin berpusing ria , cukup jangan bertambah lagi isi kepala, demi kewarasan dan kesehatan mental aku selalu tak punya pilihan selain iya
Entah sebenarnya memang itu adalah jalan untuk keluar dari tempat jahanam ini atau aku diberikan kesempatan untuk berguna kepada orang lain
Resolusi? Baiklah sepertinya aku akan menjadi sosok yang lebih hening dari sebelumnya, tidak bersuara akan perih dan derita yang menimpa. Mengapa? Karena sudah sangat sangat sia sia
Bagaimana menjelaskannya
Aku sudah muak harus diam selalu ketika ingin berteriak
Aku lelah penat bisakah aku memilih diriku sendiri
Sekedar memeluk diri sendiri apakah se diharamkan itu
Aku butuh orang orang sekitar sekedar tertawa bukan berarti kau tak sepenting itu, aku penat harus menjadi yang diekspektasikan terus menerus aku lelah mengejar itu semua aku lelah bagaimana harus menjelaskan nya tanpa jeda ditunjuk diperintahkan ditindas habis oleh kata katamu yang setiap hari menusuk hingga bungkam isi kepalaku berantakan tolong hentikan tolong aku ingin seperti orang normal yang dimana aku bisa menentukan pilihan tanpa harus menunggu persetujuan aku pun tau mana yang baik mana yang buruk se haram itu kah pilihanku
Pada akhirnya aku berhenti bicara banyak hal, perihal patah hati lara luka dan sebagainya. Akan sia-sia bila hanya didengar namun tak mengerti maksudnya, akan sia-sia bila tak ada perubahan, akan sia-sia jika akhirnya dihakimi diinjak bahkan dilenyapkan. Aku memilih diam dengan seribu bahasa yang ada, dalam gundahku nestapaku semuanya, aku tak butuh didengarkan saja, jika itu duniaku mohon bantu support saja jangan dihakimi atau dibuat seolah pria malang yang harus menyembah, bila itu tentangmu maka berubah lah, aku tak pinta untuk berubah seutuhnya, cukup tidak membenarkan yang salah dan menstandarisasi aku memang begini dengan akhiran bila tak mau cari yang lain. Jauh dilubuk terdalam aku lelah membungkam bolehkah aku menegaskan bolehkah aku ikut bersuara, tak semua mau mu yang harus terwujud, bolehkah aku mengatakan tidak, aku pun ingin memeluk diriku sendiri. Namun pada akhirnya lagi lagi aku memilih untuk bungkam entah sampai kapan yang pasti aku hanya memiliki diriku sendiri jiwaku tercabik cabik dari dalam, andai mati bisa menjadi solusi penenang izinkan aku melakukan nya
Yang ku ingin hidup bersamamu bukan egomu, selalu ku usahakan tak patriarki namun tolong jangan mewajarkan yang salah