“Apa kau pernah merindu?”
-Kau pikir setiap kali aku terjatuh, uluran tangan siapa yang kuharapkan? Tapi kau tak tahu itu, bukan? Ah, tak mungkin kau tak tahu. Kau hanya tak mau tahu. Bahkan kau mungkin tak mau tahu bahwa bahagiaku akan utuh hanya saat bersamamu.
Aku bersedia mengulangi seluruh episode hidupku hanya untuk bisa kembali merasakan kehadiranmu. Aku bahkan tak keberatan jika akhir ceritanya tetap akan sama menyakitkan. Hanya untuk bersamamu sekali lagi saja. Kau tak tahu, kan?
“Bagaimana aku mengetahuinya sedang yang keluar dari bibirmu hanya kebencian?”
-Bagaimana kau bisa mengatakannya tanpa mencoba menyelami hatiku? Lihat betapa egois dirimu. Kau pikir hanya dirimu yang ingin dimengerti? Sekarang kau tahu kan, alasanku begitu membencimu?
Karena kau manusia terhebat, membuatku jatuh cinta sedalam-dalamnya, namun disisi lain juga benci sebenci-bencinya. See? It’s amazing to see how these feelings mix together in harmony 😹
Tentangmu; adalah sebuah kisah panjang yang mungkin tak akan pernah kuakhiri walau sebanyak apapun kucaci-maki dirimu.
Dan berdamai dengan kenanganmu pada akhirnya; adalah pencapaian terhebatku sejauh ini, tak peduli sebanyak apa luka yang kau beri.
And after years passed by, it’s still so amazing to see how those feelings mixed together in harmony. 😌











