Karena Aku Berselera Tinggi!
Tiga hari lalu sempet ngetwit ini untuk menjawab pertanyaan2 beberapa tmn akhwat yg pernah tanya ke saya tentang ini. Silakan disimak. Semoga bermanfaat.
- Maaf, mau sedikit share ttg kisah seorang shahabiyah yg sudah mengajarkan kepada saudari2 ttg perihal keinginan mereka u/ menikah.
- Yang kira2 akan merasa terganggu, sila di-mute. Unfollow button pun tersedia.. Tp semoga kemudian dpt manfaat kisah ini dari org lain ya. :)
- Kisah ini ane share stlh prtanyaan2 bbrp tmn perempuan ttg bagaimana bila seorang perempuan yg menawarkan diri kpd seorang pria u/ dinikahi.
- Kita kutip dulu Al Ahzab [33]:50 "..dan wanita beriman yang menyerahkan dirinya kepada Nabi jikalau Nabi berkehendak menikahinya.. "
- Kemudian haditsnya, "Anas ibn Malik, radhiyallahu 'anhu berkata: "Ada seorang wanita yg dtg kepada Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam.
- Ia menawarkan dirinya kepada Rasulullah dgn berkata, "Ya Rasulullah, apakah engkau membutuhkan diriku?"
- Anak perempuan Anas yg hadir dan mendengar kata2 wanita itu berkata, "Alangkah memalukan dan betapa buruknya!"
- Mendengar itu, sang ayah (Anas) meyahut, "Dia jauh lbh baik darimu, Nak! Wanita itu mencintai Rasulullah & menawarkan dirinya kpd beliau!"
- Kebanyakan orang di masyarakat kita memang menganggap apa yg dilakukan wanita tadi adalah suatu hal yg memalukan. Tapi apa jawab Anas?
- Anas ibn Malik justru menyanggah ucapan anak perempuannya & mengatakan wanita itu lbh baik. Mencintai orang shalih & menawarkan dirinya.
- Pertama, orang itu adalah Rasulullah. Orang yg tidak diragukan lagi akhlak & agamanya. (Ya iyalah, nabi sekaligus Rasul gitu..)
- Kedua, menawarkan diri di sini konteksnya adalah u/ dinikahi. Bkn selain itu. Apalagi hubungan yg ga mengubah status di KTP yg itu tu. :D
- Ketiga, penawaran dirinya di kisah ini adalah bentuk kecintaannya & kepercayaannya pada sosok yg 'ditawari' atas dirinya.
- Sedangkan kecintaan & kepercayaannya itu lahir dari pribadi sang sosok tadi yg begitu shalih, begitu baik akhlaknya, begitu didamba!
- Jadi wajarlah jika perempuan tadi menawarkan dirinya kepada Rasulullah u/ dinikahi.
- Kisah tadi mengajarkan kepada saudari2 kita yg sedang 'menunggu'. Menunggu sang calon amir dlm rumahnya, menunggu penggenap setengah agama.
- Kemudian ada yg berkeluh, terlalu lama menunggu ia yg ditunggu justru tak kunjung datang. Bersabar. Ya, pasti! Tp usia tidak menunggu.
- Afwan kalo tiba2 ane bicara umur. Tp ini adlh salah satu problem bagi sebagian saudari2 kita yg sudah siap tp yg ditunggu ndak datang juga.
- Sambil menunggu, diisi waktunya dgn membaktikan diri kepada umat, dgn bekerja, dgn memperbaiki diri, tp kapan yg ditunggu itu datang??
- Astaghfirullah.. Ane bkn hendak meneriakkan anti2 semua u/ ndak bersabar. Tp yuk kita perhatikan lagi kisah perempuan mukmin tadi.
- Atas dasar apa ia 'berani2nya' menawarkan diri u/ dinikahi? Melawan persepsi kebanyakan orang kalau itu memalukan? Atas dasar apa? Ya, iman!
- Karena keimanannya itu ia mencintai Rasulullah sampai2 keinginannya u/ dijadikan istri oleh beliau mendorongnya melakukan hal tersebut.
- Pertanyaannya, kenapa hal tersebut memalukan? Bukankah wajar jika seorang shalih, akhlaknya baik & #CIA (calon idaman akhwat) itu didamba??
- Apalagi kalau ternyata ia juga hafidz Quran? Kurang didamba apa coba? Terlebih lagi misalnya dia tinggi, tampan & kaya. Ah, itu bonus saja.
- Nah, karena tingginya kualitas sang ikhwan inilah (di kisah ini yg dmksd adlh Rasulullah) yg membuat ia berani bertindak 'memalukan'.
- Kembali ke kegelisahan bbrp tmn akhwat ane yg msh menunggu tp yg ditunggu ndak kunjung datang & msh malu2 jika ditawari u/ 'duluan'. :D
- Ya, malu2 wajar si. Tp kalo niat u/ nikah udah bulet & mampu, plus ikhwannya itu #CIA banget2, ya kenapa ndak dicoba tanyakan aja dulu? :D
- Minimal tanyakan apakah beliau sudah menikah atau belum. Kalaupun sudah, masihkah ada 'ruang tersisa' dari empat yg dikasih Allah. #eh :D
- Demi Allah, wanita yg mnawarkan dirinya ke pria shalih lagi baik akhlaknya itu jauh lbh baik dr mereka yg mnawarkan diri selain u/ dinikahi.
- Kenapa lebih baik? Pertama, niatnya mulia, nikah: sesuai ajaran Islam & dicontohkan pula. Kedua, pria yg ditawarinya itu adalah pria shalih.
- Ada harapan yg tinggi di sini. Dari pernikahan dgn pria shalih itu diharapkan akan lahir anak2 yg shalih pula. Membangun peradaban!
- Pandangan jauh ke depan. Ini calon ibu yg visioner. Bkn hanya melihat pernikahan sebagai rutinitas hidup belaka. Semoga kita begitu ya. :D
- Kalaupun memang masih malu2 menyampaikannya secara langsung, silakan sampaikan ke slh satu sahabat sang pria yg juga amanah orangnya.
- Atau sampaikan ke orang tua & orang yg dipercaya keshalihannya u/ diteruskan pesannya ke beliau, sang calon imam rumah tangga.
- Menawarkan diri karena anti berselera tinggi! Karena arti 'menawarkan diri' di sini bukanlah mengobral & menjual murah. Tp kebalikannya.
- Karena antuna punya selera tinggi atas calon ayahnya anak2 yg shalih lagi baik akhlaknya, maka tawarkanlah. Tanyakan marittal statusnya.
- Tapi ini bisa terjadi kalau orang tua atau wali & semacamnya blm juga atau ndak menjalankan isi An Nur [24]:32. Apa itu?
- "Dan nikahkanlah org2 yg sedirian diantara kamu, dan org2 yg layak menikah dari sahaya kalian yg laki2 dan yg perempuan.."
- Perhatikan, "dan nikahkanlah.." bukan "Dan nikahilah.." Beda tho? :D
- Ada tanggungjawab di sana, atas para org tua, para wali, para pemimpin umat u/ menikahkan org2 yg layak menikah.
- Dan akhir ayat tersebut ditutup dgn kalimat yg menentramkan,..
- "Jika keadaan mereka fakir, Allah akan membuat mereka kaya dgn karuniaNya dan Allah Maha luas (karuniaNya) lagi Maha Mengetahui." :')
- Ah, intinya ane hanya ingin berbagi bahwa 'menawarkan diri' ke pria shalih dan menawan akhlaknya u/ dinikahi adalah bkn hal yg memalukan.
- Semoga akhwat2 yg sedang menunggu di luar sana masih bersabar, tp jangan malu u/ menawarkan diri, apalagi si 'dia' #CIA banget.. :D
- Semoga ini menjawab kegelisahan bbrp tmn akhwat yg menanyakan hal ini (semoga pun mereka baca). Ndak enak kalo di-cc soalnya. :)
- Semoga pun yg ikhwan menyegerakan pengajuan proposal. Jangan2 antum lho pria yg mereka tunggu2 itu? Jgn2 antum lho yg didamba2?
- Jangan2 antum lho yg membuat tundukan mereka bukan sekedar menjalankan perintah belaka, tp malu karena antum yg hendak ditawari. Ah.. :')
- Semoga Allah mendekatkan jodoh kita masing2. Ndak di dunia, akhirat pun ada. Justru ndak lekang waktunya. Iya tho? :D
- Doa, ikhtiar & sabar.. Banyakin istikharah yuk. :)
- Sebenernya kisah tadi sindiran juga u/ kita para ikhwan si. Ditunggu2 tu proposalnya! :|
- Ah, maaf cuma pengen share ttg wanita yg menawarkan diri u/ dinikahi. Ane sendiri blm nikah kok. Cuma ingin menjawab pertanyaan bbrp shbt,
- Semoga bermanfaat.. Silakan dikoreksi, disampaikan ulang. Lebarin ladang pahala u/ kemudian dipanen di surga nanti. Insya Allah. Pamit.. :')
- Twit2 tadi bersumber dari berbagai bacaan, bukan perkataan & bukan juga penafsiran sendiri. :)
Dan ingat istri Rasulullah yang pertama dan tiada dimadu? Ya, beliau adalah Khadijah binti Khuwailid, salah satu contoh tepat wanita yg menawarkan diri dan kemudian dinikahi. Kepada siapa lagi selain kepada sang Nabi penutup, Muhammad bin Abdullah. :')
Wallahu a'lam bishawab.
Sumber asli: http://chirpstory.com/li/48756 dari akun @tomyaditias