Terkikisnya Kejujuran
Kejujuran terkadang diabaikan. Keegoisan memeras seseorang untuk bertindak tidak jujur. Bukankah kejujuran pondasi terpenting dalam sebuah hubungan? Kejujuran mulai terkikis karena sulitnya menahan napsu. Setiap insan kiranya memiliki keinginan yan besar dalam hidupnya. Berbagai cara dilakukan untuk menggapai setiap keinginannya. Tapi, haruskah bila tanpa kejujuran? Tidakkah mereka melihat ada yang sedih saat kejujuran terhempaskan? Ya, misalnya saja seperti penerimaan siswa baru. Tak ayal, banyak kebohongan di dalamnya. Tak jarang orang tua rela mengeluarkan uang, sebelum tes berlangsung, agar anak-anak mereka diterima di sana. Tidak sadarkah para orang tua itu bahwa mereka telah menjual anaknya. Mereka tidak percaya dengan kemampuan anak-anaknya. Hingga mereka rela mengeluarkan uang untuk itu. Bukankah itu kebohongan yang keji? Orang tua seharusnya mendukung anaknya dengan cara memberikan yang terbaik, memberikan pembelajaran yan maksimal, bukannya menyerahkan kemampuan anaknya degan UANG. Kejujuran hanya sebatas ilusi kehidupan. Kepada orangtua, cintailah anak-anak kalian dengan cara memberikan pendidikan terbaik. Kenalilah kemampuan anak. Anak-anak tumbuh menjadi cerdas karena orang tua yang bijaksana. [email protected]












