Work life in the middle of rainy season.
cherry valley forever

No title available
Doug Jones
Noah Kahan

roma★
No title available

titsay
untitled
ojovivo

Product Placement
Cookie Run:Kingdom Official!
todays bird
Misplaced Lens Cap

❣ Chile in a Photography ❣

oozey mess

No title available
sheepfilms

ellievsbear

tannertan36

@theartofmadeline

seen from United States
seen from Venezuela
seen from Türkiye

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Thailand
seen from United States

seen from United States

seen from Venezuela

seen from United States

seen from Czechia

seen from United Kingdom

seen from United States
@toshikoiko
Work life in the middle of rainy season.
Hello, Jakarta
2020 mengubah cara saya mengambil keputusan
Dari serangkaian kejadian maha dahsyat di tahun 2020, ada satu hal menarik yang saya pelajari. Ini tentang pandangan saya untuk mengambil keputusan.
Setiap harinya kita diperhadapkan dengan keputusan. Paling sederhana adalah pilihan makanan apa untuk hari ini. Kian dewasa, kita tak hanya mengambil keputusan untuk kita sendiri. Bisa jadi ada beberapa atau banyak orang yang menggantungkan hidupnya pada keputusan kita.
Selama beberapa tahun belakangan saya diperhadapkan dengan keputusan yang berhubungan dengan orang lain. Tentu pertimbangannya bukan soal saya saja; bikin kita lebih banyak berpikir. Duh.
Beberapa teman dekat tahu kalau saya adalah orang yang cukup keras dalam pengambilan keputusan. Bagi saya win strike itu penting! Saya tidak mau mengambil satu keputusan yang mengorbankan satu hal yang saya senangi atau saya pikir baik.
Misalnya, kalau saya ingin martabak keju, kacang, cokelat, wijen, dan wisman; saya lebih baik cari tempat lain kalau si penjual kurang satu pugas saja.
Namun dewasa kini, keputusan yang harus saya ambil bukan sekadar pindah tempat beli martabak atau tetap tinggal. Dulu daddy yang ambil keputusan, kemudian mama, lalu kakak saya. Sekarang? Saya yang mengambil keputusan untuk mama. Belum lagi di ranah pekerjaan. Keputusan saya bukan lagi sekadar: hari ini nongkrong di mana ya?
Tahun paling epik ini memberikan pemahaman baru bahwa satu keputusan seharusnya tidak menyenangkan semua orang. Memang tidak bisa.
Misalnya beberapa pemimpin negara yang memberlakukan lockdown ketat untuk memperluas potensi penyebaran Covid-19. Enggak sedikit yang membenci mereka, banyak juga yang memberontak. Sayang saja pindah negara enggak semudah pindah toko jualan martabak.
Kemudian yang tengah santer di Indonesia, PSBB kembali. Ini membuktikan bahwa keputusan yang kurang tegas tidak memperbaiki keadaan. Ibarat ngegas tapi enggak pindah gigi. Sama seperti keputusan ‘jalanin aja’ tapi enggak berani menikah.
Tentu ini mengubah cara saya berpikir. Sebuah pelajaran besar di tahun 2020 yang akan saya ingat terus. Saya mungkin harus belajar untuk menikmati martabak yang kurang satu pugasnya ketimbang marah-marah ke masnya atau pindah ke toko lain.
Look at the world around you. It may seem like an immovable, implacable place. It is not. With the slightest push—in just the right place—it can be tipped.
Malcolm Gladwell - The Tipping Point
We need facts and knowledge to create new ideas, but we also need time and mental space to let our minds make the connections between them.
Margaret Everton - Kinfolk The Design Issue
The trouble only arises when the desire for safety and security becomes the dominant theme of our lives.
Being sharp or develop your career
Setiap ketemu penulis, atau content creator gue selalu nanya: mau tajam di satu bidang atau mau pilih karir?
Treatmentnya jelas beda. Kalau mau di satu bidang ya harus banyak belajar soal itu. Harus cari tau, banyak nanya. Tau istilah. Improve tulisan. Ibarat kayak nulis buat orang yang paham; bukan buat pembaca umum.
Sementara buat yang pengin karir, harus coba nulis di semua bidang. Enggak perlu tajam banget, at least enak dibaca dan informatif. Kemudian fokus ke improve diri terutama people management, belajar ambil keputusan, pertajam insting. Terus liat peluang untuk bisa terus naik; sampai di jabatan yang diinginkan.
Kalau gue, jelas gue adalah tipe pembuat konten yang enggak sharp, yang gue kejar karirnya. Gue pernah nulis tekno, fashion, bahkan entrepreneurship gitu. Bisa, cuman dangkal aja gitu.
Tapi, pada akhirnya gue jadi kadung jatuh cinta sama kuliner. Walau telat belajarnya! Pft, and the perks of being editor is when you edit the articles. Jadi tau informasi banyak. Gue belajar banyak lah dari artikel kumparanFOOD.
And its all about you to develop the better self of you. Kalau enggak ditargetin, jadinya juga enggak efisien. Rentan mandek di tempat, terus enggak punya dorongan untuk push your self karena enggak ada tujuannya.
I remember when I thought there wasn’t room for me in your life. I’m not worried anymore. This is where I want to be
Danielle Steel - Family Ties
What is a date? A date is when two people, who hardly know each other, go out to dinner, and push their food around their plates nervously, while trying to ask as many questions as possible in the shortest possible time.
Danielle Steel - Dating Game
I Hate To Be a Follower
As a creative person, I always ask my self. How if I do this? Is it better if I make it? Should I start now or not now? Who is the right person for this project? Etc!
Despite of whatever circumtances, I push my self hard to not being a follower. I am easily inspired with a lot of things. Especially when I met a super talented person or after read a good articles. But, I never want to replicate what they do (even its a good thing) or any articles that I might think it was super good.
I love to create new things, on my own way. I like to do a/b test; whatever the result. And I am quite proud if there is any person just replicate my contents. As we know, the idea can be steal easily. But, to know that it was started by yourself, ummm for me, it was a happiest moment in my life.
And it also a sign, that I should create another idea :) Thank you, followers 🙌
Thank you 26
Terima kasih 26. Banyak gagal, banyak bikin salah, dan banyak coba hal baru. And I cried a lot.
Ternyata melihat kegagalan yang berimbas ke orang banyak itu sesakit itu. Jadi, belajar lebih serius, tanggung jawab, dan hati-hati untuk setiap keputusan. At least, lebih terarah.
And to take another responsibility after the failure was never easy. Takut banget salah. Takut banget kalau ternyata jadi stuck, tidak berkembang. Takut hanya mengulang kegagalan yang sama.
But thank you for all your trust. Percaya sama orang yang pernah gagal itu enggak gampang. And I count that as my favor. I feel blessed. Thank you.
And I am ready for 27. I promise my self that it will never easy. Pasti masih akan banyak bikin salah, but I would love to improve my self
Selamat pagi, jangan lupa makan siang
Saat prediksi sudah jelas, namun kita hanya nekat untuk mencoba. Kita sudah memproyeksikan masalahnya, membuat skema solusinya, namun hanya tidak bisa melakukannya.
Rasanya jangan ditanya. Lebih sakit daripada harus memendam rasa bertahun-tahun dengan seseorang yang mungkin tidak pernah sadar. Mengendalikan diri itu lebih mudah, daripada mengendalikan ketidakmampuan. Ketidakmampuan yang bahkan tidak bisa dipelajari, hanya tidak bisa dilakukan.
Lebih baik berhenti, daripada terus-terusan mencoba tapi mengalami kegagalan yang sama.
Terima kasih untuk mencoba :) Selamat pagi, jangan lupa makan siang.
Ngobrol soal isu atau berita hoax di Indonesia
Yes! Ini bakal straight to the point. Saya rasa teman-teman sudah tahu banget soal isu atau berita hoax di Indonesia yang sedang menjamur ini. Salah siapa? Waduh! Kalau benangnya ditarik itu panjang dan sudah kadung kusut sih.
Kalau ditanya asal muasalnya, spekulasi saya mengacu pada beberapa hal (yang saya nggak tahu urutannya). Pertama bisa jadi keinginan seorang penulis (jurnalis, content creator etc) yang ingin artikelnya banyak dibaca. So, mereka bikin judul yang mengundang, isi yang kerap beda sama judul, dan mengangkat isu yang sensitif. Yes! Asal mula artikel clickbait ini.
Kedua adalah masyarakat yang gampang terpengaruh karena ia tidak tahu. Sebenarnya mau bilang masyarakat yang terlalu malas untuk cari tahu, tapi takutnya kasar. Nggak apa-apa biasanya yang kasar potensi viral! (And yes, this is how clickbait content works). Mereka yang nggak tahu tapi keponya separah itu, akan gampang banget buka artikel clickbait terus ikutan benci atau suka sama subjek di artikel tersebut. Edannya, mereka ngejudge saja gitu. Padahal ya, ngarti juga kagak, tapi ikut-ikutan ngejudge.
Parahnya lagi adalah dua hal di atas gabung tuh jadi satu. Media (ecek-ecek) bikin isu karena tahu pembacanya bodoh, dan pembacanya ya percaya saja, terus ngeshare deh ke pembaca bodoh lainnya. BOOM begitu semuanya! Dan iya, kita semua lagi dibodohi isu yang sebenarnya nggak penting juga buat kita ikutin. Nggak ada faedahnya! Malah nambah musuh.
Terus solusinya gimana? Karena ada dua masalah ya pastinya ada dua solusi. Satu, ya kita sebagai individu, harus mau belajar! Jangan percaya dulu sama berita hoax. Cari dulu dari sumber terpercaya.
Dua, kalau masyarakatnya susah banget diajak pinter, ya media bikin konten yang mencerdaskan lah! Daripada bikin berita soal SEBUAH MISA GEREJA DIBUBARKAN, kenapa enggak memperbanyak berita soal indahnya keberagaman beragama? Kalau tahu masyarakatnya gampang dipengaruhi, ya bikin pengaruh positif!
Nah kalau nggak ya, udah bikin saja sistem media yang kayak di Korea Utara itu loh! Yang beritanya diatur supaya masyarakatnya nggak pada ribut-ribut! Daripada ga ada solusinya kan?
If it’s meant to be...
Danielle Steel pernah berkata satu kalimat di atas yang membuat saya tersadar bahwa sesungguhnya sebuah hubungan didasari oleh sebuah usaha.
Usaha untuk sekadar mengucapkan “Will you be my girlfriend?”. Bukan sekadar, kita jalanin saja...
Ada banyak cara untuk memulai satu hubungan. Namun, secara personal saya yakin kalau sebenarnya jauh di lubuk hati seorang perempuan, dirinya ingin ditembak. Dirinya ingin sekali ditanya, apakah kamu ingin menjadi kekasihku?
Sayangnya, banyak sekali pria yang mungkin agak sulit menyatakan perasaannya. Bukan karena tidak suka, melainkan hanya karena perasaan takut tertolak. Gengsi mungkin.
Namun kembali lagi, kata di atas. “If it’s meant to be, they’ll find a way to make it work eventually.” Kalau dia tidak menyatakannya, ya kamu mungkin belum meant to be.
Dan kamu. Kalau kamu suka dia dan menurutmu dia perlu kamu perjuangkan, just say it. Say how much you love him! Katakan seberapa kamu kagum dengannya.
At least you found a way to make it. But if it doesn’t work, at least you’ve tried.
Sejenak Berhenti
Tinggallah sejenak,
tak perlu lama
untuk kamu yang selalu berlalu,
sementara aku yang tak pernah beranjak.
Tidak perlu menatap,
tidak usah berpaling,
cukup berhenti
Jerihku sudah tidak mampu mengejarmu
Aku hanya tidak akan beranjak
Berharap suatu hari kamu berhenti
Walau aku tahu tidak akan pernah lama
Conversation should touch everything but should concentrate itself on nothing
Oscar Wilde (Kinfolk - Relationship Issue)
Chillin :)