Bagiku hati yang kosong sama rasanya dengan hati yang patah, ia memendam banyak luka dan air mata.
almost home
Three Goblin Art
No title available

JBB: An Artblog!
he wasn't even looking at me and he found me
taylor price
Alisa U Zemlji Chuda

No title available
Claire Keane

Origami Around

祝日 / Permanent Vacation

No title available
One Nice Bug Per Day
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
Sweet Seals For You, Always
Cosmic Funnies
No title available
Not today Justin

❣ Chile in a Photography ❣

seen from Chile
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Singapore
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Colombia
seen from Germany

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States

seen from Italy

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Canada
seen from Canada
@triardis
Bagiku hati yang kosong sama rasanya dengan hati yang patah, ia memendam banyak luka dan air mata.
Badai pasti berlalu, tegarlah, kuatlah, bertahanlah...
Tidak ada yang pernah tau, di jalan mana hati kita akan menuju Tuhan.
Jangan ragukan dirimu. Berbanggalah !!!
- Mengecewakan sekali ketika menyadari bahwa ternyata yang paling meragukan kita adalah diri kita sendiri. Lalu siapa lagi dan bagaimana lagi kita akan membesarkan hati dan melapangkan dada?
Jangan benci dirimu sendiri, hidup ini sudah cukup susah saudara-saudaraaa!.
Be the kind of person who isn’t afraid to ask someone if they are okay twice if they say they are, but look like they aren’t. Be the kind of person who smiles at people even if they don’t smile back. Be the kind of person you wished for when no one was there for you. Be the kind of person who is brave enough to stand alone in a crowd for what is right. Be that person because we need more people like that in the world. Be that person because people like that are rarer than the rarest diamonds and gold.
Anonymous (via wnq-anonymous)
Rumah adalah titik awal kita mengenal dunia. Jangan lupakan.
26/08/16
Tidak pernah bermaksud membagi kesedihan, atau sifat alay dan kekanakan saya pada orang lain sebenarnya. Kalaupun apa yang saya bagikan disini nampak melankolis, sebenarnya saya hanya sedang berusaha menasehati diri saya. Setiap orang punya cara masing-masing dalam menyemangati, menghibur dan menasehati diri sendiri. Bebas. Jika twitter seperti warung kopi dimana informasi menyebar begitu cepat, instagram seperti art galery dimana moment indah dan penting dipajang rapi, facebook seperti pasar malam dimana orang tua maupun muda berbaur dengan keriuhannya, kawan lama saling bertemu kembali dan bertegur sapa, maka menurut saya tumblr adalah lautan lepas, tempat cari inspirasi, tempat berkontemplasi maupun sekadar meracau membuang gundah. Sejauh ini saya suka.
Suatu hari hatimu terasa begitu hancur, tapi kamu masih berdiri tegak menyembunyikan tangis. Kamu tegar.
Tuhan mengatur hidup manusia, yang harus terjadi maka terjadilah.
Kini kita berjalan masing-masing tanpa tau persimpangan manakah yang akan mempertemukan kita kembali. Di dada rasanya begitu menyesakkan, tapi aku percaya takdir punya banyak cara mempertemukan kita.
Apa artinya kehilangan demi kehilangan jika kita tak kunjung pandai menghargai apa yang kita miliki saat ini? Semoga yang hilang dan yang dicari kunjung ditemukan...
Aku belum pernah berusaha mengingat seseorang sekeras ini sebelumnya. Menyelesaikan kebingungan demi kebingungan. Aku mencari jalan menuju hatimu, tapi tersesat karena tidak punya cukup keyakinan.
Ini hanya masalah permainan takdir. Seperti kidung malam yang akan segera usai, jangan terlalu diratapi meski hati ingin. Waktu itu pasti tiba, ketika mimpi-mimpi itu akhirnya jadi nyata. Tangguhlah. Tunggulah.
Jika kamu mengenal aku sebagai pribadi yang jarang mengeluh, tegar, mandiri, berani dan kuat, itu adalah ayahku yang mengajarkannya. Jika kamu mengenal aku sebagai pribadi yang lembut, sabar, santun dan sederhana, itulah ibuku yang mengajarkannya. Jika kamu mengenalku sebagai pribadi yang tidak banyak menuntut dan mudah mengalah, itulah kakak dan adikku yang mengajarkannya.
Air beriak tanda tak dalam, air tenang menenggelamkan.
Fokus pada tujuan yang kau tuju. Tak usah melihat tujuan orang lain, cara mereka meraihnya, dan sudah seberapa jauh mereka berlari. Memperhatikan orang lain hanya akan membuat dirimu mensugesti bahwa kau masih diam di tempat padahal kau sudah berlari sejauh ini.
(via mbeeer)
So true