OTW
1. Marugame udon
2. AEON sushi
3. IKEA resto (swedish)
4. Turkish Pizza
5. Zenbu - mozaru
6. Yoshinoya
7. Yakinikuya
Cosmic Funnies
Lint Roller? I Barely Know Her
sheepfilms
Stranger Things
d e v o n
$LAYYYTER
TVSTRANGERTHINGS
NASA
Three Goblin Art
i don't do bad sauce passes

pixel skylines

Kiana Khansmith

shark vs the universe
Peter Solarz
h

No title available
Misplaced Lens Cap
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

⁂

oozey mess

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States

seen from Belgium
seen from Mexico
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Germany

seen from Australia

seen from United States

seen from United Kingdom

seen from Malaysia

seen from United States

seen from United States
seen from Canada

seen from Azerbaijan
seen from United States

seen from Germany
seen from United States
seen from United States
@trissaa
OTW
1. Marugame udon
2. AEON sushi
3. IKEA resto (swedish)
4. Turkish Pizza
5. Zenbu - mozaru
6. Yoshinoya
7. Yakinikuya
Capek? Iya!
Penuh banget rasanya pikiran. Di sekolah yang selama beberapa tahun ini menjadi tempat ternyaman, sekarang berasa jadi ....ahsudahlah. Tiap hari masalah. Tiap hari emosi. Tiap hari berasa jadi orang jahat. Ya Allah.
Biasanya walaupun banyak tugas dan masalah, bisa tetap haha hihi di sekolah, dibawa enjoy, bercanda satu sama lain. Lama lama selesai juga. Tapi sekarang? Semakin hari bukan makin selesai tapi malah makin numpuk. Ya Allah kuatkan kami!
Guru Tegas, Bukan Berarti Nggak Bisa Dekat dengan Siswa
Kalo ditanya guru yang tegas (bahasa halusnya), pasti namaku ada dalam daftarnya. Di saat banyak guru yang kulihat mencoba ingin dekat anak-anak, dengan cara memberikan kelonggaran peraturan, misal maunya dianggap kayak teman, touching yang berlebihan, ngobrol tidak ada batasan, boleh makan di kelas, boleh ini dan itu. Agar menjadi guru favourite anak-anak. Kok rasa-rasanya aku jauh dari rasa ingin seperti itu ya. Setiap orang punya pemikiran berbeda beda tentunya. Punya cara yang berbeda-beda juga. Tapi kalo aku sendiri lebih memilih gapapa banget dianggap galak, tegas, dan apalah itu. Yang terpenting ilmu yang aku berikan sampai ke mereka dan nantinya saat mereka sudah dewasa bisa mengingat bahwa hal yang ternyata tidak mereka sukai ternyata malah yang membentuk karakter baik mereka. Yang ternyata bermanfaat bagi kehidupan mereka selanjutnya. Tapi juga tetap ingat porsi. Ada kalanya tegas, tapi ada kalanya juga lembut, bercanda, dan adakalanya bisa jadi orang yang paling dicari jika anak-anak mau cerita.
Alhamdulillah. Sampai detik ini, setiap apapun itu yang terjadi di kelas, anak-anak selalu mencariku. Sampai bilang "ustadzah sibuk gak hari ini? Saya mau konseling." Atau "ustadzah kapan ada waktu saya mau cerita." Atau "ustadzah saya mau minta saran ustadzah." Bahkan ada yang sampek gak tenang kalo gak cerita ke aku. Pernah waktu itu ada yang bilang "ustadzah saya mau cerita sekarang ya." Aku bilang, nanti saja saat istirahat siang ya. Saya masih ada jam mengajar lagi setelah ini. Dan dia menjawab, "cuma sebentar saja ustadzah, saya gak tenang, nanti siang masih lama." Maa syaa Allah. Tapi di satu sisi kalo ditanya guru yang tegas di sekolah siapa ? Namaku pasti ada di 3 besar. Urutan 2 lah. Karena urutan 1 sudah pasti guru BK senior wkwk.
Ya begitulah. Surprisingly, saat ada siswa yang ditanya oleh konselor dari luar. Ada orang yang kamu anggap dekat? Ada. Guru. Ustadzah saras. Saya sering cerita ke ustadzah saras.
Apa salah satu omongan ustadzahnya yang kamu ingat? "Jadi dirimu sendiri, percaya diri, kamu bisa. Yang harus kamu tau, gak semua orang itu jahat. Masih banyak orang baik di sekitar kamu."
Untuk kamu calon imamku
Agak malu sih nulis ini. Tapi kayaknya seru juga mempersiapkan tulisan yang nantinya bisa aku tunjukkan ke kamu.
Sabar ya dalam penantian pertemuan kita. Sabar dulu sebentar lagi, aku masih mempersiapkan diri. Masih banyak yang perlu aku perbaiki dan pelajari agar nanti saat bertemu kamu aku benar-benar siap menjadi istri yang baik. Tapi kalaupun nanti ternyata aku masih banyak kurangnya, tolong kamu bersabar lagi ya. Kasih tau aku, arahkan aku, bimbing aku dengan cara yang baik.
Update kabar yuhuuu!
Lanjutan cerita anak dengan nama Jepang. Besoknya aku kirim hadiah buat dia. Karena tarif belajarnya cukup mahal yang aku kasih dan orangtuanya bener-bener gak complain sama sekali dan malah baik banget. Anaknya juga nice, jadi gapapalah kirim hadiah buat nyenengin si anak. Dan setelahnya dapat kabar yang bahagia karena nilai ujiannya udah keluar. Alhamdulillah mostly 100. Alhamdulillahilladzi bini'matihi tatimush shalihat.
ANAK BARU, NAMA JEPANG
Sepekan ini diminta "menemani" belajar anak kelas 1 SD, international school. Karena pekan ujian jadi belajar semua mapel sesuai jadwal ujiannya. Orang tuanya sedang dinas ke luar kota.
Di awal ketemu, anak ini udah skeptis banget menatap aku sambil bertanya "belajar apa? Piano? English? Mandarin?" dengan muka jutek.
Wadaw, berat nih berat, tidak ramah bintang 1. Kujawab dengan senyum sumringah dan sksd "belajar matematika ya hari ini." Dan blablabla basa basi lah nanya nama dan sebagainya. Selama proses belajar, kasih umpan bercanda dan ngobrol receh, eh kena umpannya. Ehehe. Alhamdulillah hari pertama dah cair. Tidak seberat yang terpikir.
Sampai di hari kelima, hari terakhir. Ibunya bilang agak sorean aja soalnya dia ada ngaji dulu. Oh oke. Sejam lebih sore dari biasanya. Aku baru sampek depan pager rumahnya, dia udah lari jemput aku, sambil senyum lebar "aku kira hari ini miss gak dateng, kok lama banget nyampeknya." Duh gini aja terharu. Lucunyaaa.
Pas di akhir-akhir belajar, dia ngasih tau besok dia ulang tahun. Terus mukanya berubah sedih, "besok miss gak kesini lagi dong."
Hmmm jadi sedih juga. Karena udah mulai nyaman ngajar dia, kukira akan capek dan ribet, karena selama ini lumayan memilah kalo mau ngajar anak kecil. Tapi ini, anaknya cerdas, benar-benar definisi menemani belajar.
Semoga Allah pertemukan kembali.
Bismillah, Target!
Berqurban 2023
Menikah 2023/2024
Bangun rumah + perabotan 2023 - 2026
Menabung untuk umroh 2026 - 2031
Mudahkanlah yaa Allah
Trust Issue
Aku jarang sekali menaruh ekspektasi tinggi ke orang. Karena aku sendiripun sangat takut jika ada orang lain yang menaruh ekspektasinya ke aku. Ekspektasi yang ku maksud bukan tanggung jawab tentang pekerjaan tapi lebih ke sikap dan perasaan.
Misal dia berharap aku akan peka jika dia sedang sedih. Dia berharap aku orang pertama yang membantu jika dia sedang kesusahan. Dan sebagainya. Aku sangat takut sekali dengan ini. Ini bukan pembelaan, tetapi memang ini yang terjadi. Karena aku tau, aku bukan orang yang multitasking. Jadi jika sedang fokus dengan urusanku maka aku akan mengabaikan yang lainnya. Terkesan egois memang. Tetapi jika sudah fokus dengan hal lain atau orang lain, ya aku akan fokus dengan orang tersebut. Maka dari itu kadang aku terlihat sangat peka kadang juga terlihat sangat cuek.
Ini juga sebabnya kenapa aku sangat meminimalisir minta tolong ke orang lain. Bukan berarti gak pernah ngerepotin atau gak pernah minta tolong ke orang, tapi bener-bener harus pilih-pilih banget dan emang hal yang diluar kendaliku. Karena aku takut berhutang budi dan aku takut jika kemudian hari orang tersebut berharap hal yang sama seperti yang dia lakukan ke aku.
Ada Pelangi Setelah Hujan Turun
Kemarin sempet nangis sesenggukan, hati rasanya sakit sekali, bertanya apakah selama ini udah bener caraku mendidik mereka? Takut. Takut apa yang aku lakukan selama ini, yang aku pikir sudah benar tetapi malah menimbulkan efek tidak baik pada masa depan mereka. Mulai introspeksi lagi. Lanjutkan atau hentikan?!
Daaaaaan
Hari ini (03/06/22) dapat kenyataan yang membuat lega dan seneeeeeeng banget. Lebih dari yang aku bayangkan. Ternyata banyak yang masih sayang. Duh jadi terharu. Banyak yang ternyata suka dengan caraku. Kegalauan kemarin terjawab sudah, terima kasih yaa Allah. Langsung diberikan jawaban kontan. In syaa Allah akan terus melanjutkan cara ini dan lebih baik lagi tentunya.
Bonus juga yang bikin tambah terharu dapat sepucuk surat dari salah satu anak. Maa syaa Allah bahagianya.
Fighting!!!
Sebaik apapun kamu, sepositif apapun hal yang dilakukan pasti ada saja orang yang tidak suka atau tidak cocok denganmu. So, it's not a big problem.
Hai
Aku sudah menanti. Perjalananmu sudah sampai mana? Maaf ya aku masih begini-begini aja, belum berubah jadi lebih baik. Gini kok aku udah gak sabar ketemu kamu. Semoga nanti kamu sabar ya ngadepin sikapku. Bantu aku sabar juga nanti ngadepin sikap kamu. Semoga kita bisa sama-sama saling berjuang. Berjuang untuk bertemu. Berjuang nantinya jika sudah bersama. Saling mengingatkan tanpa menghakimi.
🥰
Strong Women
Kira kira nanti mau ngebentuk anak pertamaku seperti apa ya? Kalo bisa jangan ngerasain kayak aku. Berat dek.
Harus bisa diandalkan semua mua orang. Harus bisa nguatin orang-orang sekitar padahal diri sendiri sebenernya rapuh. Harus bisa jadi sandaran orang orang sekitar, padahal diri sendiri butuh tempat bersandar. Harus bisa mencari solusi dan nyelesaiin masalah orang sekitar, padahal masalah sendiri pun juga banyak dan perlu diselesaikan. Harus bisa jadi sok motivator, padahal diri sendiri juga butuh motivasi.
Walaupun kadang capek, tapi alhamdulillah jadi bisa bermanfaat bagi banyak orang. It's ok. But, kamu harus bisa lebih bahagia menjalani kehidupanmu nantinya, jangan ada beban yang seharusnya bukan menjadi bagianmu. Semoga ya nak.
Rasanya sakit banget.
Disaat kamu selalu berusaha maksimal untuk orang lain tetapi masih tetap saja dirasa kurang dan masih jauh dari apa yang diharapkan. Kenapa gak bisa jadi anak yang baik sih Put.
Astaghfirulloh.
Target,
In syaa Allah,
Atas izin Allah,
Bangun rumah akhir tahun 2022! Aamiin.
Testimoni?
[12/5/2021, 5:15 PM]
Assalamualaikum
Jazakumullah khairan yang telah membantu saya sebagai orangtua Kh. Setelah saya perhatikan ada banyak perubahan terhadap sikap anak di rumah. Sejak anak konseling, kh lebih terbuka dan mau bercerita.
Terimakasih atas nasihat dan motivasi untuk tegar dan semangat dan saya lihat sifat yang mudah tersinggung sudah mulai kh atasi.
Saya juga sebagai orangtua selalu memberi kh motivasi dan semangat serta menasehati agar jangan mudah tersinggung. Sekali lagi Jazakumullah khairan yang membantu saya selama di sekolah.
[2/21, 9:35 PM]
Assalamualaikum
Jazakillah khairan ustadzah. Sudah membantu saya dan istri yang membimbing kh. Alhamdulillah, sudah banyak perubahan dalam sikap kh dan terbuka. Dan juga ustadzah lainnya dan ustadz lainya yang membantu dalam tauhid dan aqidah. Ada yang membuat saya dan istri tersentak dan haru. Sekali lagi jazakillah khairan titip salam buat ustadzah dan Ustadz lainya.
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Masalah datang untuk diselesaikan
Selesaikan masalah satu per satu. Allah sudah mempersiapkan solusinya. Tenang. Sabar. Tetap berusaha jadi baik, walaupun belum baik.
H
Kalo lagi H bukan kulit aja yang jadi sensitif, muncul jerawat, gk bisa nyoba skincare baru. Hati juga. Gampang sakit hati, baper, menyalahkan diri sendiri. Astaghfirulloh.