ROSSONERI SKYLINE #pallet #art #red #black #seattle #color #reuse
Cookie Run:Kingdom Official!
Fai_Ryy
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

izzy's playlists!

bliss lane
No title available
No title available
ojovivo
todays bird
Lint Roller? I Barely Know Her
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

Discoholic 🪩

roma★
One Nice Bug Per Day

No title available
YOU ARE THE REASON
occasionally subtle

No title available
Not today Justin
Game of Thrones Daily
seen from United States

seen from Argentina

seen from Italy
seen from Bangladesh

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Brazil

seen from United States
seen from Saudi Arabia

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Germany
seen from Brazil

seen from United States

seen from Austria

seen from Colombia
@tuanrakyat
ROSSONERI SKYLINE #pallet #art #red #black #seattle #color #reuse
PANTURA (ALMOST) #color #pallet #reuse #wedanganpukwe #art #lego
SOTO KERBAU "SIAPA SANGKA" #soponyono #soto #kuliner #Kudus
TUAN ERNESTO
ESTEHKRAMPUL #WEDANGANPUKWE
GLADAG BERSERI
MENIQA
HEY, KAK ALI!
TOIL-ART
JACK O' LANTERN
BU AGENG
MERAH BUKAN MARAH
PRING
WEDANGAN
Platonis
Rahayu, Diskusi dengan A. Setyo Wibowo SJ, Filsuf Platonis STFD, menjadi menarik untuk saya sajikan lagi, dengan pertanyaan sama; mengapa orang jahat tampak menang? Saya sajikan sebagai berikut; Di salah satu episode diskusi Politeia, Glaukon mereformulasi ulang pendapat Thrasymakhos (lawan debat Sokrates yang paling tak bisa ditundukkan)yang membuat apalogi kejahatan dengan mengatakan : di mana-mana orang yang tidak adil itu bahagia! Dan puncak ketidakadilan adalah ketika orang berhasil melakukannya sambil menampakkan citra diri sebagai adil! - orang yang tidak adil biasanya malah kaya raya, enak, dan bisa mempoles citranya sebagai tokoh adil dan penuh belas kasih (bikin proyek beasiswa, bikin sekolah, bikin award-awarda-an segala) - orang ini, namanya juga orang tidak adil, akan banyak teman dan uang untuk mereparasi citra dirinya bila ada kritik-kritik atasnya - dan orang ini, dengan uangnya bisa "menyogok tuhan" (sejauh tuhan dipahami sbg suka diberi persembahan dan hewan kurban, sejauh tuhan katanya akan menghapus dosa kita kalau hewan kurbannya makin ciamik....lha orang yang tidak adil justru punya kans besar untuk masuk surga karena tuhan pun dia tekuk!) Glaukon melanjutkan uraian Thrasymakhos sbb: sebaliknya, orang yang adil dan baik itu de fakto di mana-mana sengsara! - orang yang adil dan baik biasanya tidak peduli citra diri! - orang yang adil dan baik biasanya banyak digosipkan dan difitnah! - dan karena ia tidak peduli citra diri, maka ia biarkan saja semua fitnah itu sampai semua menjadi terlalu parah dan akhirnya si orang adil ini mesti masuk penjara, dihukum, dipukuli dan dan dipaku (catatan: menarik bahwa di Politeia ini kita temukan juga figur "hamba yahwe yang menderita, yang disiksa dan dibunuh meski tidak ada kepalsuan di mulutnya") Nah, setelah bercerita seperti itu, lalu saya memberikan pertanyaan retoris kepada floor: "apakah anda siap untuk menerima nasib orang baik yang sengsara?" Platon percaya pada kebaikan. Nasib gurunya Sokrates yang dihukum mati secara tidak adil tidak membuatnya mundur memperjuangkan keadilan dan kebaikan. Silahkan menempatkan posisi kita, atas peristiwa yang tengah terjadi ditengah hidup pikuk oligarki di Jakarta. Semoga bermanfaat sebagai pencerahan. Rahayu.
GUARDIAN OF THE RAIL
REAL RAIL