Belum Move On
Hai.. Ini masih aku lagi
Aku tahu, butuh keberanian besar untuk mengakui hal memalukan ini
“Aku masih saja ingat kamu.”
Mau makan, tidur, mandi, kerja, bahkan ketika bermain bersama teman-temanku Aku tahu, mungkin kamu tidak Karena bersama seorang yang baru, kamu pasti bisa setidaknya lupa (padaku), kan?
Mungkin surat ini akan tersimpan rapi dalam lemari di kamar tidurku Mungkin juga, aku akan nekat mengirimkannya padamu Entah.. Namun yang pasti Menuliskan ini aku tak ingin menyesal Pun tak ingin berpura-pura kuat bahwa aku sudah move on darimu
Ah ya, satu frasa itu Move on Masih saja tabu untuk diakui Belakangan ia jadi mahal dan antik untuk dikatakan Padahal, kupikir apa yang salah dengan sebuah kejujuran? Toh aku tak meminta apalagi memaksamu untuk terus bersamaku Hal yang kutahu, sudah sejak lama kau enggan, kan?
Bila saja nanti surat ini kau terima Anggaplah kau tak pernah membacanya Lalu berpura-puralah tak terjadi apa-apa Barangkali, saat bertemu denganmu aku pun masih belum move on Siapa yang tahu
Kau tahu, bahwa melihat seorang yang masih disayang bersama orang lain Itu menyakitkan, kan?
Medan, 20 Maret 2016
- Tia Setiawati
Jleb










