Di rentang usia ini, kita akan dihadapkan pada kebingungan meniti karir. Bertanya-tanya tentang pekerjaan apakah yang tepat untuk kita jalani seumur hidup. Di tengah kebingungan tersebut, ada banyak kesempatan yang datang silih berganti. Kesempatan yang kamu tahu, penuh dengan pengorbanan, tinggal kamu mau berkorban atau tidak.
Ada juga orang-orang yang memanfaatkan kebingunganmu dengan menyediakan janji bahwa kamu bisa menjadi blablabla dengan mengikuti jejaknya. Seolah-olah, dengan menjejaki jalan yang sama kamu pasti akan menjadi sepertinya.
Jangan terlambat menyadari bahwa akar dari kebingunganmu adalah karena kamu tidak mengenal dirimu sendiri, apa yang sebenarnya kamu cari?
Di rentang usia ini, selalu temukanlah alasan paling mendalam mengapa kamu menjalani pekerjaan yang ada saat ini. Alasan-alasan yang mungkin tidak lagi terikat dengan duniamu, tidak terikat dengan dirimu.
Seperti kamu bekejar untuk membantu keluarga, membantu adik, membantu orang lain, dan hal-hal di luar dirimu. Saat itu kamu tahu, bahwa pekerjaanmu saat ini benar-benar mengalahkan egomu. Dan pertarungan antara egomu dan keadaan itulah yang membuatmu bimbang, kan?
Di rentang usia ini, selalu temukanlah alasan untuk bersyukur meski sulit. Dalam keadaan sulit, keadaan yang tidak sesuai dengan ekspektasi dan kehendak hati, bersyukur adalah hal yang tidak mudah. Tapi justru sebenarnya di situlah letak jalanny, bagaimana membuat hati kita lebih tentram dalam menjalani kebingungan ini.
Pernah tidak kamu mensyukuri hal-hal lain di luar kebingunganmu soal pekerjaan?
Orang tua yang utuh, tidak bercerai meski kamu masih bersitegang soal masa depan dengannya. Finansial keluarga yang cukup bahkan lebih sehingga kamu tidak perlu pusing memikirkan keuangan saat menempuh pendidikan. Pendidikan dalam keluarga spt moral dan agama yang baik dari orang tua, sebab mereka cukup paham tentang itu dan itu menjadi bekal kepribadianmu saat ini. Tidak terlilit hutang sampai menceria-beraikan impianmu untuk berkorban lebih bagi keluarga. Menikah dan mendapati pasangan yang baik, yang mendukung tujuan-tujuanmu. Mental yang sehat dan lingkungan yang kondusif untuk terus bertumbuh.
Pernah tidak di tengah kebingungan soal pekerjaan, kita berhasil menempatkan rasa syukur kita tersebut? Sesuatu yang mungkin tidak pernah dimiliki oleh orang lain saat ini, di saat kita mengalami fase yang sama.
Yogyakarta, 11 Januari 2019 | ©kurniawangunadi