“Tak apa. Aku sudah biasa. Pergi saja. Seperti semua orang yang dulu pernah berjanji untuk akan selalu ada. Aku sudah biasa.”
— (via mbeeer)
almost home
noise dept.
$LAYYYTER
Stranger Things

Andulka
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
taylor price
Peter Solarz
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

izzy's playlists!
Not today Justin

JBB: An Artblog!
Jules of Nature
🪼
ojovivo
hello vonnie
todays bird

oozey mess
styofa doing anything

roma★

seen from Italy

seen from Germany

seen from Vietnam

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from Malaysia
seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@tulisanrambi
“Tak apa. Aku sudah biasa. Pergi saja. Seperti semua orang yang dulu pernah berjanji untuk akan selalu ada. Aku sudah biasa.”
— (via mbeeer)
Dear you,
Makasih yaa... you are there when I am in need. You give me clue when i am clueless. You show me light when I feel all is getting darker.
I have no idea why universe let me meet and know you.
We were totally strangers. I never expected to find a good friend via anonim apps like we did.
Maybe universe let me know and meet you to be one who supports me much since I have no one to be depended for some particular things.
God knows that I am so grateful to have you in life... especially at this stage of life.
It might different story if I met you when I was 20's.
I love you.
Please don't take this as romantic thing.
Please take this as my gratitude for being so good in my life.
I can't deny that he successfully take space in my heart and makes me feel like finding a light when all is getting darker.
Why it has to be him?
I never understand what universe try to tell me.
What I know is, I find my resting place everytime I feel tired, bored and clueless.
Is he my home??
Will he??
I do not know.
God knows...
Why?
I don't know
Akan ada masanya, kelak ketika orang tua kita lebih mudah tersinggung dengan hal-hal sederhana. Merasa yang paling tersakiti padahal dunia tidak sejahat itu. Merasa orang-orang tidak peduli padahal hanya beliau saja yang tidak lagi mampu memahami: cinta anak-anaknya hadir dengan cara yang berbeda.
Akan ada masanya berbicara dengan Ibu tidak lagi seperti dulu. Harus lebih sabar, harus pelan-pelan, harus mengayomi. Terbalik. Terbalik dari masa kecil.
Akan ada masanya kesabaran kita diuji dengan menuanya orang tua kita sendiri. Penglihatan berkurang, pendengaran berkurang, tenaga yang berkurang, tapi emosi yang kian bertambah menjadikannya mudah marah.
Jika nanti Allah izinkan kita sampai pada masa itu, semoga Allah kuatkan pundak untuk tetap sabar dan berbakti, membalas budi yang mungkin tak akan pernah lunas.
Yaya - ditulis sebagai hikmah dari melihat Ibuk dan Bapak merawat Eyang.
Lelah bukan menyerah
Mulai bosan dengan kata-kata "Aku kangen" Mulai lelah dengan kalimat "hey, udah di rumah? Aku telpon ya sebentar lagi." Mulai malas dengan pertanyaan "Lagi di mana? Udah makan?"
Ritual ritual sebuah hubungan cinta mulai kurang menarik hati. Keindahan dalam menjalani komitmen mulai terasa biasa dan standar.
Mungkin benar kata seorang penyanyi. Butuh ruang sendiri. Agar paham rasanya sepi.
Lalu, bagaimana jika sudah terlalu sepi? Ramaikan kembali dengan riuh rasa yang sedari dulu selalu ada.
Semua akan baik-baik saja. Seperti sebelumnya.
Ini hanya bosan bukan mati rasa.
Ini hanya lelah bukan menyerah.
Handling and controlling emotions.
Are the difficult things in my lyfe.
Dasar, si kepiting! 🦀
Kadang suka kesel sama diri sendiri. Kenapa terlalu peduli sama orang. Terlalu ga pengen ngeliat orang kesusahan, kelelahan, kesakitan. Maunya ngeliat mereka senang, sehat, baik baik saja.
Sebel karena rasa peduli ini suka ga dianggap ada. Suka dianggap berlebihan. Suka dianggap sesuatu yang hanya ingin dipamerkan lalu dipuji.
I really want to be ignorance. I really want to pretend I don't know or see anything. But, I can't...
Yeah, sounds too much.
Sorry ~
Jarang lelah tubuhnya tapi sering lelah hatinya.
Pragiwaksono, which relate with me so much.
Dalam Mimpi
Kita bertengkar hebat. Entah apa yang diributkan. Tidak jelas. Yang pasti aku merasa kesal sekali denganmu, lalu aku berkata "udahlah, kita sampai sini aja." Aku berlari menjauh, dan kau terus mengejarku. Aku membentakmu "Ngapain sih ngejar terus?! Kan ku bilang udah!"
Lalu kau seperti tertawa kecil, lalu berkata "nanti juga kamu balikan lagi sama aku." Aku membantah "Ngga akan!" Sambil terus jalan menjauh.
Lalu kau tersenyum dan berkata "percaya deh pasti kita bakal sama-sama lagi."
Aku mendengus kesal.
Lalu terbangun ~
Semua terjadi dalam mimpi.
Wanita ini: "Kenapa pilih pindah ke toko buku?"
Pria itu: "Bosan aja dengan kerja kantoran. Enakan kayak gini, tiap hari bisa tau buku baru dan baca pas sepi." Tangannya sibuk menata buku di rak, lalu melanjutkan kalimatnya "sekalian biar bisa ketemu cewe yang hobi baca kayak kamu." kemudian menoleh tersenyum manis.
Let Go and Let God
Terima kasih buat kejujurannya. I can feel it comes from your deepest heart. Aku senang :)
🐻
'Cause all of the stars, are fading away. Just try not to worry you'll see them some day...
Take what you need and be on your way..and stop crying your heart out.
Damn!
Mulai membaik. Semoga akan tambah baik, lebih baik dan selalu jauh makin baik.
Semesta tidak pernah salah. Waktu tidak pernah kembali tapi berjalan maju. Amin.
Aku adalah dia yang selalu kau sebut dalam pinta kepadaNya.