Pic from @grafolio_official
→ Butuh Lebih Dari Sekadar “Apa Kabar?” ←
Beberapa kali aku hendak menghubungimu. Sekadar bertanya “apa kabar?”. Sesuatu yang kurasa klise untuk kau dengar.
Bertahun-tahun takkudengar kabarmu. Aku bahkan taktahu lagi kau ada di mana. Apakah kau sudah memaafkanku. Dan apakah kau sejenak saja pernah bertanya-tanya bagaimana kabarku.
Aku tahu. Percakapan terakhir kita begitu asing dan canggung. Aku bersusah payah mencari cara agar kutemui kau yang dulu. Kau yang suka bicara semua hal, sampai aku tak mengerti mengapa jutaan tema bisa kau bicarakan setiap hari. Kau yang suka tertawa renyah pada hal-hal sederhana dan bahkan tak penting, yang kau temui di jalan. Kau yang selalu tak pernah bosan mengingatkanku untuk makan. Padahal, apa kau tak tahu bahwa aku ini tidak tahan kelaparan? Kau yang begitu peduli. Padahal aku seringkali begitu menyebalkan.
Aku tahu, butuh lebih dari sekadar “Hai” untuk kembali pada kita yang dulu. Aku tahu, butuh lebih dari sekadar “Apa kabar?”, untuk kita mampu sehangat dulu. Sayangnya, kurasa kita sama-sama tak mampu.
Bukan. Ini bukan perihal ego dan gengsi kita yang barangkali membesar seiring waktu. Ini perihal: ada hati yang lain yang harus kita jaga sejak awal.