Bersih bersih draft tumblr
wallacepolsom
tumblr dot com
ojovivo

izzy's playlists!

Discoholic 🪩
KIROKAZE

❣ Chile in a Photography ❣
todays bird
I'd rather be in outer space 🛸
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
we're not kids anymore.

roma★
Peter Solarz
almost home
Lint Roller? I Barely Know Her
Game of Thrones Daily

PR's Tumblrdome
𓃗

No title available
d e v o n
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States

seen from Hungary

seen from Australia

seen from Malaysia

seen from Germany
seen from United States

seen from Chile

seen from Germany
seen from United States
seen from France
seen from South Africa

seen from Germany
seen from United States
seen from United States
seen from Vietnam
seen from United States
@ujihafidz
Bersih bersih draft tumblr
The forest is ancient, strong and wild, and at its core, it’s about growth, renewal and freedom.
Kemeja Andalan
Saya punya kemeja flannel berwarna biru kotak-kotak. Sudah cukup usang, hampir lima tahun umurnya. Entah kebetulan atau tidak, selalu saja kemeja itu yang dipakai saat potret saya diunggah ke media sosial. Seolah itu kemeja andalan yang memang satu-satunya yang saya miliki. Sampai tulisan ini dimuat pun kemeja itu selalu hadir bersama potret saya.
Pesan cinta dari Wall's
Karambia Condong
-If you are doing good, nothing to lose.- Pesan yg sangat berkesan, walau didapat hanya dari meme lucu-lucuan. Saya coba cari terjemahannya, dan mengertilah saya bahwasannya “jika kamu berbuat baik, tak akan rugi”.
Keliling Kota (Bagian-2.Finale)
Jika tak ingin sampai ke kota lama, beri lampu sein kanan saat tuan/nyonya dapati sebuah taman di pinggir teluk, taman Meohai. Dan sisirilah jalan pinggir teluk. Sepanjang teluk ini banyak warung pisang epe dan saraba, yang ramainya di atas jam lima sore, lebih malam lagi akan makin ramai dg karaoke remang yang berjejer persis di bibir teluk. Kebi, begitu orang sini menamai pusat keramaian malam pinggir teluk ini. Agak jauh meninggalkan Kebi menuju jalan bypass, tuan/nyonya akan dapati dua buah bundaran yang berdekatan.
Pertama akan terlihat papan reklame besar di tengah bundaran. Ya, bundaran reklame atau bundaran tapak kuda. Papan iklan/reklame besar di tengah bundaran ini jadi sarana promosi. Mulai dari iklan produk, iklan layanan masyarakat, iklan acara kota, hingga iklan pencalonan kepala daerah.
Nah lurus terus sekitar 200 meter terdapat bundaran dg ornament pipa besi yg dibentuk menyerupai tugu, inilah bundaran stainless. Mungkin pipa-pipa besi tersebut antikarat hingga dinamai begitu.
Mengambil arah kiri dari bundaran stainless tuan/nyonya akan dibawa sampai di jembatan triping. Kenapa jembatan triping, entahlah, mungkin dulunya banyak tempat goyang triping di sekitaran sini. Lurus terus dari jembatan triping ada bundaran lagi. Bundaran Abunawas, persis di sebelah rumah sakit Abunawas yang sekrang sudah berganti nama menjadi Rumah Sakit Umum Kota.
Dari bundaran Abunawas yg bercabang dua, tuan/nyonya ambil terusan jalan yg mengarah ke Anduonohu. Tidak jauh dari SPBU Anduonohu akan terlihat bundaran gagah dg sebuah Tank di tengah bundarannya. Nah inilah bundaran Anduonohu atau lebih dikenal sebagai bundaran Tank. Bundaran ini sudah beberapa kali direnovasi, terakhir disebab karena pengemudi mobil ugal-ugalan yg meleng dan menabrak bundaran, untung Tank nya masih bertengger kokoh. Di sekitar bundaran Tank ini banyak jajanan enak kalau malam, salah satunya ada martabak.
Jika tuan/nyonya lurus terus ke arah komplek perkantoran provinsi, maka akan tuan/nyonya dapati bundaran besar, jauh lebih luas dari bundaran-bundaran yg sebelumnya tuan/nyonya lihat. Bundaran yang berada tepat sebelum Komplek Perkantor Gubernur, karena itulah bundaran ini disebut Bundaran Gubernur.
Menyusuri komplek perkantoran gubernur terus ke arah nanga-nanga, jalanan akan semakin jelek. Sebelum habis jalanan beraspal, belok ke kiri di jalan luas yg masih dalam pengerasan. Jalan ini disebut jalan Kontainer, proyek jalan yg akan menghubungkan nanga-nanga tembus sampai ke bungkutoko, membelah sungai, bukit dan hutan.
Seandainya jalan Kontainer nanti jadi, maka lurus terus menuju jembatan kuning akan tuan/nyonya temui bundaran lagi. Bundaran jembatan kuning atau bundaran kota kendari. Di pinggir bundaran ini, menghadap ke laut, saat hari Senin menjelang pukul lima sore, tuan/nyonya dapat menikmati pemandangan kapal Jetliner Pelni dari pelabuhan Sultan Murhum kota Bau-bau yang akan merapat ke pelabuhan Gersamata kota Kendari. Sangat epic untuk menutup perjalanan seharian mengelilingi kota ini.
Sebelum kita akhiri perjalanan keliling kota ini, saya titip pesan singkat dari seorang Fauzi Hafis dipertengahan tahun 2016. Kurang lebih begini, “Kita gak bakal nyasar di Kendari selama kita masih ketemu Bundaran”.
Kendari Keren, sampai ketemu lagi.
Keliling Kota (Bagian-1)
Semisal tuan/nyonya punya kelebihan uang dan waktu luang, sempatkanlah untuk berlibur. Kalau boleh menawarkan, cobalah tuan/nyonya berkunjung ke jazirah tenggara dari daratan Sulawesi. Tuan/nyonya akan tepati kota teluk yg sedang berkembang. Saya dengan senang hati akan memandu tuan/nyonya berkeliling kota.
Jika pesawat yg tuan/nyonya tumpangi mulai terbang rendah dan terlihat teluk, maka dalam hitungan belasan menit tuan/nyonya akan segera mendarat di bumi Anoa. Begitu tuan/nyonya keluar, akan tuan/nyonya dapati kendaraan berplat DT, itu kode untuk wilayah sini. Saya rasa tuan/nyonya siap utk langsung berkeliling kota. Mari.
Memang cuaca di sini sedikit panas, ditambah tuan/nyonya berkunjung ke sini dipenghujung musim kemarau, jalanan berdebulah yg akan tuan/nyonya tepati. Tak sampai satu jam dari bandara tuan/nyonya akan dapati bundaran pertama, Bundaran Baruga. Bundaran dg ornamen piala dan bertuliskan adi bahasa ditugunya ini merupakan bundaran terluar yg menghubungkan lalu lintas kota ini dg kabupaten tetangga. Tahukah tuan/nyonya, pada tahun 2009, provinsi ini adalah satu dari tiga provinsi yg mendapat penghargaan dari Balai Bahasa, karena keberhasilannya menerapkan penggunaan bahasa Indonesia yg baik di sekolah-sekolah, instansi dan papan reklame.
Tidak perlu berhenti, tetap melaju ke arah kiri, maka selang beberapa menit tuan/nyonya akan melihat sebuah bundaran lagi. Bundaran kedua ini disebut Bundaran Pesawat atau juga Bundara Lepo-lepo, karena di tengah bundaran terdapat sebuah pesawat dan memang ini di kelurahan Lepo-lepo. Kalau tuan/nyonya memutari bundaran lalu mengambil arah lurus, itulah yg disebut jalan bypass, tp tak usah dulu ke sana.
Kali ini lurus langsung pinggir sebelah kiri bundaran. Lurus saja terus meski nanti bertemu banyak persimpangan, ini akan sedikit memakan waktu. Jangan lupa tuan/nyonya berhitung, Jika sudah didapati lampu merah kedua, berhenti sejenak, setidaknya sampai lampunya berganti hijau. Meski akan mengambil ke arah kiri tapi di sini tidak boleh langsung.
Sekarang tuan/nyonya telah berada di jalan Chairil Anwar, di sini lebih populer disebut THR. Sampai sehabisnya jalan Chairil Anwar, perjalanan akan terus menajak. Persis di ujung jalan yg masih bernama jalan Chairil Anwar terdapat satu bundaran, agak kecil dan sepi dari kendaraan, tapi percayalah ini salah satu bundaran dg pemandangan terindah. Tak banyak yg tahu bundaran kecil ini, meski tahu mungkin tak terlalu diperdulikan, hanya bundaran kecil. Bundaran ini bisa disebut bundaran TPA Puuwatu, karena satu-satunya akses menuju TPA terbaik se Indonesia ini harus melewati bundaran ini.
Putarilah bundaran dan melaju ke kanan sampai tuan/nyonya bertemu perempatan jalan besar maka beloklah ke kanan. Jalanan ini akan terus menurun dan akan semakin ramai kandaraan yg melintas, karena memang tuan/nyonya menuju pusat kota. Tetaplah berada di jalan besar tersebut sampai akhirnya tuan/nyonya bertemu bundaran di pusat keramaian, dihiasi kolam air mancur dan terdapat jam di tugunya. Inilah bundaran Mandonga. Bundaran di jantung kota ini menghubungkan Puuwatu, Mandonga dan Kemaraya. Ya pusat perekonomian terpadat kota ini.
Silahkan Tuan/nyonya ambil ke arah Kemaraya, jalan dr Sam Ratulangi. Terus menyusuri jalan ini tuan/nyonya akan dibawa sampai ke kota lama. Puluhan tahun silam di sanalah jantung kota ini, tp sekarang pembangunan sudah diarahkan menjauh dr kota lama.
Sampai di sini saya rasa tuan/nyonya perlu berhenti dulu sejenak. Panas teriknya kota ini memang memaksa tenggorokan untuk segera diguyur yang segar-segar. (bersambung)
Pulang
Awan teduh menyelimuti langit, pertanda hari sore telah menjelang di kaki bukit nanga-nanga. Sejumlah laki-laki pekerja proyek terlihat mulai mengemasi barang, bersiap pulang ke rumah. Gadis penjual kopi pun telah dari tadi selesai dg dagangannya, kini berdiri di ujung jembatan, menunggu penjemputnya. Burung-burung dan tongeret juga tak terdengar lagi nyanyiannya, sementara katak, jangkrik dan hewan malam lainnya baru akan bersiap menggelar konser. Gemericik air sungai kian terdengar merdu, setelah seharian mengalah kepada suara bising genset dan moleng. Debu yang sedari pagi ngebul menyesakkan dada juga telah berganti kabut tipis yg turun membawa hawa sejuk dan nuansa mistis. Semakin sepi, sunyi dan ngeri. Seiring matahari sore yg tenggelam di balik rimbunnya hutan pinus, laju motor pun dipacu, pulang.
(Jadi) Begini Ceritanya...
Perjalanan dapat ditempuh dg menggunakan pesawat, kapal, dan berenang.. (bagi yg sudah mampu dan diikhlaskan keluarga).
Perjalanan dg kapal capat memakan waktu 4 jam, dengan kapal pelni sampai 10 jam, dengan kapal rusak bisa 5 hari bahkan sampai 20 tahun kalau masih belum diperbaiki.
Melakukan perjalanan antar pulau dalam provinsi begini perlu bawa bekal dan pakaian, tp secukupnya saja. Ingat, secukupnya saja, ini cuma jalan-jalan, bukan mudik apalagi minggat. Ya, untuk ukuran berlibur kurang dr seminggu cukup lah bawa satu ransel biasa, boleh jg tas carrier sedang kalau punya, atau kalau memang gak modal adanya karung gabah angkut aja.
Selama perjalanan gak usah diceritain, rasain aja ntar.
Nah sesampainya di pelabuhan Murhum kita akan langsung disambut oleh… gak ada. Pejabat bukan, gayung bukan, mangga jatuh jg bukan. Ya gak bakal ada yg menyambut. Ya udah langsung jalan aja keluar pelabuhan. Di luar sudah berjejer angkot, ojeg, lengkap dg supirnya. Tp jangan langsung nyamperin, mereka lg ngumpul bisa saja karena lg ngedemo keberadaan ojek online, bukannya mau ngangkut elu.
Nah, tepat di depan pelabuhan ada patung pria gagah dg pakaian perang. Ya Sultan Murhum, sesuai nama pelabuhannya. Itukan yg kalian pikir, sama, kita sama-sama ketipu. Itu bukan Sultan Murhum, lalu di mana patung Sultan Murhum? Yang pasti bukan di Jonggol. Mari lanjutkan perjalanan. Tunggu.. jadi tadi itu patung siapa? Ah gak usah dikasih tau, datang aja langsung trus tanya sendiri ama patungnya.
Jadi setelah itu kita langsung lanjut saja pergi ke…. Oke cukup sampai di sini dulu ceritanya nanti dilanjut ke tahap yg lebih serius kalau sudah ada kesepakatan dr keduabelah pihak. :D
Bye bye.
Btw, ini perjalanan dari mana ke mana ya? Bakal ada kelanjutannya gak ya?
Ya mudah-mudahan aja masih niat nulis lagi.
Lebih dari setahun tak pernah login lagi ke sini. Bukan karena malas sebab di sini penghuninya makin sepi, tapi karena betul betul lupa password. Tak banyak ingatan kapan terakhir kali memasukkan tulisan di sini, bahkan kapan terakhir kali menulis. Tak ada jaminan pula nanti-nanti apakah akan sering menulis lagi. Terakhir buka-buka draft tulisan, ada yang pernah ditulis beberapa tahun silam tapi tak ingat sama sekali kalau pernah menuliskannya. Banyak yang ingin ditulisakan di sini tapi tak tahu dg cara apa harus mengungkapkannya.
Pagi ini,
Saat membaca majalah online dg judul Traveling Through Coffee, diselingi scroll-scroll refresh 9gag.com
Teringat juga guru-guru penggemar kopi @gammaaj & @riopale
Semoga rasa kopi yg mereka nikmati tetap ngebody.
Walau tak terlalu fanatik kopi, tapi saya penggemar pokemon.
Mungkin kita tiba-tiba mengerti bahwa bumi bukan hanya milik satu generasi. Ayo lihat kunang2 dan laba2 air lagi.
Sumber: http://www.bpthbalinusra.net/
Tali kolor pasti akan kendor.
Si matahari siang lagi girang, terang benderang panas garang. Rimbunnya dahan terasa turun ke badan. Rendah, rendah, rendah, rebah. Jangan takut gagal, itu hanya rasa dangkal yang mengganjal. Jangan panik, meski kurang piknik. Semua yg tegang akan tenang. Layaknya tali kolor yang pasti kendor. Waktu bergulir air pun mengalir. Yang datang akan pulang, yang pergi akan kembali. Seperti si matahari siang yg condong ke barat. Pertanda hari yg berat telah lewat. Belum terlambat sebelum kiamat, mari sobat, mari sholat, mari tobat.
Yiiihii.. Udah lama gak nulis dengan gaya acak lepas berpola gini. Maaf atas judul dan atau kalimat yg kurang pantas. Karena begitu terlintas terasa pantas meski sepintas.
Hei nona, pulang.
Sore cerah hari ini ceria dengan tingkah polah anak-anak kecil di sekitar rumah. Berumur kurang dari 5 tahun, masa-masa bebas bermain di dunia. Sore ini seperti biasa mereka bermain bersama lagi. Permainan kali ini adalah uang-uangan. Senang menyimak kepolosan mereka saat bersahutan satu sama lain. Uang mereka adalah buku tulis yg disobek dan dedaunan. Kecilku dulu juga pernah main begini seingatku. Bedanya permainan mereka dari masa kecilku bermain uang-uangan adalah mereka telah mengenal ATM, canggih. Bertingkah seolah tengah antri di mesin ATM, pencet sana sini dan uang pun ditarik. Hebat mereka, seumuran ini main uang-uangannya sudah pakai mesin ATM. "Haha, awas nanti besar ketagihan narik uang dari ATM," gumamku. Ah, seketika itu pula aku berpikir, masih mendingan mereka begitu dari pada mereka main kartu kredit kartu kreditan. Haha. Sayang semua harus berakhir saat terdengar sahutan, "hei nona, pulang, masuk rumah". Hmm, sudah maghrib ternyata.
Lazuardi Aoi Sora
Kita hidup di tengah masyarakat yang majemuk, didera perang pemikiran yang kian berkecamuk, di bawah teror malam sang nyamuk dan sepanjang nasi tersedia dalam periuk. Sungguh singkat.
Mbah coet