Jujur belakangan ini gue udah berulang kali pengen nyerah. Ada hal-hal yang gue gatau jalan keluarnya gimana. Mungkin karena gue terbiasa 'ngeliat yang di depan' dan sekarang gue udah gak lihat itu lagi.
Di satu sisi bagus, gue jadi terbebas dari overthinking. Tapi karena belum terbiasa, yaa jadi bikin overthinking baru.
Gue ngerasa kayak banyak hal tuh mentok. Iya gue tau peluang-peluang besar di depan mata, gue juga mau ambil itu sebagai pilihan, gue mau ambil itu sebagai jalan.
Tapi gini, ibarat lo jalan ke puncak gunung, tapi kanan-kiri lo jurang, longsor, lo harus tetep jalan dengan potensi bahaya atau resiko nggak sampai ke puncak.
Doa-doa gue belakangan ini udah minta pulang. Kalau tugas gue udah selesai, gue harap Tuhan nggak ngelama-lamain gue di tempat penuh ketidakpastian ini. Gue bukan mau mengakhiri hidup, tapi gue minta dijemput dengan baik kalau tugas-tugas gue udah selesai.
Dalam doa gue, gue pengen dijemput pulang dalam keadaan iman terbaik dimana nggak ada kualitas iman gue yang lebih baik dari itu sebelumnya atau sesudahnya. Gue pengen dijemput setelah urusan gue tentang hutang-piutang, tanggungan, janji, ataupun tugas lainnya udah selesai. Iya, gue nggak mau pulang bawa beban.
Gue usahain juga untuk minta maaf ke orang-orang yang mungkin pernah tersakiti sama perkataan atau perbuatan gue.
Dunia ini udah hilang nikmatnya. Hal-hal tertentu udah gue capai. Pendidikan, karir, a bit of popularity yang kata orang-orang enak banget padahal enggak, yang nggak bisa gue jamin cuma capaian iman.
Mereka protes gue karena belakangan gue banyak diem. Gue emang ngerasa nggak perlu ngomongin apa-apa ke siapa-siapa. Yang gue tau, cuma Allah yang akan dengerin gue utuh, penuh, hadir, tanpa protes, tanpa kritik. Yang gue tau, Allah cinta gue apa adanya tanpa syarat. Karena gue hamba yang DIA ciptakan sendiri.
Gue kangen pulang... Gue tau kepulangan ini nggak punya jalan kembali...
Tapi dunia terlalu berisik.
Gue bukan menolak menjalani hidup, tapi kalau kehidupan ini bermanfaat, Tuhan pasti izinkan gue tetap hidup. Pun kalau disini lebih banyak mudharatnya, Tuhan juga tau mencukupkannya.