Mari saya bawa anda ke sebuah kesepakatan. Ini menyangkut yang mereka bilang kodrat dan sebagai macamnya yang terkait dengan itu. Hal yang biasanya tidak terlepas dari kodrat adalah sexualitas dan gender. Atas nama kodrat, laki-laki dan perempuan ditempatkan di kotak-kotak berbeda dengan segala "kodrat"nya. Ok, kita mulai proses konsesi kita. 1. Kodrat adalah suatu keadaan yang secara alamiah ada sehingga membuat siapapun anda punya tugas yang secara alamiah harus anda lakukan. Setuju? 2. Kita akan coba asosiasikan kodrat dengan sexualitas dan gender itu tadi. Sebelumnya kita harus sepakati kalau kita, manusia, memiliki 2 hal yang jika salah salah satunya tidak ada maka akan menghilangkan esensi kita sebagai manusia, yaitu fisik dan mental. Nah, manusia itu kemudian dibagi menjadi 2 sexualitas, laki-laki dan perempuan. Yang sangat umum dikaitkan dengan gender. Setuju? 3. Kodrat memberitahu kita ada hal-hal yang ditentukan "dari sanaNya" untuk kedua jenis sexualitas manusia ini. Laki-laki dengan fisik yang lebih kuat dan perempuan dengan mental yang lebih tabah. 4. Kodrat juga memberitahukan kita untuk memberikan kuasa kepada laki-laki dan kemuliaan kepada perempuan. Kodrat mengasosiasikan pemberitahuan ini dengan sexualitas karena hal-hal yang "dari sanaNya" itu. Karena lelaki lelaki lebih kuat maka harus menjadi raja rimba dan perempuan yang lebih tabah harus menjadi pengasuh yang membesarkan petarung handal. 5. Lalu apakah kodrat juga memberikan petunjuk agar manusia menciptakan begitu banyak pilihan untuk mencapai kebebasan? Sifat manusia untuk selalu ingin bebas apakah bisa dibilang kodrat? 6. Jadi kodrat itu sebuah kealamian atau hanya batasan-batasan agar pemimpin zaman primitif tetap berkuasa? 7. Ok, coba kita singkirkan pertanyaan-pertanyaan di nomor 6. Mari bicara fakta. Dalam perspektif masyarakat secara umum, yang kuat adalah yang berkuasa. Jika bicara fisik, laki-laki pada umumnya punya fisik yang lebih kuat secara alamiah dan perempuan otomatis menjadi lemah dalam duel ini. Jika bicara mental, perempuan punya berjuta muslihat dan energi untuk lebih unggul. 8. Mari bicara perspektif primitif dimana dunia adalah sebuah rimba yang minim ruang ekspresi. Tanpa banyak jalan untuk mencerdaskan diri. ... continued later















