Ayah bukanlah orang yang sempurna. Beliau yatim piatu sejak remaja dan harus membiayai keluarganya. Luar biasa kompleks hidupnya tapi beliau juga tidak lupa bersenang-senang, orang yang lucu tapi juga tegas. Ayah baru-baru ini punya hp, dari dulu tidak mau punya. Sekarang setiap shubuh selalu mengirim pesan ke aku juga kakakku. Setiap hari bertukar pesan dengan ibu, walau mereka juga tinggal serumah. Aneh memang, tapi aku sangat sayang mereka. Aku akan memprioritaskan mereka selalu. Setelah aku bekerja cukup jauh dari rumah, luar biasa berat untukku. Tapi, aku usahakan untuk terus membahagiakan mereka juga keluargaku lainnya.
Ayah tidak punya background pendidikan tinggi, tapi beliau pintar dalam hidup. Beliau selalu mengandalkan perasaan dan insting. Pendapatan beliau tidak banyak, tapi selalu dicukupkan Allah. Beliau selalu mengusahakan yang terbaik untuk keluarganya. Aku sayang sekali dengannya. Aku rasa aku yang paling dekat dengan Ayah. Dari kecil aku paling tidak bisa ditinggal beliau pergi. Pernah sekali waktu aku ditinggal agak lama, aku menangis seharian. Hanya tetanggaku yang bisa menenangkanku. Bahkan ibuku lelah dengan kelakuanku😂. Sampai kuliah, saat kerja praktek, aku menangis mendengar beliau dari telfon. Padahal beliau hanya bilang "adek seng kuat jangan lupa ngaji". Nangislah sampe sesenggukan. Kacau.
Ibu juga demikian, tidak punya latar belakang pendidikan tinggi. Tapi, urusan keuangan luar biasa. Pendapatan keluarga yang tidak banyak, tetap menghidupi kita sampai sekarang. Beliau luar biasa, perasa juga sama seperti aku. Mudah menangis juga, sama seperti aku. Gengsian luar biasa, kali ini tidak menurun padaku😂. Aku tidak segan minta maaf langsung ke ibu kalau tidak sengaja marah-marah ridak jelas atau nada tinggi. Beliau selalu menganggap itu bukan apa-apa, tapi aku sudah kepikiran terus. Beliau jarang memberi hadiah walau aku menang lomba, 10 besar ranking satu sekolah, ikut olimpiade, masuk kelas unggulan berturut-turut, atau 3 besar sekelas. Tapi, beliau selalu, selalu memberikan sesuatu disaat aku butuh. Selalu mengusahakan ada. Walau tidak semua, tapi aku merasa cukup sekarang.
Hubungan ayah dan ibu tak selalu harmonis. Layaknya pasangan lain, pasti ada ombak pasang surut. Tapi, mereka nampaknya sudah berkomitmen. Kalau memang selamanya ya selamanya. Seburuk apapun kondisinya, akan selalu kembali lagi. Semoga selalu demikian sampai akhir.
Aku selalu menyayangi keluargaku, walau tidak sempurna tapi selalu hidup akan dinamikanya. Aku sadar ini tidak selamanya ada di dunia, tapi aku yakin di akhirat kita juga akan bertemu saling berkumpul dan tertawa di atas dipan-dipan dan di bawahnya sungai-sungai yang mengalir.
Situbondo, 19 Oktober 2021. 19:34