Mencoba hal baru. Tidak terlalu buruk juga. Mungkin sudah saatnya membuka lembaran baru.
Vin
20240323

Discoholic ๐ชฉ
dirt enthusiast

JVL

#extradirty
Misplaced Lens Cap
cherry valley forever
DEAR READER
Monterey Bay Aquarium

Love Begins

tannertan36
art blog(derogatory)
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

No title available
Cosimo Galluzzi
I'd rather be in outer space ๐ธ
tumblr dot com
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
Aqua Utopia๏ฝๆตทใฎๅบใง่จๆถใ็ดกใ
sheepfilms

Andulka

seen from Finland

seen from Tรผrkiye
seen from France
seen from United Kingdom
seen from Belgium

seen from United States
seen from Peru
seen from United States

seen from Japan

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Singapore

seen from T1

seen from Germany

seen from Canada
seen from Peru
seen from Malaysia

seen from Tรผrkiye
seen from United States

seen from United Kingdom
@vinaprogresif
Mencoba hal baru. Tidak terlalu buruk juga. Mungkin sudah saatnya membuka lembaran baru.
Vin
20240323
Apa yang terjadi kalau kau merasa terus-terus kecewa?
Vp~
20230125
4.35pm
Akan jadi apa saya kalau dia tidak ada?
Mungkin dia tidak masalah. Karena saya yang begitu jelas tergantungnya kepadanya.
Melow.
:)
20230122
9.57 pm
Seketika otakku membawaku pada memori-memori buruk sebelum kau ada.
Para pecundang yang menghancurkan hatiku seenaknya yang hingga habis toleransiku, yang pendusta, yang mendua, yang lovebombing dan hilang begitu saja. Para pecudang yang tak punya nyali. Semua kuingat meski sudah kumaafkan.
Hampir semua temanku yang perempuan sudah menikah. Tak banyak yang masih sama. Beberapa ada yang sibuk menanyakan kapan giliranku yang membuatku merasa terkadang mual.
Yang basa-basi langsung bilang, "Eh Vinaaaa, apa kabar? Kapan lagi? Fufufu. Jangan lama-lama. Nunggu apalagi."
Pada hari yang baik-baik saja pertanyaan seperti itu bukan masalah. Pada suasana hati yang mendung aku bisa berkaca-kaca dibuatnya.
"Orang ini tidak tau bagaimana susahnya aku menyembuhkan diri dari luka sampai akhirnya aku bisa memulai yang baru dengan kekasihku saat ini."
Sudahlah. Mungkin maksud mereka baik. Mungkin juga tidak.
Aku tak perlu memaksa diriku selalu berpikiran positif. Jadi biarlah.
Kembali kepada para pecundang tadi dan trauma yang mereka sebabkan. Pola yang sedikit banyak mirip. Polah yang pun ada miripnya.
Ada yang pernah bilang, "Kamu terlalu baik." Alasan klasik.
Tetapi kemudian menyesal mencariku setelah aku menghargai diriku mahal.
Lalu ada yang khianat. Mendua sangat apik. Berhati malaikat tetapi di belakangku kelakuannya mungkin membuat iblis minder.
Yang terakhir ada yang berjanji akan menikah tetapi hilang di telan gemerlap lalu berlalu begitu saja. Melupakan janji. Mundur telak setelah tak bisa memperbaiki apa yang salah dengan caranya memperlakukan aku yang katanya dulu adalah wanitanya.
Fiuh. Tai kucing. Untung aku tak begitu percaya.
Nyatanya bersama orang yang mencintaimu pun tak menjamin.
Lalu aku yang sekarang yang sudah stabil. Sudah mengecap banyak rasa dari hidup yang melelahkan dan menyenangkan. Hingga akhirnya bertemu kekasih baru.
Orang yang baik, yang dengannya aku tak perlu takut akan dibentak. Karakternya yang sudah kubaca ketika bekerja sama di dunia kerja yang sangat tough.
Harus kuakui aku yang sudah bisa belajar mengekspresikan apapun sering mengajaknya diskusi ini itu. Dia orang yang amat nyaman sebagai pendengar juga bijaksana sebagai pemberi saran. Satu hal yang aku cari yaitu ketenangan, ada di dalam diri lelakiku ini.
Meski kerap kulihat dia teramat dingin dan membuatku membeku. Tapi kurasa aku sudah terbiasa dengannya dan apapun rasanya kurang kalau belum berbicara dengannya. Atau diam bersamanya.
Hubungan tidak selalu soal romansa. Jelas pertengkaran pasti bisa terjadi dikala jarak, rindu, dan rasa berbenturan. Lalu selalu kucoba redam dan diskusi.
Nyatanya langsung berbicara di hari yang sama masalah muncul tak selalu berujung baik. Aku yang ingin begitu berapa kali tertampar bahwa tak semudah itu menyatukan pikiran wanita dan lelaki. Tetapi ungkapannya untuk meredam dengan tidak langsung membahas masalah masuk akal juga. Agar tidak ada emosi-emosi yang tidak seharusnya yang bisa jadi memperburuk keadaan.
Belakangan karena sudah memasuki tahun ke tiga. Dan sudah lama sekali tidak berjumpa.
Dengan perbedaan latar belakang yang kurasa fantastis aku terkadang merasa kerdil.
Lagi-lagi aku takut ini akan berakhir. Dan aku yang sudah terbiasa apapun dengannya bagaimana nanti akan melewati waktu tanpa dia lagi. Padahal ini hanya perasaan tetapi hatiku rasanya remuk. Aku sadar ini perasaan sangat tidak mengenakkan.
Aku menulis ini setelah telfonku tak terangkat. Sepertinya dia sudah terlelap sebab tadi dia bilang dia ngantuk.
Pikiranku melayang.
Masa depan tak bisa kutebak. Hanya bisa kudoakan yang terbaik. Aku tak ingin patah lagi. Setelah sebelumnya patah dan berjanji untuk tak jatuh hati lagi. Untuk apa? Kalau hanya untuk merasakan sakit lagi.
Tetapi dia datang dengan tenang. Tanpa sadar mencuri hati dan meruntuhkan pelan-pelan semua pertahanan. Bagian terbaiknya adalah dia tak apa-apa melihat sisi hancurku. Sebab ternyata dirinya pun pernah hancur sekali. Bertahun silam. Bertahun lebih lama dariku.
Waktu berlalu. Berbincang mendengar suaranya dan responnya atas cerita apapun dariku atau tentangnya adalah bagian favoritku. Aku bisa mendiskusikan banyak hal. Aku bisa menanyakan banyak hal yang aku tidak tau juga kepadanya. Rasanya menarik sekali. Menyenangkan.
Aku hanya ingin dia juga bahagia. Sama denganku.
Walaupun aku tak tau bagaimana agar aku bisa membuatnya bahagia selalu sehingga dia lupa pernah terluka begitu dalam, sama sepertiku.
Bila ini nanti berakhir atau karena kasta yang beda atau karena keluarga atau karena apapun yang membuatku khawatir, aku pasti akan hancur sehancur-hancurnya dari yang pernah ada.
Vin
20230122
09.01vpm
Mau seriusin nulis.
Tapi mulai dari mana?
He..
20230112
Halo
I am back~
20230109
Hampir setahun saya tidak menulis di sini.
20220113
Kau Manis Sekali
Malam ini. Tak hanya malam ini sebenarnya. Selalunya kau manis.
Tetapi mari kuceritakan tentang malam ini.
Malam ini kau manis sekali. Di antara menit-menit terakhir sebelum akhirnya kau harus memunggungiku dan pergi untuk kembali pulang. Dengan hati yang tak karuan aku tau kau juga sama sepertiku.
Kau menggenggamku pelan. Menepuk pundakku. Memegang kepalaku. Matamu berbinar. Senyummu lebar.
Aku tau di dalam hati kau gusar. Sama sepertiku.
Kita berdua pernah patah sehingga hancur. Lalu bertahun tenggelam meratap.
Kita berdua pernah bersungguh-sungguh namun kemudian kita harus acuh. Bahkan kepada perasaan yang melusuh.
Terimakasih untuk hari-hari berat yang kau temani.
Terimakasih untuk kebaikan yang memelukku erat.
Terimakasih untuk kasih sayang yang selalu hangat.
Sampai jumpa sayangku.
Hati-hati di jalan. Do'aku memelukmu.
Akhir February 2021
Vp~
Purnama terakhir ditemani kau.
Denganmu saya tetap merasa cantik meskipun muka saya breakout.
Saya bisa sumringah, sebenar-benarnya, hingga rasanya berbinar.
Denganmu saya tenang.
Bahkan ketika di antara kita hanya diisi oleh sunyi.
Sehat-sehat yaaโก
Vp~
20210221 2:54am
KAPAN NIKAH?
Teruntuk kalian-kalian yang masih nyinyir pasal "Kapan nikah?" Atau "Kapan lagi?" ke saya.
Saya kasi tau ya. Saya tetap utuh walaupun sendirian. Pun kalau saya tidak menikah lebih dulu seperti orang-orang memangnya kenapa?
Apakah nilai hidup saya berkurang? Atau nilai hidup kalian yang berkurang? Atau sesimpel kalian saja tidak punya pembahasan lain selain mencampuri urusan pribadi orang?
Begini ya. Saya jemu dengan pertanyaan seputar pasangan, pernikahan, dan lain sebagainya yang bukan ranah kalian untuk tanya-tanya atau sekedar berkelakar. Sangat tidak pantas, kalian harus tau itu.
Lagi pula saya pribadi juga sudah utuh walaupun sendirian. Saya menjalani hidup dengan penuh walaupun sendirian. Saya menjaga diri saya baik-baik walaupun sendirian.
Lantas ungkapan-ungkapan seperti, "Menikahlah lagi biar ada yang menanggung." Memangnya saya beban sehingga harus ditanggung?
Belum lagi, "Si itu lebih muda, sudah menikah. Kau belum juga. Kerja kerja saja." Hadehhhh. Dia dan saya memangnya hubungannya apa? Diri saya ya diri saya, toh?
Dan juga yang bilang, "Nikahlah biar tenang orang tua bla bla bla...." Hello kawan, memangnya menikah itu jaminan? Memangnya ranah saya untuk memberi ketenangan orang lain? Oh tentu tidak.
Terdengar egois? Tergantung isi pemahaman di kepalamu.
Setelah apa yang saya coba pelajari dan cari-cari arti, bukan lagi kapasitas saya untuk terus menyenangkan atau menenangkan hati orang lain. Sehingga banyak sekali saya merelakan apa yang saya mau hanya agar orang lain merasa senang.
Dengan demikian jawaban pernyataan di atas, "ya belum pastilah." Masa saya harus ikutan menikah karena yang lain menikah? Ada-ada saja. Memangnya hidup selalunya diisi perlombaan?
Siapa yang cepat? Siapa lambat? Siapa yang pintar atau siapa yang dungu?
Saya tau tradisi basa-basi yang menanyakan perihal tak perlu, seperti:
"Kamu gendutan ya?"
"Kamu jerawatan ya. Bla bla bla...." Eh Fulan, gak kau kasi tau juga saya tau saya jerawatan. Cermin saya besar ini di kamar. Bisa sekalian untukmu bercermin atas dosa-dosamu selama ini.
"Kapan wisuda?" Oh ini sudah lewat.
"Kapan nikah?" Wah ini... yang bikin saya nulis sepanjang jalan kenangan di postingan ini.
Dan kalau sudah nikah, "sudah belum?" Ini saya sering dengar.
Dan kalau sudah, "Kapan nambah lagi?" Dan ini juga saya dengar dari sahabat saya. Juga beberapa kali dari lingkungan.
Ckckck.
Eh Fulan Fulana,
Tidak adakah bahasan lain? Misalnya kenapa kalau tidur matamu kau tutup, gak kau buka aja biar ada angin sepoi-sepoi masokkkk. Atau kau diskusi masalah kesehatan mental gitu. Kenapa orang-orang hobi sekali bertanya hal yang tidak perlu. Atau kenapa orang suka sekali gibah?
Atau kau bincang sajalah bisnis ternak lele. Biar cuan.
Hidup jangan kebanyakan ngurusin urusan pribadi orang lain, lah. Betul. Mau keluarga kau sekalian kek, temen kek, bahkan yg kejam kadang orang yang ga kenal-kenal amat tapi julid. Seolah-olah kalau standar orang-orang kebanyakan belum dipenuhi, seperti dinilai kurang. Seperti kami-kami ini ketinggalan. (Ya, kami. Mana tau ada ceman-cemanku yang terwakilkan dengan tulisan ini.)
Padahal apapun yang terjadi, kita tetaplah utuh. Ingat itu, kawan.
Saya curiga kalian bertanya begitu hanya untuk menyerang saya. Atau kalian tidak utuh? Hmmm.. (Wow tida begitu mainnya, Not.) Walaupun sedikit yang berani lamtam mulutnya nanya ke saya pasal nikah nikah nikah ini.
Gak dikit kok yang saya kenal menikah duluan tetapi ga bahagia. :)
Gak dikit juga kok yang ini itu. :) :) :) :) :)
So please stop-lah nanyain, kapan nikah bla bla bla.......
Urus saja hidup masing-masing, kawan.
Memangnya kalau dia belum menikah, beras di rumahmu diabisinnya?
Memangnya kalau dia belum menikah, minta duit jajan dia samamu?
Memangnya kalau dia belum menikah, merengek dia nyusahinmu?
Memangnya kalau dia belum menikah, dibuatnya kau susah sampai-sampai sibuk kau buat biar dia menikah cepat-cepat kek orang-orang?
Kalau gak, kuncilah mulutmu yang diciptakan Tuhan seharusnya untuk berucap baik itu.
Pertanyaan-pertanyaan dan pernyataan basi dari kalian ini sungguh meresahkan. Walaupun se-persetan dan se-tak-peduli apapun saya tetap ada waktu di mana rasanya saya jadi malas melihat kalian yang tidak ada faedahnya ini.
Jaman sudah canggih begini masih bisa-bisanya sibuk mengurusi masalah pribadi orang.
Saya kasi pertanyaan epik. "Memangnya kalau tidak menikah ketika yang lain menikah kenapa? Gagal gitu?"
Bukan sedang berlomba kita ini kawan. Kita ini hidup. Bukan lomba.
Belum lagi kalau ada yang bangga ini itu, duniawi yang.... ah sudahlah tak sudah-sudah nanti tulisan ini. (Pegal tangan Vinot ngetik ini.)
Banyak-banyak beramal, kawan.
Istighfar.
Mulutmu pakai untuk bicara yang baik-baik saja. Tak perlu sindir menyindir atau tanya-tanya masalah pribadi orang-orang. Mau dia keluargamu, teman dekatmu, atau tetanggamu.
Cukup kau kasi doa saja. Taulah kau porsi mana pantas dan tak pantas.
Tiap orang punya tujuan hidupnya, rencananya, kemauannya, dan apa yang dia pikirkan. Apa yang selama ini belum dia capai, mungkin sedang dia coba capai. Apapun.
Ada yang mencoba mengenali siapa dirinya, atau tentang hal-hal terkait dengan hidupnya. Makna-makna yang dicari. Atau ada yang merasa baik-baik saja seperti saya, sehingga untuk ke arah orang-orang kebanyakan mungkin memang belum saja. (uhuk, digebuk netijen)
Bisa jadi orang yang kau komentari tak henti-henti itu sedang sibuk berbenah dan belajar sehingga rasanya kalau tiba waktunya dia tidak akan menjadi seperti orang-orang kebanyakan. Atau sesederhana belajar dari segala penjuru yang ada.
Atau lebih buruk bisa jadi dia sedang menyembuhkan luka yang hanya dia dan Tuhannya yang tau. Hayooo. Kelen tambah pula tanya-tanya, tidak takut dosa kelen?
Ya yang kek-kek kelen ni lah. Cem lapet.
Sudah ya.
Capek saya.
Sekian.
Vp~
20210209
Around Zero O'Clock
Terimakasih karena memilih tinggal denganku, menggenggam tanganku, mengusap kepalaku ketika melihatku kacau tanpa bertanya ini-itu.
Terimakasih sudah mengerti.
Terimakasih sudah ada.
Aku sayang.
20210201, kusebut hari itu hari kitaโก
Terimakasih, aku sayang~โก
20210201
Perjalanan hidupku melelahkan sekali.
Boleh tidak kau tinggal saja denganku sampai aku menua dan pergi?
Boleh tidak tanganmu saja yang terus aku genggam pelan, tubuhmu saja yang kupeluk erat.
Atau kepalamu kuusap pelan sebagai penenang batinku sendiri yang sebenarnya gusar.
Kehadiranmu adalah ketenangan.
Kau belum pulang. Aku merasa hilang. Kau masih ada, aku saja yang merasa tak ada.
Kalaulah nanti ternyata takdir jua berkata lain. Entah sehancur apalagi aku.
Kita sudah sedekat ini. Hingga rasanya aku ingin memaksa Tuhan agar merestui.
Tetapi siapalah aku? Tak pantas. Bahkan untuk merayu aku merasa malu.
Sehat-sehat ya, sayangku.
Vp~
12 Januari 2021
1.43pagi
์ฌ๋ํ๋ ๊พธ๊ธฐ์๊ฒ,
์๋ํ์ธ์~~ ์ ์ฌ๋ํ๋ ๊พธ๊ธฐ~~~
์ด์ ์ฝ์ํธ ์ง์ง ๋๋ฐ์ด๋ค์. 10์ผ ํ๊ณ 11์ผ ์ง์ง ๋๋ฐ์ด๋ค์.
์ 2์ผ ์ฝ์ํธ ์ธ์์ด์. ์ด ๋ง์์ ๋๋ฌด ํ๋ณตํด์. ๋ฐฉํ์๋ ๋จ ๋๋ฌธ์ ๋ ์ง์ง ๋๋ฌด ํ๋ณตํด์.
๊พธ๊ธฐ์..... ๋๋๊ฐ ๋ง์์ด ์ํ๋ ๊พธ๊ธฐ๋ ๋ฐฉํ์ด๋ ๋ง์ด ์ด๋ ธ์์ด์. ๋ฉ์ด์ง์ด๋ค์.
์ ์ง๊ธ์ ์ง์ง ๋ง์ด ๊ด์ฐฎ์๋ฐ์ ๋ ์ฌ๋ํ๊ณ ๊ฐ์ฌ๋๋ฆฝ๊ตฌ์.
์ด ์ธ์์ด. ์ง์ง ๋ชฐ๋ผ, ์ฌํผ, ํ๋ณต, ํผ์, ์ํ, ์ซ์ด, ๋... ์ ์ง์ง ๋ชฐ๋ผ์. ํ์ง๋ง ๋ฐฉํ๋งด๋ฒ๋ค๋๋ฌธ์ ์ฒ์ฒํ ์ ๋ง ๊ด์ฐฎ์์ต๋๋ค. ์ง์ฌ์ผ๋ก ๊ฐ์ฌํฉ๋๋ค.
์ฐ๋ฆฌ ํจ๊ป ์์ํ ํ์~!
์ค๋ 5์ 50๋ถ ์ด์์. ์ ์์นจ์ด..์ด ์์นจ์ ์ง์ง ๋๋ฐ์ด์์. ๊ฟ์ด ๋๋ฐ์ด๋ค์. ๊ฟ์์ ์ฐ๋ฆฌ๋ฅผ ๋ง๋ฌ์ด์. ใ ใ ใ ใ ใ ใ
๊ณ ๋ง์์. ์ ์ง์ง ๋๋ฌด๋๋ฌด ํ๋ณตํด์. ใ ใ
์ฐ๋ฆฌ ๊ฐ์ด ๋ง๋ ๊ฒ์์. ์ธ์ ๊ฐ ๋ง๋ ๊ฒ์์.
์ ๋ฐ ํญ์ ๊ฑด๊ฐํ๊ณ ํ๋ณตํด ์ฃผ์ธ์.
๋ ํญ์ ๊ณ ๋ง์์.
๋์ ๋ง "์คํ ์ด ์ธ์ด๋ธ." ์ ๋ง ๊ณ ๋ง์์. ์ ๋ง์ด ์ธ์์ด ๋ ํ๋ณตํด์.
๊พธ๊ธฐ์. ์ง์ง. ์ ๋ฐ ์ธ์ ๊ฐ ๋ง๋ ๊ฒ ํ์ ์ฐ๋ฆฌ.
๊ณ ๋ง์์.
์ ๊ฐ ์๋ ์ด์ ๊ฐ๋์ด ์ค์ ๊ณ ๋ง์์
์ ๋ฅผ ์ฌ๋ ํด์ค์๋ ๊ณ ๋ง์์.
์ฌ๋ํด์ ๊พธ๊ธฐ.๐๐๐๐๐๐๐
๋น
20201012
5์ 59๋ถ ์์นจ
My sketch.
My eyes is wet after the sketch is almost done.
:')
2020.10.02
Mood-boosterโก