cinta itu bukan dipaksakan, tapi diperjuangkan. dipaksakan artinya dengan ego, sedangkan diperjuangkan artinya dengan ketulusan hati.
Grey & Jingga, Sweta Kartika

Janaina Medeiros

JBB: An Artblog!
🪼
No title available
Today's Document
almost home

祝日 / Permanent Vacation
he wasn't even looking at me and he found me
Jules of Nature

Origami Around
DEAR READER
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
tumblr dot com

roma★

ellievsbear
Keni
No title available
Cosmic Funnies
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

No title available
seen from United States
seen from Poland

seen from Oman

seen from Indonesia

seen from Brazil
seen from Lithuania

seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Poland

seen from Australia
seen from United States

seen from United States

seen from Japan

seen from Germany

seen from Switzerland

seen from Germany

seen from Hungary
seen from South Korea
@wanamillion
cinta itu bukan dipaksakan, tapi diperjuangkan. dipaksakan artinya dengan ego, sedangkan diperjuangkan artinya dengan ketulusan hati.
Grey & Jingga, Sweta Kartika
yang paling berat dari perasaan cinta bukanlah saat menyatakannya untuk pertama kali, tapi saat merawatnya ketika keduanya telah bersama, bahkan saat keduanya terpisah ruang dan waktu.
Grey & Jingga, Sweta Kartika
Cara mendapatkan cinta terkadang menarik untuk di perjuangkan agar bisa menjadi kenangan indah, tapi merawatnya di saat telah bersama menjadi hal yang jauh lebih penting untuk diperjuangkan lagi.
Grey & Jingga, Sweta Kartika
Karena prasangka dalam asmara hanya akan memperburuk kebersenyawaan keduanya
Grey & Jingga, Sweta Kartika
Al-Anfal [8:70]
Al-Insyirah [94:5-6]
“Tak apa jika kau ingin menangis. Menangislah yang keras sekali, lalu bangkit dan berjanjilah untuk tidak menangisi hal yang sama dua kali.” - Br 2016
Terima kasih sudah menghabiskan waktu dengan memori baik. Maaf jikalau ujung cerita kini tak lagi sama. Tolong semoga rindu ini sirna. hati hati di jalan, saya pamit. - Ar 2022
Hold on to what is good, but prove it all
1Thessalonians 5:21
“Life would be nice if people understand that their attraction to someone doesn’t always mean love.”
- Chime of the hillside
Love is language, and language is a part of how we understanding someone's mind. Sometimes we hit, sometimes we miss.
Should I ?
After-email-and-password-forgot-drama past year, finally. Usang banget udah ternyata ya konten tumblr sendiri dipikir-pikir. Ubek-ubek draft ternyata masi punya PR, terutama projek #Hujan sendiri. Sebagai orang yang dulu punya cita cita punya tulisan rutin setiap minggu, malu sih. Kerangka cerita hilang dan tercecer di memori, refrensi bacaan dan kosakata sudah minim karena kemalasan sendiri, ikut projek menulis pun keteteran dengan kesibukan lain. So, thats me before i post this note. Banyak kejadian yang belum sempat kubagikan setelah setahun berlalu. Should i tell you what happend? Penting tidaknya kisahnya nanti akupun sebenarnya tidak peduli, sih. Jahat memang, tapi semua memang kembali kepada kalian yang membaca, toh cukup kalian baca saja aku juga sudah senang, apalagi niatku memang hanya ingin membagikan kisah yang mungkin atau perlu dibagikan kepada khalayak, gitu. Anyway, 2020 sudah sampai di tiga perempat waktunya. Sembilan bulan berlalu, dan 2020 memang menjadi awal tahun yang berat bagiku, kita, dan dunia. Semoga sehat selalu bagi kita semua yak, terlepas kesibukan apapun. Intinya cuma mau bilang, “Niat tanpa dibarengi dengan kemauan susah cuy, banyak malesnya wkwk”
“Karena hutang haruslah dibayar, sadar atau tidak itulah yang menghambat tuk memudahkan ”
Hi, masi ingat awal kita jumpa? duduk di angkot biru dengan warna hijau gelap blusmu dan sepatu hitammu. Membisu, karena ulahku yang ceroboh merusakkan buku kesayanganmu dengan es deganku yang tak seberapa nilainya dimatamu. Matamu mengisyaratkan bahwa buku itu adalah hartamu yang paling berharga sekarang, inderaku membaca demikian. Ucapan maaf dan keinginan untuk menebus dosa segera kulancarkan demi tidak mengusik moodmu siang itu. Lalu, kau dengan berat hati merelakan itu semua dan tidak ingin membebaniku yang telah berdosa kepadamu. “Ngga usah ngga apa apa” ”Serius? berikan kontakmu akan kugantikan buku kesayanganmu dengan yang baru secepatnya.” sembari memberikan handphoneku padamu. Jemarimu terlihat pasrah dengan instruksi yang kuberikan sesaat. 2 tahun berlalu, dan aku masih tak paham mengapa berpindah ke lain hati tak semudah itu? apa aku masih berhutang padamu kala itu? atau memang diri ini selalu berhutang padamu. Kubuka pesanmu terahkir sehari sebelum operasimu dimulai. “Di, aku punya hutang nggak ke kamu?” “Enggak ada kok, Si. Tumbenan nanyain?” “Gak apa apa kok, cuman kepikiran iseng aja. Kamu percaya enggak sih kalo semisal dengan memudahkan orang lain akan memudahkan diri kita juga?” “Kok tumben bahasnya beginian? biasanya enggak suka bahas beginian nih. Kesambet apaan?” “Gpp deh, yaudah aku tidur lagi ya. Bye, Di <3.” “Yaa kumat deh gajenya hahaha. Bye Si, Luv.”
Soulscape is a 31 days online writing project. To join please contact to stardust-glitteryhoe or rainbowsmoke16 #SoulscapeDecember2017
Bapak, sosok lelaki idaman oleh segala anak, termasuk aku . Entahlah aku rasa aku lebih condong mirip kepada bapak ketimbang ibuku sendiri. Dari sifat dan tingkah lakukupun tak ayal layaknya ia saat muda, kurasa. Masi teringat saat di suatu malam ia pernah menceritakan masa mudanya di bangku sekolah. Yang masih kuingat saat itu adalah “belajar dengan siapapun, apapun. tak usah pilih pilih, toh hakikatnya manusia pun belajar hingga akhir hayat.”
“Orang pertama , orang pertama, dan orang pertama.”
Sejatinya dalam menjalani suatu aktifitas, tanamkanlah rasa renjanamu. Karena renjana adalah “ruh” dalam aktifitasmu. Tanamkan sejak dini, pupuklah dan rawatlah dengan penuh suka cita. Kelak, apapun yang kau benamkan didalamnya akan kau tuai nanti
ren.ja.na /rênjana/n rasa hati yang kuat (rindu, cinta kasih, berahi, dan sebagainya)
hai, apa kabarmu jauh disana tetiba teringat cerita lama masih ingatkah kisah sekelumit melewati batas-batas hitam dan kuning menyurusi lorong gelap hingga menapaki bukit menembus dingin bermandikan terik peluh keringat di dahi pemacu agar lebih mawas diri secuil memori jaman esema penuh arti tersirat makna
UNTOLD STORY OF ME
Well, ga banyak yang tau cerita ini sih karena buat gua ini sedikit menyedihkan dan.. memalukan. Cuman beberapa orang yang tau, orang-orang yang gua percaya aja. Gua bukan anak Psikologi dan ga pernah konsultasi sama ahli, so gua gatau ini namanya depresi atau stress atau apa HAHAHAHA. But, yang guatau, dulu gua menderita banget.
Apapun yang kalian baca, tolong jangan mandang rendah gua karena cerita ini. Gua udah berubah menjadi Power Rangers yeayyyy! Ya setiap orang pernah punya masa kelamnya termasuk gua. Dan sekarang kehidupan gua jauh lebih baik. So, itu hanya potongan kelam tapi bisa jadi pelajaran yang berguna buat gua dan mungkin buat semuanya. That’s why I shared this.
BEWARE: MAAF JADI MELENCENG SOAL BULLYING. TAPI ADA BAIKNYA KALIAN TAU ASAL MUASALNYA HEHEHE
Cerita ini terjadi pas gua lulus dari SMP. Dulu pas SMP, gua bisa dibilang biasa-biasa aja malah biasa banget! SMP gua dulu favorit gitu dan gua minder karena latar belakang gua yang kelasnya jauh banget sama temen-temen gua. Kelas 1 berjalan baik-baik saja. Masuk kelas 2, gua pisah kelas sama temen-temen di kelas 1. Awal dari bencana pun dimulai. Gua sempet dibully sama beberapa orang bahkan gua dimusuin sama satu kelas tanpa sebab. Pernah kaki gua dijepit di pintu kelas lah, dijauhin, tugas disabotase, daaaan lain sebagainya.
Entah kenapa gua masih tabah padahal kalo sekarang aku dibully kek gitu udah gua hajar habis-habisan tu satu kelas. Beruntung nilai akademik gua mulus dan berhasil di ranking 4. GUA YANG DIBULLY BISA RANKING 4 ITU SUNGGUH PENCAPAIAN YANG LUAR BIASA. Buat gua. Hehe. Seenggaknya gua bisa show off ke temen-temen sekelas kalo gua bisa bangkit. Gua bisa tabokin tu pala temen-temen sekelas gua sama rapor gua hahaha. Rengking 4 aja lu belagu, Rin..
Kelas 3 gua udah mulai stabil. Gua punya lingkungan belajar yang baik sampai pada akhirnya si walang sangit datang! Gua pernah disukai sama satu cowok di kelas gua yang bikin masa-masa akhir di SMP gua makin ancur. Mari kita sebut dia si Walang Sangit. Berawal dari UTS apa UAS ya gua lupa, gua ngobrol sama tu anak. Cuman iseng menghabiskan waktu sampe selesai ujian aja. Eh dia malah memendam rasa. Si walang sangit awalnya baik-baik aja, ya cuman bikin sekelas tau aja kalo dia suka gua. YA BIKIN SEKELAS RICUH DAN BIKIN GUA JADI OBJEK YANG MENARIK BUAT DICIE-CIEIN. Bangke kan!
Dia suka maju ke depan kelas pas jam kosong dan nyanyi-nyanyi buat rayu gua, bikin puisi buat gua, dan lain sebagainya. Kalo dia cakep sih itu bakal jadi hal yang romantis. Tapi sumpah itu menjijikan. Gua udah bilang secara baik-baik, sms bernada ancaman dan pura-pura dari pacar, sampe fisik pun dia tetep godain gua. Satu setengah semester berasa satu setengah abad di neraka. Gua udah capek nangis dang a bisa minta tolong ke siapa-siapa karena buat gua itu memalukan.
UN pun tiba. Gua belajar mati-matian biar lulus. Tau apa? Gua duduk deket sama si walang sangit dan dia sukses godain gua di sepanjang ujian itu sampe hari terakhir. Konsentrasi gua hancur, gua nangis. Dia enak pake kunci, lah gua mikir sendiri dan fokus gua hilang. Pengen musnahin si walang sangit sama tebalikin sekolah tuh seliweran diantara rumus-rumus matematika dan nama genus. Gua pasrah.
Hasilnya, nilai UN gua pas di rata-rata. Gua dimarahin abis-abisan sama bokap dan nyokap. Gua dicap anak bodoh di keluarga. Ga punya temen, ga punya orang yang bisa gua ajakin curhat. Gua stress dan capek. Orang tua gua ga mau dateng ke acara perpisahan, gua bahkan ga dibikinin baju buat kesana. Gua mencoba ga nangis di depan mereka. Gua kuat dan gua bilang ini emang salah gua padahal belom tentu juga ini semuanya salah gua. Masa-masa setelah UN dan kelulusan sampe masuk SMA itu masa yang paling berat.
Gua bener-bener sendirian. Gua yang individualis ini ga bisa cerita sama siapa-siapa. Bahkan keluarga gua aja marah sama gua yang katanya anak gagal ini. Gua beberapa kali punya niatan bunuh diri. Gua udah punya spot bunuh diri paling asyik yaitu di atas sumur dengan cara menggantung diri di tiang timba, nyayat nadi pake pisau dapur, atau gantung diri di gudang. Gua udah persiapan. Gua baca doa biar arwah gua tenang. PLIS MAU BUNUH DIRI AJA GUA BERDOA KAN PEA YA -_-
Gua udah siap sampe akhirnya gua mikir, kenapa engga gua buktiin aja nanti, beberapa tahun lagi, gua bisa lebih sukses dari temen-temen gua. Gua yang udah megang gunting, nangis sejadi-jadinya sambil lempar gunting itu. Menyesal, kenapa gua harus menderita selama beberapa bulan gara-gara hal kayak gitu. Gua menyerah buat bunuh diri.
Gua mencoba bangkit. Gua keterima di SMA yang biasa aja, jauh dari pusat kota karena gua ga bisa masuk SMA di kota yang katanya bagus. Gua jadi orang yang berbeda, yang ga mau diremehin siapa aja. Gua berhasil! Akademik gua makin bagus, ga ada yang berani bully gua karena mereka takut ga dapet contekan pas ujian (padahal dari 50 contekan, cuman 5 yang isinya bener wkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkkwkwwk), dan mereka takut kalo nilai makalah mereka jelek. Gua pernah jadi anak kesayangan beberapa guru dan temen-temen gua takut kalo gua nyabotase dan mereka gagal. Gua mulai berkuasa.
Gua mulai bangkit.
Orang tua gua sedikit demi sedikit mulai percaya lagi sama gua. Sampe akhirnya gua bisa masuk PTN dengan jalur keberuntungan hahahhaha. Ya gua susah payah juga perjuangin keinginan gua buat kuliah. Gua ditentang dan ga dbantuin sama sekali buat ngurus semua persyaratannya. Sampe akhirnya gua nekad dan setengah mampus berjuang. Gua lolos.
Gua naik lagi satu tingkat lebih tinggi dari mereka yang dulu bikin hidup gua suram.
Sekarang gua udah lulus. Kehidupan gua udah sangat stabil, minus gaada kerjaan ya wkwkwk. Gua punya temen-temen yang sangat baik dan care, sahabat yang peduli, kepercayaan orang tua, dan masih banyak lagi pencapaian yang emang masih sedikit tapi sangat gua syukuri. Gua seneng karena bisa bangkit dari niat yang sangat buruk itu. Bayangin apa jadinya kalo gua jadi bunuh diri. Kalo gua meninggal ya orang tua gua hancur, kena cap negatif. Kalo gua selamet, gua bakal bunuh diri lagi dan ya makin negatif. Bisa aja gua cacat?
Saran gua buat lo pada, please jangan sembarangan dalam memperlakukan orang lain. Kecil sih cuman ledekin aja, tapi itu bisa berdampak gede sama orang yang lo ledek. Kasih support dan pahami cerita orang-orang di sekitar lo. Lo mungkin ga tau rasanya ga ada orang di sekitar lo dan lo harus berjuang sendirian. Lo gatau gimana rasanya depresi, ditekan, dan lain-lain. Please be nice and care sama orang di sekitar lo. Psikolog sama psikiater mahal cuy! Ga semua orang bisa kesana. Dengan lo dengerin, pahami, dan kasih saran, itu udah cukup buat gua, buat kami, yang dulu pernah suram ini.
Buat kalian yang mungkin lagi susah, lagi sedih, please jangan bertindak bodoh kayak gua. Mati lu juga kagak bakal diterima. Mending lo bangkit, sukses, abis itu tampol mereka pake toga atau gaji lo yang fantastis HAHAHAHAHA. Like I do~ Emang lo ga bisa balas dendam langsung, at least lo bisa sedikit bahagia karena hidup lo jauh lebih baik. Cari orang yang bisa diajak cerita, cerita sama ibu atau ayah lo atau sodara lo yang lain. Diantara 1000 orang pasti ada 1 yang care kok sama lo. NEVER GIVE UP! Gua sangat-sangat menerima curhatan lo kalo-kalo lo mau curhat sama gua. Ga bisa bantu banyak tapi bisa sedikit membantu lah kayaknya hehehe.
Before you love someone, love yourself first! I love me~
(Tulisan ini gua buat setelah miris dengan kasus bunuh diri salah satu musisi terkenal di Korea Selatan. Gua pengen cerita kalo stress sekecil apapun bisa berdampak besar sama diri seseorang. Apa yang gua alami memang ga se-serius yang lainnya tapi nyaris bikin umur gua cuman sampe umur 15 tahun.)
Sibuk, mungkin tidak. Resah, mungkin kata itu kurang tepat untuk menggambarkan situasi saat ini. Mencoba menghubungimu sedari kemarin, tak ada kabar. Di akhir pesan singkatmu pun kau hanya menitip doa di tiap waktu. Itupun sudah lama sekali, kurasa. Jarak memang bukanlah bias, dan kadar pun tak bisa di pastikan. Semua pasti akan berubah, termasuk juga aku. Tapi, apa masalah ini juga akan selalu berubah? atau malah tetap diam dan larut ditelan waktu? Entahlah. Kepenatan kita akan rutinitas memaksa kita untuk menaikkan ego kita. Sadarkah? “Aku cuman rindu, itu saja” - The Rain #Suararga
Soulscape is a 30 days online writing project. To join please contact to stardust-glitteryhoe or rainbowsmoke16 #SoulscapeDecember2017 #SoulscapeDecember2017 #SoulscapeDay02
Tidak ada yang istimewa Melihatmu layaknya orang asing Hitam legam kurus tak terawat Aku tak mengacuhkanmu Hari ke-2 Kau mulai bersolek Agar tak ada harap yang pupus Aku tahu kau hanya ingin atensi semata Dan kau berhasil
Hari ke-3 Tak ada yang istimewa Melihatmu pertama kali, lagi Namun tertahan oleh semu Bayang indah bola mata Ya, kau berhasil kali ini.
#Suararga
Soulscape is a 30 days online writing project. To join please contact to stardust-glitteryhoe or rainbowsmoke16 #SoulscapeDecember2017 #SoulscapeDay01
9 September 2017 8.35 PM Hi, September. Apa kabar? Sehat? Rindu juga rasanya akhirnya bertemu kamu lagi. Setahun ya? Aku sampai lupa kalau sudah selama itu. Tumbuh bersama, belajar, bermain, melompat untuk lebih tinggi hari demi hari. Hari ini, kita deklarasikan hari jadi kita ya. Selamat, semoga awet selamanya ya. Selamat 22 kesayangan Love, Yourself <3
2 September 2017 23.55 Jingga di ufuk barat kau menyapaku. sesaat, dan menitipkan pesan padaku.
To : Pelangi “Indah tak selalu harus abadi, indah tak harus dengan materi. Lapangkan jiwamu, kuatkan ragamu, agar kau selalu cukup.”
From : Senja.