Inspired by previous gif

Andulka
art blog(derogatory)
styofa doing anything

JBB: An Artblog!
TVSTRANGERTHINGS
$LAYYYTER
Xuebing Du

shark vs the universe
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
d e v o n

⁂

pixel skylines

Product Placement

Kiana Khansmith
trying on a metaphor
DEAR READER
🪼

blake kathryn

oozey mess
NASA
seen from United States
seen from China

seen from Singapore
seen from Brazil
seen from United States

seen from Belgium

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Vietnam

seen from Germany
seen from Netherlands

seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia
seen from United States

seen from Norway
@wangiseruni
Inspired by previous gif
Ya Rasulallah ❤🌹
Here we go again...
6 Jenis Gaya Bicara menurut Al-Qur'an
1. Qaulan sadida (QS. An-Nisaa’: 9, Al-Ahzab: 70)
Maknanya, perkataan yang tepat, kena sasaran, sesuai situasi dan kondisi, baik sesuai dari segi konten maupun konteks.
2. Qaulan ma'rufa (QS. An-Nisaa’: 5 dan 8, Al-Baqarah: 235, Al-Anfal: 32)
Maknanya, perkataan yang baik, sopan, halus, indah, benar, penuh penghargaan, menyenangkan, dan sesuai dengan kaidah hukum serta logika.
3. Qaulan baligha (QS. An-Nisaa: 63)
Maknanya, perkataan yang fasih, tepat, jelas, efektif, dan mampu mengungkapkan apa yang dimaksudkannya.
4. Qaulan maysura (QS. Al-Isra’: 28)
Maknanya, perkataan yang mudah. Ath-Thabari dan Buya Hamka mengatakan, makna mudah disini adalah yang membuat orang lain merasa mudah mengerti, gaya bahasanya lunak, menyenangkan dan layak didengar, halus dan lemah lembut sehingga tidak membuat lawan bicara tersinggung, serta menimbulkan rasa optimis bagi orang yang diajak bicara.
5. Qaulan layyina (QS. Thaha: 20)
Maknanya, perkataan yang lemah lembut sehingga dapat menyentuh hati lawan bicara. Ini erat kaitannya dengan suasana hati orang yang berbicara. Berbicara dengan hati yang tulus dan menghargai kondisi lawan bicara akan melahirkan ucapan yang lemah lembut. Kelemahlembutan tidak hanya dapat mengantarkan sampainya informasi, namun juga berpotensi mengubah sudut pandang, sikap, dan perilaku lawan bicara, bi idznillaah.
6. Qaulan karima (QS. Al-Isra’: 23)
Maknanya, perkataan yang mulia, yang penuh penghargaan dan penghormatan kepada lawan bicara.
—
Jika diperhatikan, 3 dari 6 gaya bicara tersebut tercantum di dalam surat An-Nisaa’, surat yang banyak berbicara tentang perempuan, yang seolah-olah mengingatkan kita bahwa ketergelinciran yang paling sering terjadi di kalangan wanita disebabkan oleh lisannya…
And if ever you feel like the dunya is too much, remember the patience of Ayyub. Remember when he called out to his Lord, the du'a he made. And the shyness he had in asking Allāh to lift him from the state of hardship after having endured ease for so long. And remember that believers are tested according to their level of faith. So compare your trials to those with the greatest of faith, the Anbiya and the Sahabah. Where do we stand? Use this as a means to draw nearer to your Rabb. Nothing in this world or the next comes without suffering. But the sweetness of faith only comes after tasting the bitterness of trials. And there is beauty in those who patiently endure for the sake of their Lord. So be of them. Be of those who will stand before Allāh on the plains of resurrection, burdened by sin, but as a result of their perseverance through hardship for His sake. He will forgive them.
Extract from one of the last messages I got from a very special person. (via bintmustafa)
Malam ini, sekitar pukul 11 malam hamba meminta dalam hati, mohon dibangunkan dari tidur untuk shalat malam. Hamba memaksa untuk dibangunkan karena hamba benar-benar menginginkan berdo'a malam ini, setelah kejadian setelah maghrib tadi. . Hamba bangun. Tepatnya terbangun dari mimpi yang buruk. Pukul 2 pagi. Hamba berusaha sholat dan berdo'a. Di tengah - tengah ku mengeluh atas semua ketidakwajaran hidup yang aku lalui, ketidakmanusiawian hidup yang kedua anak kecil itu jalani, sesuatu seperti menyambar qalbuku dengan cepat. Seperti hentakan yang dahsyat, membuat jantungku sempat berhenti sejenak. Bahwa semua keburukan dan kesusahan yang kita jalani, baik terjadi secara langsung maupun sebagai pihak ketiga yang ikut merasakan, semua adalah kehendak Allah. Kehendak-Mu. Dengan segala ego menginginkan yang terbaik menurut agama dan ilmu dunia, hanya Allahlah yang mampu mengijinkan semua keburukan ini terjadi terhadap kita. Dan hanyalah keikhlasan dan kerendah hatian sebagai seorang berlevel hamba, kita harus menerima semua ketetapanNya dengan ikhlas. Selayaknya kita perlu meredam ego dan kesombongan kita dalam berdo'a dan menginginkan sesuatu yang baik, karena semuanya kembali kepada Allah. Subhanallah, Maha Suci Allah. . . فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلَا تُطِعْ مِنْهُمْ آثِمًا أَوْ كَفُورًا Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Tuhanmu, dan janganlah kamu ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di antar mereka. [ QS. 76 : 24 ] فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلَا تَكُنْ كَصَاحِبِ الْحُوتِ إِذْ نَادَىٰ وَهُوَ مَكْظُومٌ Maka bersabarlah kamu (hai Muhammad) terhadap ketetapan Tuhanmu, dan janganlah kamu seperti orang yang berada dalam (perut) ikan ketika ia berdoa sedang ia dalam keadaan marah (kepada kaumnya). [ QS. 68 : 48 ]
Halo Mas Satria. Gmn ya cara menghadapi seseorang yg seperti memberikan lampu hijau tapi di sisi lain juga hobi membangun tembok? Ditambah, dia punya pengagum dekat yg selalu membayang-bayanginya yg bikin hati cemas.
Halo, non. Tembok yang ia bangun bukan benteng kokoh, cuma bilik sederhana. Ada sebagian dari kita yang suka masuk “gua” bikinan sendiri. Bukan enggak butuh orang lain, bukan berarti ingin menjauh. Untuk beberapa orang, kesendirian jadi mode alami untuk menenangkan diri. Lebih baik biliknya enggak dipanjat atau dirobohkan, tunggu sebentar dengan sabar. Sambut saat ia keluar.
Enggak setiap orang hobi curhat dengan sesamanya, sebagian dari kita adalah pemalu yang sungkan berbagi cerita. Enggak setiap cerita bisa dibagi. Sama halnya dengan enggak setiap orang bisa menyamankan orang yang tengah ragu untuk berbagi.
Bagus, dong. Artinya ia orang berpengaruh baik untuk lingkungannya. Semakin baik pengaruhnya, semakin bermanfaatlah ia, semakin dikagumilah ia. Kamu menaruh rasa sama orang yang enggak salah. Nikmati cemasmu sebagai bagian dari berperasaan kepadanya. Konsekuensi. Tandanya, perasaanmu memang semakin mengutuh.
Mengingatkan kembali. Mengenal seseorang apalagi yang ingin dinikahi, haruslah dengan niat benar2 ingin mengenalnya. Bukan dengan keegoisan, rasa penasaranku begini, cepatlah datang jawaban. Yang pemalu dan menjaga hati akan lama membuka hal pribadi apalagi menyangkut perasaan. Perhatikan gerak gerik kepribadiannya, mampukah kau menemani ? Mau kah kamu belajar memahami bagaimana dia kalau sedang bersedih, bahagia atau menyimpan sesuatu ? Sanggupkah bersabar untuk mengenal dia yang mencoba susah payah membuka hati padamu ? Semoga beberapa kaum mengerti, bukan karena dia gengsi, tapi takut dengan Illahi bahwa yang diucapkan apakah sesuatu yang harus ditutupi atau merugi. Berilah waktu kepada dia untuk berfikir dan pelan-pelan menjawab semua pertanyaanmu. Runtuhkan keegoisanmu dan dengarkan tiap kata-kata dan kode kecilnya, maka pelan-pelan kau pasti paham bahwa dia adalah jodoh yang selama ini kau nanti atau bukan. Selamat ta'aruf kawan sejati !
I pray that whoever reads this, God heals whatever is hurting you
Aamiiin...waiyyaki
Especially the last point. Marriage should never be an end to all means, but a means to an end.
Allahumma inni as aluka husnul khaatimah.
Orang yang sendiri diuji dengan kesendiriannya, orang yang menikah diuji dengan pernikahannya, orang yang punya anak diuji dengan anaknya, orang yang bekerja diuji dengan pekerjaannya, orang yang sekolah diuji dengan ilmunya, orang yang punya diuji dengan kepunyaannya, orang yang tidak punya diuji dengan ketidakpunyaannya dan seterusnya. Jika kita menyadari bahwa semua hal yang manusia alami, bahagia-sedih, susah-mudah, lebih-kurang, adalah ujian, tidak akan kita merasa iri apalagi kufur. Sesederhana itu.
(via urfa-qurrota-ainy)
Teach your children not only how to love but how to be loved.
Michelle K., Teachers. (via michellekpoems)
Aahhh !
Ya Rasulallah ❤🌹
On the left is a gif of Muslims circumambulating around the Kaabah in Makkah.
On the right is a gif of billions upon billions of stars and solar systems revolving around the centre of the a Galaxy.
See the similarities?
”…Thus does Allaah make clear His Ayat (proofs, evidences, verses) to you that you may give thought.”
Qur’aan 2:266
This is one of my favorite things on this entire site
when science meets faith
magnet force, too