Terang purnama, dengan eloknya awan. Berdiri tegak di atas doa-doa sang fana. Sedetik melihat purnama disitulah sedetik do'a-mu. Puluhan lampu sesekali padam, berganti dengan warna-warna lain oleh jeda yang sudah diatur. Kelipnya lampu seketika terang kembali, doa'a selesai. Sinar purnama tak pernah padam dan setiba siang, sang fana tak tahu betapa terang cahayanya (purnama). -wexiing-












