Jalan panjang kehidupan yang tiada satupun orang yang tau ntah dimana garis finish itu, tentu tetap harus dijalani. Walau kadang gelap yang ditemui ataupun tidak mulusnya jalan yang ditempuh, maka bukan menjadi alasan untuk berhenti dan membalikan diri. Persimpangan-persimpangan jalan yang telah berhasil dilewati, tentu memiliki keadaan jalan yang berbeda dengan persimpangan lain yang tidak dipilih. Bukan perkara benar ataupun salah, namun lebih kepada penerimaan dan perjuangan yang harus dilakukan. Bergeraklah turus walaupun dalam bergerak itu ada rasa bersalah yang menyelimuti. Bergeraklah terus walaupun dalam bergerak itu ada bayang2 masa lalu yang menghantui. Begeraklah terus walaupun hati ini seakan tidak lagi ingin tersakiti. Karena sesungguhnya, dalam setiap apapun yang kita pilih, jalan manapun yang kita tempuh dan segala apapun perbuatan yang kita lakukan, akan selalu ada unsur salah dan benar menurut berbagai versi. Karena sesungguhnya, dalam setiap tindakan-tindakan, perubahan-perubahan dan keputusan-keputusan akan selalu ada pihak-pihak yang tidak menyukai, merasa tersakiti atau bahkan terdzolimi. Namun bukan berarti kita bergerak tanpa arah dan pertimbangan kebaikan. Kita tetap bergerak dengan kehati-hatian. Dan jika setelah segala ikhtiar telah dilakukan, nafsu-nafsu telah ditanggalkan, namun masih saja ada kesalahan yang kita lakukan atau menyakiti yang lain. Maka itu adalah pelajaran dan alat untuk menguatkan pijakan. Bukan terpuruk dan memilih berhenti. Karena kesalahan lah yang mampu membuat kita sadarkan diri, karena kesalahan pula yang membuat ilmu kita bertambah, dan karena kesalahan pula kita akan mengetahui kebenaran-kebenaran yang tersembunyi. Maka teruslah bergerak dan jangan berhenti. Karena jalan ini tidak menunggu kita sampai garis finish, jalan ini hanya meminta untuk terus kita lalui sampai akhirnya kita dihentikan olehNya dan syahid dijalanNya. Terus bergerak, luruskan niat, tanggalkan nafsu, bersihkan hati, dan teguhkan keyakinan. Allah yang akan menerangi jalan yang gelap itu, Allah pula yang akan menunjukan kebenaran dari berbagai kesalahan. Tidak perlu terpuruk terlalu dalam, cukup beristighfar, menenangkan diri sejenak, ambil sebanyak-banyaknya hikmah dan kemudian kembali melangkah bersama asma Allah