“kamu ini apaan to wid, sini to balikin bulpennya”, katanya sambil narik baju seragamku.
“kalian ki loohh tiap hari gelut ae, mbok skali kali sik akur”, teman sebangkunya coba menimpali.
“ahhh cuma pinjem ae looh, nanti tak kembaliin”, jawabku santai.
Bel tanda masuk kelas berbunyi,
Aku masih sibuk menyalin catatan dari buku teman sebangkuku. Kebiasaanku, mendengar pelajaran saja tanpa menyatatnya..
Seperti ibarat,
sudah lama mengenalnya, tapi tidak segera melamarnya,,
aahhh sudahlahhh #baper
Hahahaha..
Tika, sebut saja begitu orang yang meminta bulpennya dikembaliin tadi. Dan Okta teman sebangkunya, yang selalu mencoba melerai ketika kami sudah mulai saling bertengkar dan ribut.
“Okee, jadi untuk pelajaran hari ini, silakan disiapkan materi masing-masing untuk presentasi di depan kelas menggunakan bahasa inggris yaa..”, kata pak Wi memulai kelas siang itu.
Aku yg sedari tadi masih sibuk nulis catetan akhirnya berhenti sejenak dan melihat samping kanan kiri bangku meja sebelahku,
“Matilah aku, materi apa yang bakal tak sampein nanti,” kataku berbisik.
“Hahahahahaha.. sukuriinn, makanya belajar, jangan cuma bengoongg doang,” sambut Tika.
Itulah Tika, teman, musuh sekaligus sainganku di kelas. Setiap hari selalu ada saja hal yg bisa kita ributkan, entah itu mulai dari ribut soal piket kelas, tugas kelas, sampai dengan ribut karena bulpen yg aku pinjem ga pernah aku kembaliin.. --”
Okee dan presentasi di depan kelas pun dimulai,
Dimulai dari absen paling atas dan dilanjut dengan absen paling bawah, begitu seterusnya sampai negara api menyerang..
Udaahhh ga lucuu ahh, basii luuu..
Hahahahahaha...
Giliran tika maju, dia mulai dengan memperkenalkan dirinya, dan laluuuuu..
Dan yaaa sesuai dugaanku,
Lancaaarrr,
Dia sukses dengan presentasinya, yang membuat pak Wi memberikan standing applause untuk dia..
“Damn it,” gerutuku kesal melihat dia sukses mendapatkan standing applause itu.
Giliranku maju, aku mulai dengan memperkenalkan diriku dulu,
“Hello, my name is Widi, I am a student, and I love play football. My hobby is watch television, and I not can live without television, and...”
HAHAHAHAHAHAHA...
Aku kaget, aku menghentikan presentasiku,
Dan dengan sedikit mengerutkan dahiku, aku melihat ke samping kiriku di mana pak Wi duduk di kursinya, dan beliau hanya ikut tersenyum saja melihatku..
HAHAHAHAHAHAHA... WKAKAKAKAKAKAKAKA..
Masih aku dengar teman-temanku menertawakanku, dan tentu yang paling keras dan paling seneng adalah tika.
Aku melihatnya, dan dia tidak henti-hentinya menertawakanku, mengecekku, sambil menjulur2kan lidahnya,
“weekkk..weeekkk..weekkk.. hahahahahaha.. sukur..sukuriinn..hahahaha”, seru tika.
Aku masih terdiam di depan kelas,
Kebingunan dan masih berpikir di bagian mana aku membuat kesalahan.
“Yg bener itu I cannot wid, bukan not can.”, pak Wi mencoba memberitahu di mana letak kesalahanku,
Damn it --”
Itulah kebiasaanku sewaktu SMP dulu,
Membuat bahasa inggris dengan masih menggunakan struktur bahasa Indonesia.. -_______-”
Kelas selesai dan kita semua segera pulang ke rumah masing2,
Aku ingin segera pulang dan segera mengambil HP milik bapakku di rumah,
Ingin kupakai untuk sms,
Sekedar untuk menanyakan kabar Tika di rumah sore itu..
Iyaaa, kita selalu bertengkar dan ribut di sekolah.
Dan selalu bersaling sapa menanyakan kabar ketika sudah di rumah..