All is well
Seberapa sering kamu mengucapkan mantra ini untuk meyakinkan diri sendiri bahwa semua akan baik-baik saja?
Lalu, akhirnya apakah semua memang baik-baik saja?
Atau kamu hanya hanya sekadar ingin menenangkan hati dan berusaha berfikir positif?
Karena terlalu positif thinking sampai-sampai kamu tidak sadar kalau kamu memang sedang tidak baik-baik saja. Kamu selalu mengucapkan mantra seolah-olah semua akan menjadi baik-baik saja padahal kamu belum melakukan apapun untuk mengubah kondisimu yang sedang tidak baik menjadi lebih baik.
Karena terlalu positif thinking, kamu menganggap semua akan happy ending padahal dalam drama pun banyak kisah yang berakhir tragis.
Kamu sedang tidak baik-baik saja ketika kamu sedang berusaha untuk baik-baik saja. Tidak ada salahnya terlihat sedih atau terlihat sedang memiliki masalah. Setidaknya, kamu tidak memendam masalahmu sendirian, karena bisa saja masalahmu menjadi bom waktu ketika kamu berusaha menganggapnya bukan masalah. Dan ketika bom waktu itu meledak, kesehatan mentalmu akan diuji.
Pasti akan ada banyak biaya psikologi yang kamu keluarkan dengan alih-alih agar bahagia, dengan alibi reward untuk diri sendiri. Sebenernya nggak butuh-butuh amat tapi gapapalah daripada stress, dan gapapa gapapa yang lain demi merasa bahagia walaupun sesaat.
Menangislah kalau kamu memang butuh menangis, masalahmu memang tidak akan begitu saja selesai ketika menangis, tapi setidaknya kamu tidak memendam masalahmu. Kamu tidak berpura-pura baik-baik saja dengan mantra all is well yang justru membuat kamu lupa untuk belajar dari masalahmu.
Menangislah, tapi jangan lupa bangkit, bertahan dan hadapi.
Mari belajar menerima dan mengakui apa yang kamu rasakan, mengevaluasi diri sendiri, menemukan solusi dan menerapkannya agar menjadi orang yang lebih baik.











