Sebelum Membeli, 4K Dulu!
Banyak mikir, ujungnya mah nggak jadi
Sebuah celetukan yang kadang benar adanya. Iya kita ini manusia yang banyak mikir, apalagi yang berhubungan dengan uang yang nggak sedikit. Beli sesuatu yang ngumpulinnya aja kudu menyisihkan dari beberapa bulan bahkan tahun gaji kita. Salah nggak sih jadi manusia yang banyak pertimbangan?
Buat saya, ini bukan overthinking. Justru ini kehati-hatian buat kita dalam memilih dan menentukan pilihan yang tepat. Ingat, bukan sekedar memilih tapi juga tepat.
Itupun yang saya alami akhir-akhir ini. Padahal cuma mau beli sesuatu, tapi terus mikir dan belum menentukkan pilihan. Ribet, banyak mau, banyak milih ih, mungkin itu kalau orang lain berkomentar. Makanya, saya nggak mau bilang ke sekeliling, orang terdekat, tentang apa yang mau saya beli atau miliki, karna ternyata setelah saya pikir-pikir, nggak sehat juga buat mental. Haha. Jadi kesannya seperti orang lain ikut mendukung bahkan memaksa apa yang lagi kita perjuangkan. Padahal diri kita belum siap untuk menentukan. Seolah dikejar apa maunya orang.
Misal nih, niat ganti laptop. Ya sekedar memilih laptop aja ribetnya minta ampun. Tapi harusnya, sama sekali nggak ribet buat saya yang menjalani. Kalo kamu sama juga seperti saya dan sedang mirip-miripnya ada di posisi saya, galau menentukan, mungkin kamu bisa melakukan ini. Itu pun yang saya terapkan pada diri saya, sejauh ini efektif sih. 4K versi saya adalah:
Kenali tujuannya
Kamu harus bisa menganalisis. Duh ribet kan. Harus! Karna barang yang dibeli pakai uang keringatmu. Jelas kamu harus paham tujuan kemana larinya si uang. Kira-kira kalo beli ini worth it nggak dengan uang yang kamu keluarkan. Buat apa sih nanti si barangnya, seberapa pentingkah, hal yang bisa ditunda atau urgent sekarang juga?
Kenali barangnya
Biasakan untuk tahu, mendetail ya, atas barang yang kamu beli, apalagi kalo barangnya nggak cuma dipakai sehari dua hari, tapi bisa sampai 5, 10, bahkan seumur hidup mungkin. Wah ini berharga banget pasti. Jangan sembarang lihat diskon lalu check out. Tapi balik lagi ke tujuan kamu beli barang, cek review dari berbagai channel youtube, punya kenalan yang paham tentang barang yang ingin kamu beli ya jangan sungkan tanyakan. Diri kamu bertanggung jawab atas barang yang kamu beli.
Prita Ghozie, di IG live nya pernah bilang begini, “Kita ini kebanyakan malah kebalik, lihat diskon dulu baru beli, ah beli aja dulu, siapa tau manfaat. Mindset itu harus diubah, sebelum beli barang, kita lihat dulu apa sih sebenarnya yang kita butuhkan, baru cek di olshop, syukur-syukur ada diskon, enggak pun nggak apa-apa, karna kita tahu value dari barang tersebut”
Di skakmat nggak tuh hha, bener juga ya, apalagi cewek, lihat yang lucu dikit eh pengen beli :(.
Jadi ingat, “apa yang dibutuhkan” bukan “siapa tau nanti butuh”. Kalo kita udah kenal banget sama kebutuhan kita, diskon nggak akan bikin oleng.
Kenali budgetnya
Ekspektasi udah tinggi pengen beli yang A, tapi kemampuan kita cuma bisa beli yang C. Pilihan cuma 2, beli sesuai kemampuan atau lebih sabar ngumpulin pundi-pundi untuk beli si A. Tapi keduanya ada resiko dong. Beli si C, hari itu juga barangnya kamu miliki, dengan kekurangan yang harus bisa kamu terima. Beli si A, bisa jadi harganya naik di pasaran setelah beberapa bulan.
Keputusan ada ditangan kamu
Mau orang gonjang ganjing ngomong begini dan begitu, kamu tetap tuannya. Kamu punya hak atas diri kamu sendiri. Menerima masukkan boleh tapi tidak memaksakan orang lain mengambil andil atas keputusan. Ingat, setiap keputusan ada kesepakatan. Baik itu kesepakatan harga maupun kualitas si barangnya.
Mari kita sama-sama belajar dalam mengatur finansial, membedakan mana keinginan dan kebutuhan, juga bersepakat dalam setiap keputusan yang dipilih. Banyak pertimbangan itu sangat perlu loh, itu adalah cara kita bernegosiasi, mencari tahu, sekaligus bertanggung jawab atas apa yang kita pilih.
@janatunrahmilah
Cibinong, 25 Mei 2021
















