A Higher Level of Goodness
Next level berbuat baik: bukan sekadar karena kamu udah dibaikin terus kamu pengen balas kebaikannya.
Berbuat baik pada orang karena kamu paham bahwa Allah menyukainya. Berbagi bukan hanya pas momen balas budi, tapi karena kita meneladani Rasul yang sangat hobi memberi.
Berbuat baik karena ingin dibalas baik itu sah-sah saja. Memberi dengan keyakinan bahwa kebaikan akan memantul balik padamu pun wajar-wajar saja.
Tapi pada akhirnya hidup memberi tahu kita, bahwa tak semua orang mampu membaca kebaikan kita dengan peka. Ada yang memang sukanya minta tolong, ketika datang waktunya kita yang butuh pertolongan; mereka tak ada.
Ada yang sukanya meminta dan merepotkan, tapi hanya itu yang bisa mereka lakukan; tak kenal yang namanya balas budi dan memantulkan kebaikan yang kau lakukan.
Maka di situlah mestinya pemahaman kita naik kelas. Islam mengajarkan kita berbuat baik karena Allah dan Rasulullah ﷺ perintahkan. Masalah mau dibalas atau dibiarkan itu dipikir nanti. Karena sejak awal niat kita adalah berbuat, bukan demi dibalas.
Energi yang timbul dari pemahaman itu akan membuat kita tak mudah menghakimi orang, tak pusing menuntut balik perbuatan baik. Ketika kebaikanmu dibalas oleh orang, tandanya dia menghargai. Tapi jika pun tidak dibalas; sejak awal kita sudah yakin bahwa kebaikan Allah pasti jauh lebih besar dan lebih megah.











