Do’a ibu yang tak pernah kita dengar
Ketika masih di usia kanak-kanak kita sering mendengar suara - suara itu. Suara yang pernah membuat kita kesal. Pintanya agar makan tepat waktu, cepat mandi, bangun pagi, dan titah-titah lain yang ternyata hari ini begitu kita rindukan.
Dia tahu usiamu terus beranjak dewasa, dia paham pola berpikirmu telah jauh lebih maju dan berkembang. Tapi dia yang tak akan berubah, tak akan berubah memperlakukan kita sama seperti pertama kali kita hadir dalam hidupnya. Dia akan tetap hangat menyambut pulang meski kehidupan ini telah menemukan nyaman di kota orang. Dia juga tak akan pernah lupa tentang makanan kesukaanmu, saat kita sendiri lupa rasanya seperti apa.
Kita sering malu-malu menyampaikan rindu padanya, kita pura-pura tak ingat ketika usianya terus menua. Di matanya guratan halus sapuan usia itu kian jelas terlihat. Tak seperti do’a panjangnya yang tak mampu kita dengar.
Semoga di sisa usianya ini Allah mampukan kita untuk terus menimba bakti padanya. Walaupun kita tahu semua itu tak akan pernah menggimbangi do’anya yang selalu hadir di setiap langkah kaki.
Yogyakarta, 9 September 2021