Hanya pikiran seorang anak
Dulu, aku sempat memikirkan bagaimana hidupku kalau tanpa papa dan bunda. Sampai di masa aku berharap kalau Allah ingin mengambil nyawaku, aku ingin lebih dulu dibanding papa bunda. Aku ingin papa bunda benar-benar menemaniku selama di dunia.
Sekarang pun sebenarnya, masih sama.
Tapi ketika ada momen-momen tertentu yang terjadi di rumah maupun di luaran, aku berpikir lagi. Apa papa bunda akan baik-baik saja kalau ngga ada aku? Apa mungkin mereka akan bahagia di hari-harinya? Mungkin terdengar berlebihan dan sedikit kepedean. Bukan, bukan karena kehilangan aku akan membuat kebahagiaan mereka terenggut. Aku sadar aku tidak se-spesial itu. Tapi, aku rasa dunia kadang terlalu kejam untuk aku relakan mereka mengarunginya sendiri. Aku ingin berada di sekitar mereka. Setidaknya kalau aku tidak bisa menyelesaikan solusinya, aku bisa membantu meringankan bebannya. Aku bisa sedikit menghibur mereka dengan leluconku yang garing. Setidaknya, aku ingin mereka tahu kalau sejahat apa pun dunia, selain kami yakin Allah pasti mendampingi, masih ada aku yang selalu menyayangi mereka. Aku juga ingin membuat mereka merasa worthy dan dihargai. Selayaknya orang tua yang memang seharusnya merasa seperti itu. Aku tidak ingin melihat papa bunda sedih, apalagi mengingat usianya yang semakin bertambah.
Papa dan bunda harus janji untuk bahagia terus ya.












