Dalam Diam
Saya mengagumi DIA dalam diam. Sayang mencari tahu segala tentang DIA dalam diam. Saya tersenyum ketika mendengar tawanya juga dalam DIAM. Bukankah ini begitu menyakitkan ? Saya merindukan DIA dalam diam. Saya bahkan mencuri pandangannya dalam DIAM. Saya menyukai segala hal tentang DIA dalam diam. Ada banyak rasa yang tidak terungkap. Banyak rindu yang tertahan. Namun tidak pada senyum saya. Sebab ketika melihat DIA saya tidak mampu menghentikan senyuman yang juga hadir bersamaan dengan tawanya. Dalam diam saya juga mendoakannya. Berdoa untuk kesehatannya serta bahagianya, sebab pada tawanya saya menemukan satu dunia baru yang begitu indah. Bolah lah sebut saya seorang pengecut karena memendam rasa yang begitu besar. Namun saya rasa ini adalah suatu kebijakan. Dimana saya bahkan tidak tahu jelas bagaimana DIA terhadap saya. Lalu sampai kapan ? Entahlah. Yang saya tahu ketika dia hadir segalanya mulai berubah. Pertemuan yang saya sebut sebuah kebetulan kini selalu saya bawa dalam doa, berharap Tuhan merestui dan semesta ikut meng-amin kan. Dalam diam, saya berdoa, semoga DIA adalah jawaban dari tangan yang telah lama menengadah, dari sujud serta doa-doa yang terpanjat ketika saya meminta seseorang untuk membangun kembali kepingan hati yang patah. DIA, seseorang kini sedang saya semogakan. -zp










