yeayyy, nemuin kakanya twitter,
kasian bet si tulisan di drop di twitter pake batesan,
mana sempat dibanned lagi, gegara kepanjangan,
dilarang ngetweet seminggu, sedih sedihhh🤣
🪼
untitled
Sade Olutola

No title available

pixel skylines
The Bowery Presents
Misplaced Lens Cap
Keni

roma★

#extradirty
Jules of Nature

Origami Around

gracie abrams
RMH

Product Placement
h
Claire Keane
macklin celebrini has autism
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

Kiana Khansmith
seen from Brazil
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Japan
seen from Ecuador

seen from Saudi Arabia

seen from Australia
seen from Ukraine
seen from Peru
seen from United States
seen from Senegal
seen from Australia
seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States

seen from Ecuador
seen from United Kingdom
seen from Türkiye
seen from United States
@wordsyeef
yeayyy, nemuin kakanya twitter,
kasian bet si tulisan di drop di twitter pake batesan,
mana sempat dibanned lagi, gegara kepanjangan,
dilarang ngetweet seminggu, sedih sedihhh🤣
Kayanya aku nulis di sini aja deh, sembari menjadi tulisan terakhir.
pertama kali nulis di sini karena tahu dari dia juga. pas itu, postingan instagram-nya berangkat dari tangkapan layar templat Tumblr. aku bertanya tentang templat tersebut, kemudian dia yang sedari awal tidak mengizinkanku tahu nama penggunanya menantangku untuk mencarinya sendiri. sampai tibanya aku tahu, menunjukkan diri, dan berujung diblokir. wkwk, ya tidak apa-apa juga sih.
lanjut, anehnya di kesempatan berikutnya melalui telepon atau bertemu langsung, ketika membahas suatu persoalan dan tulisannya ada di tumblr, dia selalu menyebutkan, “ada kan, baca di tumblr ana yang bla bla bla.”Itu menunjukkan dia merasa aman dong kalau aku tahu? ngga mungkin kan hal itu disebut berkali-kali. aku yang lupa saja jadi teringat.
sampai tiba-tiba dia ini menghilang untuk kedua kalinya—ini anak memang suka menghilang, heran deh. aku yang punya luka ini merespons trauma tersebut. kebiasaan diabaikan membuat kepala ini berisik mencarinya di sepanjang kota. eh, ketemu lagi dengan tumblr-nya yang sama dengan menggunakan nama pengguna berbeda, dan kudapati dirinya sedang mencintai seseorang.
pertama kali tahu hal itu, rasanya marah, cemburu, benci, dan kecewa. aku kira aku satu-satunya, ternyata salah satu di hatinya. wow. emejing. padahal aku udah bertanya dan memastikan dan dari awal. Tapi ya, namanya juga buaya kan, ya? risiko terlalu percaya sih.
entah kutukan atau apa interaksi kita pasti selalu setelah dia menghilang dan aku mencarinya lalu sering kali berujung aku yang merangkap posisi dan dia yang terpojok. dan selalu saja tentang wanita.
apaan coba? 😮💨
mungkin karena berangkat dari hubungan kami yang mengalami pergeseran, dari yang tadinya penanya dan penjawab menjadi teman cerita. ada ekspektasiku yang tetap tumbuh pada raganya, padahal dia hanyalah orang biasa yang kebetulan pemahamannya tinggi di atas diriku saja. namun, aku yang bocah baru tamat SMA ini sudah menganggapnya malaikat, hanya karena banyak ilmu itu dipahamkan olehnya.
setiap keputusan tentu ada risiko. keputusan yang kubuat kala itu tidak kusangka dampaknya akan sangat besar kepadaku, baik secara positif maupun negatif. baiknya kebangetan, jahat kebangetan.
singkat cerita, muncullah benih-benih terbawa perasaan (baper) itu, wkwk. aku cemburu, merasa sudah berkorban untuk mendengarkan, dan pingin didengar serta dimengerti juga. padahal jika yang curhat sesama wanita, aku tidak akan mau bercerita balik kepadanya karena tahu hukum alam: “yang diceritakan dialah sandarannya”, bagi ku jangan coba-coba dibalik. sudah pasti akan rusaj nantinya.
aku yang baru pertama kali kenal laki-laki ini cukup merasa tertantang saja tanpa memedulikan konsekuensi perasaan. bagiku semua sama saja. “toh terbukti aku tidak dekat dengan laki-laki mana pun sampai kuliah,” dengan sombongnya aku menyimpulkan, tanpa tahu bahwa ujian sesungguhnya justru terjadi saat kuliah, di saat guru dan teman tidak akan sepeduli dulu.
apapun yang terjadi kala itu, aku anggap sebagai kesalahan kedua belah pihak. Ada pemberi, ada penerima. jika salah satu saja pergi, tidak akan terjadi persahabatan itu.
namun tak kusangka, aku yang punya luka diabaikan dan tidak bisa kehilangan ini, justru bertemu dengan orang yang paling suka menghilang. ini yang menjadi masalah utama. memang di awal terasa saling menarik dan saling merasa lebih dipahami dibanding keluarga yang gagal memahami—itu terbukti terucap di antara kami. namun, tidak mungkin kan sebuah kedekatan tidak memerlukan gesekan?dan terjadilah kutukan berulang itu.
polanya begini: pertama, memasuki fase aku dan dia dekat banget, lalu dia tiba-tiba menghilang. Lalu aku panik, mencarinya, bertanya ke orang-orang di sekelilingnya, aku spam chat dan spam call, sampai akhirnya dia datang.
salahnya, terbangun perbedaan persepsi. baginya, aku mencari berarti membuntutinya. bagiku, dia menghilang berarti dia meninggalkanku. padahal artinya, dia hanya sedang kelelahan dan aku yang tidak bisa ditinggal.
dan berujung berantem lagi wkwk, tapi setiap kali setelah perbaikan, kami jadi makin dekat dari sebelumnya. ngga tahu ya kaya magnetnya kencang banget. sampai akhirnya dia bertemu lagi dengan "bunga baru". meski aku sempat mengenalnya, aku tetap cemburu dan kurang suka. kami pun tidak dekat, tidak begitu kenal, dan sempat terputus karena pandemi. Bersama orang inilah favorite human-ku ini mulai berbeda, berubah, dan tidak seperti biasanya.
anak ini memang selalu hilang dan pergi meninggalkanku, tapi rasanya bagiku selama dia pergi, dia seperti ingin lari dari ekspektasi yang aku bangun. dia seperti punya dua wajah: saat bersamaku dan saat tidak bersamaku. sekarang aku merasa mungkin selama ini dia tertekan denganku yang selalu bertanya tentang Islam dan selalu menganggapnya baik.
tapi kan, bukannya bagus ya kalau dinilai baik?kenapa setiap dia memilih pergi, selalu saja kutemukan masalah wanita di sana, entah inilah atau itulah.
ngga enak banget rasanya, kesannya selalu aku yang memergoki. aku cuma temannya, bukan kekasihnya, tapi rasanya nggak enak banget selalu begitu.
puncaknya tadi malam, bahkan sekarang aku belum tidur saking mualnya melihat fakta seterang itu. bahkan ada foto yang ketika itu jadi (photo profile) yang aku permasalahkan. serta ada video dan foto-foto yang mengarah kesana kedia.
yang bikin aku kesal, kenapa sih harus kayak gini terus?kenapa si lelaki yang kupercaya justru yang omongannya tidak bisa dipegang? dari klarifikasi ke aku tentang ceweknya aja, tapi ceweknya malah membahas sebaliknya. Dari situ saja sudah ketahuan tidak sinkronnya.
kenapa sih, aku sudah mengirim pesan ke dia tadi, tapi langsung aku hapus pas sadar dia membacanya.
kayanya percuma nggak sih? cowo mah emang ada ngaku, malah ujung nya dia pake gaya andalannya aja kan menghilang. dunia laki-laki menyeramkan, ya.
sekarang itu rasanya aneh banget, dibilang sedih gimana, marah kecewa, atau gimana. makin malas aja sama laki-laki.
anggap saja beberapa hal ini sebagai teguran dari Tuhan untukku. karena tidak suka kehilangan, aku malah jadi terlalu nyaman dengan orang yang memberikan penawar luka sekaligus racunnya.
terima kasih untuk tujuh tahunnya, Juli 2019 - Juli 2026. segera tobat dan berbahagialah kamu di sana, semoga selalu dijaga. lope-hate sekebon🫶🏻🫶🏻
bahkan beberapa bulan ini sudah tidak ada perkataan baik yang tertuliskan disini. hanya kutukan, keluhan dan peratapan saja.
yasudahla
hapus pp
aku tidak menyangka tiba-tiba seingin itu. aku yang berwarna ini mana suka yang begitu, kalaupun bisa colorfull aja semua.
pas hapus2in semua akun. eh, keinget lagi, dulu ada orang secara continue bakal complain kalau pp dihapus atau tanda baca yang dihilangkan.
antara panik kalau diblok sama make sure kalau aku ga punya masalah. tapi dia udah meninggal kok gaiss. doain aja semoga tenang di alam sana.
aku trauma berteman sejak hari itu, sampai sekarang aku sungguh mengenali tanda gerak gerik yang berusaha mendekat.
tubuh ku selalu saja merespond, danger danger.
itu artinya harus ke sikolog, butuh bantuan professional
katanya hubungan itu yang penting komunikasi.
aku mulai belajar jujur saat tau itu.
mengutarakan apa yang dirasa dan yang difikirkan.
tapi ternyata tidak semua hubungan yang butuh aku untuk jujur.
beberapanya menimbulkan perdebatan, aku tidak memyangka beberapa bahasan mampu menyenggol ego seseorang.
tidak semua orang mau untuk diajak berenang mendalam.
lalu aku memilih berhenti, mungkin saja beberapa pandang hanya berakhir dalam tulisan antar aku dan aku sampai hal tersebut ditanyakan, sampai hari itu tiba dan jelas ada yang mendengar baru dijawab mendalam.
fakta nya tidak semua orang mau mendengar, manysia denfan kapasitas terbatas tentu perlu picky terhadap banyak hal yang masuk ke dalam mereka.
lalu guna komunikasi dalam hubungan adalah apa?
memilih hidup bersama setiap harinya bahasin apa?
aku masih tidak bisa membayangkan itu terjadi. 😶🌫️
jujur,
kalau dipikir-pikir lagi, aku sering mendalam karna berfikir sendirian, dari pengertian bisa langsung ke kesimpulan. kalau diskusi kan bertahap, bahas pengertian aja bisa ngulik dulu mau menurut siapa dulu kan.
gini ni yang sering membuat aku nyaman ngobrol sendiri, tanpa nunggu dia mikir dulu, jawab dulu.
tapi kan ga mungkin kan gitu terus.
alternatifnya sehari itu ada max poadcast yang aku dengar, ada beberapa halaman yang ku baca.
ngomong sama orang nya udah malesss bangettt.
gimana lah aku nih.
padahal ga bolehh,
menurut lifepath kudu jadi butterfly.
mood haid.
ketika masa pelajar, aku ga terlalu aware sama perubahan hormon pra haid, haid, after haid.
sejak kuliah, tamat, kerja. sungguh berasa banget.
sampai-sampai dulu aku nyari tarikh yg bahas mood haid, karna aku ngerasa nya nyata dan males liat diri aku yg moodian, aku kejar itu sejarah. masa iya si sahabat ga bahas pikir aku.
ternyata apa coba, ya islam dan muslim hanya fokus pada hukum nya gimana, ga terlalu membahas banget soal perasaan ketika haid itu. ranah mood mengarah ke bahasan medis.
yaah, sedih dikit.
kala itu aku pengen ngikitin gimana para ummul mukminin menyikapinya. meski terkadang aku ngerasa mungkin ini hal cetek yang ga terlalu jadi bahasan bagi mereka.
aku berhenti memcari dan memulai untuk menerima perubahan mood itu dengan sukarela, ku jamu kehadirannya, ku iringi kepergiannya.
lalu ketemukan aku yang unlogic, wkwk, gimana lagi, emang harusnya gitu kan.
niat ku tu tadi menghabisi rasa sayang, sampai capee, dan mati rasanya.
kok ya ga mati2 rasanya😭.
tapi hanya itu satu2nya jalan yang bisa ditempuh, kalau ga dihadapi dengan menghabisi cintanya sekarang, dimasa depan akan terjadi, ya sama aja dong kan. mending sekarang, mumpung masih sama2 sendiri.
beberapa kali aku udah coba yakin, serasa menemukan, wah inilah harinya, hari dimana aku bisa stop, dan balik badan. tapi setelah seminggu muncul lagi tu kangen nya😂
bertahan seminggu doang apaan coba😭
keuntungan nya cuma satu, aku udah bilang dan berterus terang, dia tau keadaan aku, aku lihat dia udah maklum ya, coba aja kalau aku belum bilang, sudah sememalukan apalah ini😭.
dan yang paling males itu ketika memasuki siklus hormonal pas masa ovulasi dan menjelang haid. Allahu rabbi, rasa kangen itu datang kayak ombak yang gak bisa dibendung 😭
entah sebesar apa sayang nya, atau emang karna rasa diterima, didengar, dingertiin nya hanya dia seorang saja yang pernah beri. anyway aku memilih menjalaninya saja.
karna kalau berhenti, entar aku malah jadi mengabaikan perasaan ku, lama2 jadi mendem. lah balik lagi dong ke aku yang ga pernah cerita. jelas2 dia baru ngajarin dan ditemenin cara cerita sejak oktober 2023. masa balik lagi ya kan.
yaudalah, doain aja.
kadang kerasa si capenya, kaya aku udah males dengerin nada dering yanng ga bakal diangkat itu. tapi yaitu bisa hancur kalau udah masuk masa pra haid😭.
jalani aja lah ya, keknya emg cinta nya kebesaran. heran juga sih aku, padhal ga ngerasa suka dia yang kaya di film2, wkwk
tapi kok bisa😭
ya Allah ya Allah.
hukum "mengejar dan dikejar" serasa seperti lingkaran setan tak berujung. kadang posisi dikejar kadang posisi mengejar. emang ga bisa apa kita setara aja gitu? 👉👈
gila ya, hukum alam emang sering sekocak ini, kita sering kali mengabaikan yang selalu ada demi mengejar yang suka ilang-ilangan wkwk.
Tuhan mu itu loh yang dikejarr biar dapat feedback berganda😭
pas itu mapel bahasa inggris, listening, pake lagu michel jackson. judulnya together as one. sejak itu sukaaa bangett sama lagu2nya, nnah dari situ aku suka bahas2in gitu. ternyata dia punya anak kan, tapi aku gatau siapa istrinya, aku tanya lah ke temen. temen ku bilang, lah kan dia emg ga punya istri tapi punya anak. itu era gugel sama chrome belum secanggih sekarang. aku ga nemu. tapi LIKE, WHATTTT, aku baru tau tu bisa begitu. gebrakan hidup ga seideal itu, ada ayah ibu anak, aseli si parah bet, soalnya temen ku GA ADA bilang wafat atau cerai tapi ga pernah nikah. 😂
ternyata semua rasa kopi tu sama😂
merek nya aja yang kebanyaaakaaan woilaah
aku seringg buat ngejaga aku yang ga ada yang jaga ini.
aku buat ini pas lagi kacau2nya.
biasanya batas cape marah dan kesal nya aku itu kalau udah pengen bundir, karna keseringan, aku mudah juga buat titik balik ke normal lagi. cuman kondisi kemarin sesak banget. sampai-sampai bukan bundir lagi, udah kaya pen jadi sikopat gitu, sasarannya ke orang lain.
melihat sumber kasih sayang aku sedang berkurang dari biasanya tapi tantangan yang aku hadapi lagi lebih besar dari biasanya. sehingga mau tak mau aku putuskan salah satunya.
aku pernah belajar dimana disampaikan kedaruratan yang menjadikan sesuatu itu yang tadinya haram menjadi boleh itu ketika hifzun nafs terancam. jadi itu patokannya.
entah kenapa aku kalau mikir jadi kebawa tu. aga ekstrim sih ya, wkwk
sama pembahasan sejarah dari king shifrun tu. dimana kita akan menemukan gelombang dari adam sampe sekarang kebangkitan dan keruntuhan islam, kesimpulannya didunia ini cuma ada dua, kepentingan Allah atau kepentingan setan, jadi kalau ada apapun coba aja lihat kepentingan siapa yang diuntungkan. ini ekstrim juga sih wkwk.
ini kepake kalau udah mentok banget, tapi ya gitu, kalau soal sebelum kepentok aku minim banget ilmu nya harus diapain.
emang bodoh aja sih aku kayanya.
aku pen punya pacaaar, gimana yaaak.
cape galau mulu.
kalau punya orang yang mampu ngertiin itu belum tentu bisa dimilikin ya?
atau akankah berangkat dari yang tidak dipahami harus bertemu dengan yang tidak dipahami juga?
akan kah begitu, bagi ku satu banding tak terhingga.
entah ada lagi entah engga pun.
aku yang berapakali mencetuskan ga mau nikah dan punya anak ini, tadinya pengen banget nikah, punya anak apalagi. jangankan nama nya, jalan hidupnya aja aku terka. aku doain hidupnya padahal ayahnya entah siapa.
jangan kan nikah, mau s2 atau kerja aja dulu alu punya persyaratan. aku cukup banyak mengambil pelajaran pas s1. cuma ya takdir berkata lain. tapi bukan kah ketakutan ku terbukti? aku rasa aku cukup ahli membaca pola diri ku sendiri.
sejak aku putus asa pada harapan. runtuh semuanya.
satu kalimat terucap "gapapa ga sembuh, gapapa ga sehat asal ga melanjutkan kekeluargaan"
cuma ya itu masalah baru muncul.
that fitrah can't lie.
males banget aku jadi nya kudu gimana. wkwk
aku takut bangettt tiba tiba mau nikah, tiba tiba mau punya anak.
asli takutt bangettt.
aku tadi ngira soal melahirkan dan dilahirkan adalah sesuatu yang bisa kita handle.
tapi kaya nya itu seolah-olah aja ga sih kita bisa menentukan, padahal sebenernya, engga.
aku sempet nyari tau pemahaman ini, ketika aku galau dah mempertanyakan untuk apa aku dilahirkan.
😭
big thanks buat yg ciptain AI, meski beberapakali mendengar pembahasan dimana AI termasuk jelmaan dajjal atau tidak. tapi melihat ini aja, sungguh ga sanggup banget menghadapi fitnah dajjal itu. soal curhat aja aku sepercaya itu ke AI daripada yang lain.
semoga kita terhindar ya..
aku bingung perasaan yang seharusnya kehilangan karna jelas-jelas pergi sama yang tidak.
aku bahkan ga menemukan kesedihan ketika ada acara perpisahan, atau mengiringi kepergian.
ternyata memang tidak semua kepergian berarti kehilangan.
jika kehadiran adalah kebiasaan bukan kebutuhan. dan kepergian terasa seperti perubahan kecil bukan kehilangan. aku baru paham makna dari people come and go itu dari sini. rutinitas berganti, tentu manusia berganti dong !?!
lagi-lagi aku bingung, kenapa yang jelas-jelas meninggal, aku ga merasa kehilangan. padahal ga bisa lihat lagi kan. dibanding yang jelas-telas masih ada.
ternyata, yang bikin sedih itu bukan karna ditinggalkan tetapi menyadari bahwa aku tidak sepenting itu.
wkwk