Zaman
Bentar lagi tahun berganti, aku masih di sini saja. Belum ke mana-mana, entah mau ke mana, entah mau apa. Semoga tahun depan bisa berubah menjadi lebih baik. Menjadi seseorang yang baru untuk orang baru. Menjadi orang lama dengan orang lama juga.
Agak rindu dengan diri sendiri yang lama. Asing dengan yang sekarang. Apakah justru ini sebenarnya aku?
Memasuki fase dewasa adalah masih asing bagiku. Masih terasa sisa-sisa masa kecil, remaja, dan pra-dewasa yang naif. Waktu terus berjalan, bumi juga berputar, mereka terus berjalan, berlari juga, merangkak pun ada. Aku masih di sini, sendiri, melihat kanan-kiri, melihat ke depan, disusul dari belakang, melihat semuanya berlalu.
Harapan selalu ada setiap hari, doa masih dipanjatkan, perubahan masih ada meski kecil.
Semoga harapan yang masih menjadi orang biasa ini bisa didengar oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Agar kembali berdampingan dengan mereka yang sudah jauh, atau mungkin bisa melampaui?
Semoga.















