Pada Hari Ketika Pangeran George Lahir
Seorang putri telah lahir hari ini, Rania,
namanya Charlotte,
pembawa berita baru saja menyiarkannya.
Setelah siaran teve,
sorak-sorai terdengar di The Lookout Café ini.
Mereka bertepuk tangan, saling berpelukan.
Suasana yang kau kenal.
Aku duduk dekat jendela besar,
tempat yang kau suka.
Dari sini, melalui kaca,
kulihat sekelompok orang berdansa
dengan arak-arakan musik di antaranya.
Sepasang bocah keluar dari pintu kafe,
nona kecil menarik temannya menyusuri jalan.
Seketika, bak gulungan film lama,
kenangan bergulir di kepala:
Pada hari ketika Pangeran George lahir,
setelah siaran teve berakhir,
kau menarikku lari dari kasir,
menuruni Colton Hill,
menuju Regent Gardens;
ke tempat manusia berkumpul,
membawa bendera kecil,
bernyanyi Dashing White Sergeant.
Bagpipe, akordeon, drum kecil, biola,
dengan kau, menari ceilidh Skotlandia.
Kala itu, bau foxglove dan dahlia menguar di udara,
riuh Regent Gardens menggema ke angkasa.
Kau, seperti peri di bawah pohon lime,
bersama merpati yang ikut menari pula.
Aku tak sempat mengabadikanmu dalam kamera,
tapi mataku merekam segala detail cahaya
dan kuputar di kepala.
Lagi. Lagi. Lagi.
Sampai aku terisak lagi.