Foto di depan toilet be lyke~ (at Kutai Kartanegara-Tenggarong Seberang)
Lint Roller? I Barely Know Her

oozey mess
Xuebing Du
Sweet Seals For You, Always

⁂

#extradirty
Mike Driver
One Nice Bug Per Day
DEAR READER
Claire Keane
RMH
will byers stan first human second
occasionally subtle
hello vonnie
todays bird

ellievsbear

izzy's playlists!
taylor price
Game of Thrones Daily
KIROKAZE

seen from Malaysia
seen from Türkiye

seen from Malaysia

seen from United States

seen from United States

seen from United Kingdom

seen from China

seen from Algeria
seen from Türkiye

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Indonesia
seen from United States
seen from United States

seen from India

seen from Malaysia
seen from United States
@yulaside
Foto di depan toilet be lyke~ (at Kutai Kartanegara-Tenggarong Seberang)
Bagi kebanyakan orang, membaca adalah satu kegiatan yang sangat personal: buku dipilih dan dibaca sendiri. Kita kemudian menjadi seorang pembaca yang piawai memilih, mulai dari rajin memilah genre, penulis, sinopsis, cover buku hingga hal-hal sepele lainnya. Tak ada yang salah sebenarnya, sah-sah saja. Blind date with a book hadir bagi kita yang tengah jengah dengan aktivitas tersebut dan berkenan untuk membebaskan diri dari batasan-batasan genre dan lain sebagainya. Satu agenda yang sejatinya ingin mendudukkan para pembaca buku dan bersenang-senang bersama. :) #blinddatewithabook (at Antologi Collaboractive Space)
Pernah denger 'blind date with a book'? Program ini sering kita jumpai di beberapa toko buku seperti POST, Books and Beyond, dsb. Dalam program tersebut, buku-buku yang dijual sebelumnya telah dibungkus dan diberi sedikit clue. Jadi pembeli memilih buku hanya berdasarkan clue tersebut, tanpa tahu buku apa yang ia beli. Hmm, tiba-tiba kepikiran mengajak teman-teman ngadain 'blind date with a book'. Bagaimana kalau konsep jual-beli itu diubah menjadi pinjam-meminjam. Yang saya bayangkan, teman-teman yang ikut program ini akan berkumpul dengan membawa 'buku kencan'nya masing-masing yang udah dibungkus dan nantinya akan ditukar dengan buku lain (tanpa tahu bukunya apa dan kepunyaannya siapa). Akan lebih menarik lagi, jika setelah acara tukar-menukar, pilih memilih buku kencan tersebut, kita berdiskusi bareng. Bisa terkait pilihan buku yang dibawa, buku kencan, tempat kencan, teman kencan, dll, dll. Yukz. Ada yang mau ndak ya? #blinddatewithabook 📷 ablinddatewithabook, Linda Lokhee, Ouatbooks, mhydek
Sebelum menguning, kering, rapuh, jatuh, hilang... . Selamat menghijau Selamat menikmati kesementaraan
Ini bulan kedua saya cuti kerja sekaligus bulan kedua saya dan Kala belajar bersama. Dengan absennya beberapa agenda rutin, saya yang biasanya serba terburu-buru ini, seakan diberi kesempatan untuk berpikir--satu hal yang terkadang juga saya jalani dengan terburu-buru juga. Saya mulai memikirkan dan memperhatikan banyak hal. Kala yang gedhenya cepet banget, suami yang mulai rajin lagi menekuni hobinya berkutat dengan tanaman dan lobster-lobsternya, kulkas yang tetep bau bawang sekalipun dah dibersihin, tulisan-tulisan saya yang masih jauh dari kata baik, koi-koi di belakang rumah, tempat cucian baru, twitwar-twitwar, gosip-gosip di grup WA, anak-anak tetangga, mantan-mantan tetangga, dan lain sebagainya. Memperhatikan hal-hal yang terkadang terlewat, terlupa, atau juga tidak saya pedulikan. Banyak hal tersebut sejatinya mengajak saya untuk bersyukur. Saya jadi teringat dengan satu kutipan bagus, "it’s not about what you get, but what you become". Katanya, kerjakanlah sebaik-baiknya. Tidak ada ruginya bekerja keras dalam kebaikan. Mungkin bentuknya bukan 'apa yang kita dapatkan', tapi 'menjadi apa kita karenanya'. Ada kalanya, setelah bekerja keras, kita tidak selalu dapet nilai bagus, tidak diapresiasi, atau bahkan sebaliknya. Tapi setelah mengerjakan apapun dengan sungguh-sungguh, diri kita pasti telah terbentuk menjadi pribadi yang lebih baik, lebih kuat, disiplin, yang terbiasa bekerja keras, lebih sabar, dadanya lebih lapang, dan lain sebagainya. Beruntung, saya sering diingatkan untuk terus bersyukur dan lapang dada atas apapun kondisi yang saya jalani. Yap, it’s not about what you get, but what you become.
Kala sayang, kata orang, laki-laki kuat itu gak cengeng, gak mudah mengaduh, dan selalu siap menyediakan bahunya untuk meredakan tangis orang lain. Kamu tidak perlu begitu. Kamu tidak perlu menjadi laki-laki yang selalu kuat hanya untuk mengamini kata orang-orang. Kamu boleh saja sedih. Karena pada waktunya besok, kamu akan tahu, adalah sebuah kebahagiaan tersendiri ketika kita tak perlu berpura-pura menjadi orang yang sangat baik-baik hanya demi menjaga image dan pemuasan hati orang lain. Kala sayang, ada masanya kamu akan suka hujan-hujanan, kotor-kotoran, atau malah pipis sembarangan. Gakpapa. Barangkali, kamu besok akan hobi naik gunung, suka masuk hutan, nongkrong di burjo langganan bapak, melamun di pinggir kali Code, ikut simbah ke sawah, atau malah gemar menyusuri gang-gang sempit, lorong, gorong-gorong, dan berbecek-becek di pasar. Gakpapa. Pergilah dan jadilah apa yang kamu inginkan. Bukankah untuk benar-benar paham apa itu 'rumah' kita sebaiknya keluar dari kamar dan akan mengerti esensi 'pulang' ketika kita sudah pernah pergi. Kala sayang, pada akhirnya nanti kamu akan memiliki kata 'pulang' dan 'rumah' punyamu sendiri, dalam seutuh-utuhnya definisi. Selamat belajar, jadilah manusia baik dan pribadi terbaik versimu sendiri. (at Gunung Kidul Regency)
Obrolan dua laki-laki ba'da ashar, selepas nyeduh kopi java halu sigararutang dan panen kombucha. Ka: Bapak kemana aja? Aku rindu. Bapak: Jangan rindu. Rindu itu berat. Kamu gak akan kuat. Biar aku saja. Ka: 😑 Bapak: 😑 Ka: Bapak cemburu aku digendong Ibu terus? Bapak: Cemburu itu cuma buat orang yang gak percaya diri. Ka: Jadi? Bapak: Ya, aku sekarang sedang tidak percaya diri. Ka: Sinaunya sudah ya, Pak. Mbribik ternyata berat juga. Kala baru genap sebulan hari ini. Kala mau nenen dulu. #sinaumbribik #masihdilan #DharmahesaKala
"Susu wae, because too early for beer, Buk." . #DharmahesaKala
Masih teringat Desember dua tahun lalu. Saya beserta tiga anak dari kelas Cinema Poetica (@adindajet @jujulitas @agamgasrak) berbondong-bondong ke Jogja, mau nge-JAFF katanya. Rencana telah disusun jauh-jauh hari: mengambil cuti panjang, memesan kereta api ekonomi Jakarta-Jogja 75ribuan, menghubungi teman di Jogja biar gak perlu sewa hotel, dan tentu saja, menentukan film-film JAFF mana saja yang akan ditonton bersama. Saya beruntung, Desember tahun berikutnya masih bisa Nge-JAFF, sudah balik kampung, sudah di Jogja lagi, bonus kemana-mana sudaa ditemani suami. Hingga kemudian, keberuntungan yang lain terus datang di tahun 2017 ini melalui acara yang sama. Kali ini @ismailbasbeth satu sutradara yang sangat saya hormati, mengajak saya bergabung bersama tim seleksi film-film JAFF. Satu hal yang tentu saja menantang saya, yang sebatas bisa nonton dan nulis ini, untuk belajar menjadi programmer film. Beruntungnya, saya ditemani @reza_fahri , sutradara muda berbakat, seorang partner yang sangat kooperatif, teman berdiskusi yang baik, dan teman programmer yang tidak lelah mengerti keadaan saya yang tengah hamil tua ini. Ada juga Mas, @adrianjonathan , teman belajar yang terus memberi kepercayaannya kepada saya. Terima kasih juga untuk Mas Wahmuji, Mbak Kamila Andini, Bung Omeng, Fala, dan tim programmer lain yang selalu siap sedia menggantikan saya memoderatori program. Terlebih saat kehebohan tanggal 6 kemarin. Kontraksi bukaan pertama yang berlangsung di sepanjang penayangan mengharuskan saya meninggalkan program dan menuju RS. Keberuntungan selanjutnya datang di esok harinya. Kala, anak saya, lahir. 👦 Selamat untuk JAFF tahun ini, sampai jumpa tahun depan. Selamat bersiap menutup tahun, semoga keberuntungan terus dilimpahkan kepada kita semua. Semoga saya terus dipertemukan orang-orang baik lainnya, untuk pembelajaran dan perjalanan seru berikutnya.
"Widih, Bebeb dandan," Saya cuma senyum-senyum sambil tetap pupuran. Pengalaman menjadi orangtua baru di hari-hari pertama memang seru. Kala sudah rajin ngajakin ronda dan piawai buat ibunya galau dengan raungan tenor-bariton yang susah dihentikan, kecuali dengan senjata utama: susu. Belum lagi saran-saran tentang 'bagaimana sebaiknya memperlakukan bayi' yang datang dari simbah-simbah dan tamu yang datang berkunjung--dengan segala pro-kontranya. Alhasil, hari-hari pertama penuh dengan frasa 'harusnya begini' atau 'jangan begitu'--yang terkadang butuh melapangkan dada lebih lebaar untuk sekedar mendengarkannya. Hehe Bapaknya cuma dengan slow bilang, "Gakpapa, Kala jadi study banding," Terlepas dari kegalauan-kegalauan itu, sebuah keberuntungan dapat belajar menjadi orangtua. Dan memang, belajar menjadi orangtua tidak akan cukup ditempuh dua-tiga semester, namun di sepanjang usia. Dengan tetap mengimani asas keseimbangan (rajin belajar itu wajib, namun bersenang-senang itu juga perlu), so saia masi pupuran dan lipenan. Haha Setidaknya, mandi dan dandan ba'da diompolin dapat membuat kita lebi sgar, pikiran lebi jernih, dan siap menerima hujan ompol yang lain. Terkadang, bibir merah juga mampu mengirimkan sinyal bahwa everything gonna be fyne khaan~ Akhirnya, menjadi orangtua itu seru, diompolin gapapa, diajakin ronda gapapa, mandi sehari sekali juga gapapa, dandan dengan keras kepala pun juga gapapa xD
Kehidupan dan waktu rasa-rasanya telah membuat manusia merasai banyak hal. Melalui arus waktu manusia merasai perjumpaannya dengan semesta, kemudian dihubungkan, dijadikan dekat, atau barangkali juga direnggangkan dan dibuat menemui perpisahannya masing-masing. Waktu dan kehidupan juga yang telah membuat saya melahirkan dan dilahirkan berkali-kali. Mulanya menjadi anak kecil, anak kecil yang gemar bermain, hingga kemudian menjadi perempuan yang mungkin tak bisa berhenti bertumbuh menjadi apa saja yang ia inginkan. Hingga, kelahiran bukan saja awal dari kehidupan, namun juga setiap fase perjalanan menjadi manusia. Menjadi anak untuk ibu bapaknya, adik untuk kakaknya, istri untuk suaminya, dan teman untuk seluruh orang-orang baik yang ditemuinya di sepanjang perjalanan. Terima kasih sudah melahirkan saya menjadi seorang ibu, Kala. Kalo kata Bapak @dityop, selamat datang di dunia yang banyak gakpapa dan gak bolehnya. Peluk, erat. Ibu.
[Yulaika Nge-JAFF Dalam Tiga Babak] 2017 - Kak Yula hamil tua 2016 - Kak Yula ba'da menikah 2015 - Kak Yula masi jombelo aja Desember berkah.. alhamdulillah~ 🎬🎬🎬🎥🎥🎥 (at Taman Budaya Yogyakrta)
TODAY! 12th Jogja-NETPAC Asian Film Festival • Don't forget to come on 1-8 December 2017 at TBY, CINEMA XXI, CGV CINEMAS! The 12th Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) chooses “Fluidity” as its theme. Let's enjoy together! Wohooo! For more information, please visit www.jaff-filmfest.org Video teaser @jaffjogja by @aftertakepost #JogjaNetpacAsianFilmfestival #JAFF #JAFFJogja #JAFF12 #JAFF2017 #Fluidity #DesemberkeJogja - #regrann
Tiga bulan ke depan cuti ngopi-workee di sini. 😿
satu, dua.. menuju sembilan masih merindu, menikmati waktu-waktu yang melagukan doa, menanti kelahirannya masing-masing~
2. Melahirkan ialah menyerahkan separuh diri kepada kehidupan dan menggunakan yang tersisa untuk menanti dan menghindari kematian 7. Cinta adalah bahasa yang takut bicara Ia menyerahkan lidahnya kepada kata-kata yang hampa; kesedihan dan sepi, kerelaan dan kecemasan, juga Kepengecutan dan segala yang tidak bisa kau pastikan isi dan warnanya Kata-kata adalah tu uh dengan lengan yang patah Harapan adalah kalimat yang dibungkam Aku di sini, aku di sini, menanti Biarkan waktu menyelesaikan urusannya sendiri di luar ingatan (Ibu yang menunggu, dari 'Perjalanan Lain Menuju Bulan' - Aan Mansyur)
7mo. Pulang rumah dan menemui banyak doa di setiap sudut-sudutnya. Fa-biayyi alaa'i Rabbi kuma tukadzdzi ban (at Nglipar Gunungkidul)