I am not strange. I am just not normal.
Salvador DalĂÂ (via wnq-art)
Claire Keane
Misplaced Lens Cap

PR's Tumblrdome
No title available
ojovivo

Andulka
tumblr dot com
h
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

@theartofmadeline
AnasAbdin
Alisa U Zemlji Chuda

No title available
art blog(derogatory)

No title available
cherry valley forever
Not today Justin

blake kathryn
🪼

oozey mess

seen from New Zealand

seen from United States

seen from Netherlands

seen from Netherlands

seen from Malaysia

seen from Canada
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from India

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Czechia
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from China

seen from Singapore
seen from Japan
@zedhaque-blog
I am not strange. I am just not normal.
Salvador DalĂÂ (via wnq-art)
Those who stand for nothing fall for anything.
Alexander Hamilton (via fyp-philosophy)
I stand for you, therefore, if I fall, that's only for you
The problem is not that there are problems. The problem is expecting otherwise and thinking that having problems is a problem.
Theodore Isaac Rubin (via fyp-psychology)
Broaden your horizon then
For now, it’s time to pretend that I’m not human. No feelings, just a bunch of code to complete a duty. I’m a robot, I’m not Human. So stay away
Complicated thoughts
Invictus
BYÂ WILLIAM ERNEST HENLEY Out of the night that covers me, Black as the pit from pole to pole, I thank whatever gods may be For my unconquerable soul. In the fell clutch of circumstance I have not winced nor cried aloud. Under the bludgeonings of chance My head is bloody, but unbowed. Beyond this place of wrath and tears Looms but the Horror of the shade, And yet the menace of the years Finds and shall find me unafraid. It matters not how strait the gate, How charged with punishments the scroll, I am the master of my fate, I am the captain of my soul.
Teror
Mana yang lebih menyakitkan, kanker stadium 4 atau kau hidup dalam bayang-bayang kelam masalalu. Betapapun kau telah berpayah perbaiki kesalahanmu, betapapun kau coba berlutut mengemis kata maaf, namun jika orang yang kau sakiti telah menutup pintu maaf. Bayangan itu akan terus melakukan teror yang amat menyakitkan. Aku, adalah pelaku sejarah kelam yang harus menerima konsekuensi dari perbuatanku. Memang sejarah bergerak maju, tapi manusia tak mampu lepas dari masalalu. Kanker bisa diprediksi, tapi tidak untuk sakit hati. Sesehat apapun jasmaniku, jika sakit yg menggerogoti batin tak kunjung sembuh, aku tak kan mampu prediksi masa hidupku. Bisa jadi aku mati konyol tak kuat menahan teror yg bertubi tubi datang, tiap malam, tiap aku mencoba memejamkan mata. Ini membuatku gila. Jika saja waktu dapat dipukul mundur, aku tak ingin, sekalipun tak pernah ingin bertemu denganmu dan menghancurkan hidupmu. Namun kau pilih aku yang salah, aku yang bertanggung jawab atas semua yang terjadi padamu. Aku yang kau pilih menjadi teman dan berakhir menjadi lawan. Seolah pertemuan kita tak pernah berfaedah. Kau balaskan dendam lewat kata, yang kau tau pasti lebih tajam dari belati, lewat ingatan yang terus menerus kau sodorkan. Aku gila, kau gerogoti aku secara perlahan. Kau kata aku batu, tak punya rasa, tak punya telinga. Tapi tiap kali selesai aku kau maki, kata-katamu buatku hilang kendali. Masih ingatkah kau tiap malam aku selalu terbangun dengan sesak nafas dan keringat mengucur deras? dahulu bukan karena kau. Tapi kini, jangankan menutup mata, terbangun pun aku sudah tak kuasa. Telah kau genggam jantungku di tanganmu, yang kapanpun kau ingin aku menderita cukup kau remasnya. Jika memang dengan kematianku membalas semua dendammu, aku rela. Tapi jangan kau buat aku menderita terlalu lama. Karena teror ini membunuhku secara perlahan
Kadang-kadang Tuhan memberikan kita jalan yang tidak dapat kita mengerti. Kita jadi ragu kepada-Nya karena menurut kita ada cara yang lebih baik daripada cara yang dipilihkan-Nya saat ini, but believe me everything someday will make sense! :)
Mas Chiro pernah bilang, mungkin sekarang kita meragukan jalan yang dipilihkan Tuhan untuk kita, tapi kalau seandainya kita diberi lorong waktu untuk melihat konsekuensi dari setiap pilihan dalam hidup kita, bukan tidak mungkin kita akan tetap memilih jalan yang sudah dipilihkan Tuhan ini, karena ternyata memang itulah yang terbaik! :)
Have faith! :)
BerSEMANGAT!!
God is Unpredictable
(via https://www.youtube.com/watch?v=3y-Jaw8FS2w)
Dakwah tidak melulu dengan ceramah di masjid-masjid. Lewat Musik dakwah lebih efektif dan so much fun.
Bersama Tombo Susah Gamelan Kontemporer, Mari Bersholawat
NEW WEBSITE AIMS TO TRANSFORM THE PHILOSOPHY CANON BY HIGHLIGHTING WOMEN
Project Vox is a new website that “seeks to recover the lost voices of women who have been ignored in standard narratives of the history of modern philosophy.”
Led by a Duke philosophy professor with a team of staff and students, along with colleagues at Columbia and the University of Pennsylvania, the site aims to intervene at a few different points in the “vicious cycle” that keeps early women philosophers’ work marginalized within the canon.
From Lady Masham, Margaret Cavendish and Anne Conway in England to Émilie Du Châtelet in France, many women played significant roles in the development of modern philosophy, but their contributions have often gone unnoticed. The website has three primary goals. First, it seeks to provide students at all levels with the materials they need to begin exploring the rich philosophical ideas of Cavendish, Conway, Du Châtelet and Masham. Second, it aims to provide teachers with the material they need to incorporate these four figures into their courses. Third and finally, it aims to help transform our current conception of the canon.
This is an impressive and much-needed project that seems like it could make some real progress intransforming the dude-dominated discipline. It also has the happy side effect of making loads of information—biographies, out-of-print texts, sample syllabi—easily accessible to those of us who aren’t in academia. So if you want to get your self-taught Ph.D. in early modern women’s philosophy, get on it.
http://feministing.com/2015/03/10/new-website-aims-to-transform-the-philosophy-canon-by-highlighting-women/
Indeed
Bagai Bunga harum-pesonamu memikat semua indra. Dari seberang, kulihat kau dikagumi banyak pria. Disentuh, dicium, kau diam saja. Sengaja, aku tak beranjak dari sembunyi Sampai mereka lekang Dan kupetik engkau Agar tak tersentuh tangan-tangan nakal lagi Dan kini, semenjak kau Dalam pelukan Hanya tersisa satu tanya Masihkah kau simpan harum Yang terakhir untukku?
Antara harapan dan ketakutan. Semua hanya Kau yang sanggup meyakinkan
Andai nada bisa diterjemahkan menjadi kata. Ah, tentu reduksi makna jadinya
Tenggelam dalam alunan irama senja, mendayu, melayu.
Siapa yang Salah?
Seringkali tiap ada masalah yang melibatkan beberapa pihak, tentu dari masing-masing individu merasa bahwa dirinyalah yang benar. Dan berusaha mencari-cari kesalahan orang lain. Hal ini sudah menjadi rahasia umum yang bahkan kita semua dididik untuk berlaku demikian. Bagaimana tidak? Tiap kali ada kasus kriminal menimpa para pejabat pemerintahan yang mencuat ke publik, mereka tidak akan pernah berkomentar apapun saat diwawancarai wartawan tanpa kehadiran seorang pengacara. Kalaupun iya paling cuma sepatah dua patah kata. Well, fungsi pengacara adalah memenangkan kasus kliennya. Pengacara dibayar untuk membela kliennya, atau setidaknya meringankan hukuman yg dijatuhkan oleh jaksa atau putusan hakim. Itu sudah termasuk dalam kemenangan. Saya tidak akan panjang lebar membahas tentang hukum, karena memang bukan kapasitas saya bicara soal itu. Pertanyaan saya adalah mengapa memilih cari aman ketimbang mengakui kesalahan? Bukankah, salah itu wajar karena pada hakikatnya manusia adalah tempatnya salah dan lupa? Tapi, justru tidak sedikit dari kita yang merasa paling benar bahkan melebihi kebenaran Tuhan iti sendiri. Teringat dengan pesan yang diberikan oleh guru saya lewat pepatah jawa: "elingo salahmu dhewe ojo goleki salahe tanggane" Yang artinya: teruslah berintrospeksi diri daripada sibuk mencari-cari kesalahan orang lain. Apa yang ingin saya katakan adalah, tidakkah semua permasalahan dapat diselesaikan tanpa harus saling menyalahkan? Siapa yang salah, siapa yang benar tidaklah penting. Yang terpenting adalah kerjasama antar pihak dan melihat prmasalahan tersebut sebagai pembelajaran untuk kita terus maju. Belajarlah dari sepasang anak muda yang sedang belajar mencinta. Ketika mereka sedang dalam masalah, yang ada hanyalah, "Aku yang salah." "Engga, aku yang salah." Niscaya setiap problem yang ada dapat diselesaikan dengan mudah. (Eh, Tapi g segampang itu ya.) Entahlah, lagipula ini hanya sekedar celotehan tak berdasar. Cuma opini saja.
Bedakan
Jika apa yang kau bilang tentang cinta hanya diukur dengan kata-kata, maka tercapailah kedamaian diseluruh dunia. Tapi rasa, melampaui segalanya. Ia mampu bedakan mana yang nyata dan mana sandiwara.
Gamelan (by Ćť.)
Ada Legonya!
Beginikah rasanya rindu? Kutatap tanpa dapat kupeluk Kau, Merbabu. Di sini, jika saja bumi tak menahanku Ku kan berlari menujumu Kau bilang aku hanya berkata? Tidak, namun jika kulakukan kan ada banyak jiwa Yang mati sia-sia. Merapi, 9 Januari 2016 #instanature #mountain #landscape #nature #merapi #merbabu
To be a good human being is to have a kind of openness to the world, an ability to trust uncertain things beyond your own control, that can lead you to be shattered in very extreme circumstances for which you were not to blame. That says something very important about the condition of the ethical life: that it is based on a trust in the uncertain and on a willingness to be exposed; it’s based on being more like a plant than like a jewel, something rather fragile, but whose very particular beauty is inseparable from that fragility
Martha Nussbaum (via scientificphilosopher)
Are you opened?
Setiap tapak-langkah kakinya adalah surga Sungguh tak tahu diri jika seorang anak tega menyakiti hati seorang Ibu. Terimakasih Ibu, kaulah pahlawanku