Sekitar 4 Bulan yang lalu, aku mengadopsi seekor anak kucing kampung yang ku temukan setelah subuh di warung tempat biasa aku membeli sayur.
Memang akhir-akhir ini populasi kucing kampung terlihat agak banyak dibanding sebelumnya, entah karena mendekati musim penghujan atau memang musim kucing kawin.. *hhhh entahlah..
Tanpa pikir panjang aku membawa satu dari tiga anak kucing yang sedari tadi endusel-endusel di sekitaran kaki ku berdiri.
"Bude (sebutanku kepada tukang sayur langganan), ini kucing siapa ya boleh saya bawa pulang gak?"
Dengan muka sumringah Bude menjawab, "Bawa aja mbak, Ada kucing baru lahiran udah 3 bulan sih, anak nya Ada 3, mau mbak bawa pulang semua juga gak apa-apa."
"Satu aja Bude, yang ini aja kayak nya, tapi saya liat dulu cowok atau cewek ya (sambil angkat anak kucing Dan memeriksa alat vital nya.. wkwkk) soalnya kalau anak perawan takut dibuntingin kucing garong bude," candaku.
"Hahaha.. iya mbak terserah yang Mana aja ambil," jawab bude sambil repot melayani pembeli lainnya.
Sampailah aku dirumah dengan membawa Dua kantong yang berisi belanjaan Dan satu lagi berisi anak kucing berwarna Orens putih.
Setelah merapikan belanjaan di dapur, aku langsung memandikan kucing Orens yang ku bawa pulang tadi, sambil memikirkan nama panggilan apa yang akan kuberikan buat kucing ini. Langsung saja terbersit di pikiran kalau aku akan beri nama kucing ku "Oyen" , Karena memang warna nya Orens.. hehehe.. simpel, lucu, Dan mudah di ingat.
Setelah memandikan oyen, mengelap, Dan menghairdryer bulu-bulu nya, seketika suami ku terbangun dengan muka seperti sedang memergoki maling, muka kaget, kesel, campur marah, dengan 8 lipetan muka yang sulit digambarkan, pokok nya terlihat seperti mau makan orok. Hahaha..
Persekian detik teriakan nya memanggilku menggelegar ke seluruh rumah.. "Yaaaaannnggg, ini kucing siapa sih, bawa keluar, ngapain sih Ada kucing disini.. cepetan buang keluar.. iiiihhhh jorok Tau"
Sambil pasang muka memelas aku langsung jawab, "itu kucing aku, aku baru bawa pulang dari Bude tukang sayur waktu aku belanja tadi".
"Ya Ampuun, buang gak itu kucing kalau gak aku gak mau keluar dari kamar... "BRAAAAKKK", teriak suamiku sambil membanting pintu kamar.
Seketika aku memutar otak mencari cara agar oyen tetep bisa di terima di rumah.. Akhir nya aku menempatkan oyen di tempat aku biasa mencuci baju Dan menjemur pakaian, di lantai Dua ruangan outdoor paling belakang rumah.
Setelah hampir 3 tahun menikah, aku baru tahu kalau suami ku bukan tipe pecinta hewan yang berbanding terbalik dengan ku yang sangat suka dengan tipe-tipe hewan peliharaan.
Tragedi tadi, sebenarnya membuat hati ku sangat sedih tapi masa aku nangis gara-gara kucing.. ya.. Gak lucu aja gitu, apalagi karna kalah dari argumen suami (nah ini bukan aku banget)... Hahaha.. (teteup ya perempuan gak mau ngalah).
Setelah menempatkan oyen pada tempat yang Aman, aku mengajak suamiku berdiskusi tentang perizinan aku untuk memelihara oyen dirumah. Diskusi yang sangat alot, mengalahkan diskusi pembatalan RUU Pornografi Dan Pornoaksi yang akan di rancang oleh para Dewan legislatif senayan.
Setelah menguras emosi jiwa dan saling tidak menurun kan ego, akhirnya suami ku mengalah sedikit dengan sangat terpaksa demi stabilitas keamanan rumah tangga.. hahahaha. Dengan berbagai syarat yang diajukan suamiku dengan adanya oyen di rumah. Seperti Oyen mesti tetep terus diruang outdoor tempat jemuran, Oyen gak boleh turun kebawah ke ruang keluarga, Oyen bukan dianggap sebagai anak jadi kepentingan anak sendiri Dan suami mesti di dahulukan daripada oyen, dan lain-lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu . Hahaha
Alhamdulillah sudah sekitar 4 bulan oyen tinggal dirumahku walaupun oyen menjadi penghuni ruang jemuran..
Sebelum berangkat kerja aku juga menyempatkan memberi oyen makan dan minum, Serta menyediakan pasir Dan baskom tempat oyen buang hajat.
Dan sesekali aku juga mengajak anak ku yang berusia 2 tahun untuk bermain dan bersosialisasi dengan oyen, agar anakku juga bisa sayang hewan seperti Mami nya.
Ketika Ada perasaan malas untuk memberi makan oyen, satu Hal yang memotivasi ku bahwa perjuangan aku untuk membawa oyen di terima dirumah tidaklah mudah, sehingga aku tidak akan menyia-nyiakan keberadaan oyen di rumah. 😺
#day2 #31haribercerita #ceritahewanpeliharaan