Perjalanan menjalani Endometriosis
Haiii, aku pernah punya kista endometriosis. Dulu, sebelum menikah, aku pernah usg. Walaupun malu karena merasa tabu (anak gadis usg🧐) saat itu kuberanikan diri, dan hasilnya tidak ada masalah di rahimku, kata dokter , haid kadang memang nyeri, tp kamu aman kok. Yg penting jangan suka makan yang instan2.
Waktu berlalu, saat sudah menikah, diusia pernikahan ku yang baru 2bulan, aku telat haid 9hari. Dimana, selama aku haid, aku ga pernah telat sebegitu lama nya. Aku positif thinking sekali bahwa aku hamil. Saat diperiksa dokter, aku kaget, shock, tercengang😱. Aku inget banget apa yg dokter itu sampaikan, dia bilang "keluhan nya apa? Ah inimah bukan hamil, kamu ada kista. Ini kista coklat namanya. Ini kanan kiri loh, kamu bakal susah hamil kalo kayak gini, kemana aja kamu selama gadis? Kamu ga pernah periksa keadaan mu. Sudah, saya jadwalkan kamu minggu depan operasi". Seketika itu, lunglai seluruh badanku, tak ada rasa ingin bertanya, yg ada cuma air mata yg sudah membendung di kelopak mata. Tak bisa menjelaskan apapun kepada suami, pikiran campur aduk sekali. Dari yang awalnya excited karena mengira bahwa aku sudah hamil tapi ternyata malah kista coklat/endometriosis bersemayam di rahim ku🥺.
Hari demi hari, bulan demi bulan berjalan. Pengobatan herbal, minum rimpang, menyortir makanan yang akan ku makan, sampai badan ku kurus banget. Antri di pengobatan herbal yang mana aku mulai dateng dilokasi pengobatan jam 3 dini hari, dan pada akhirnya kami memutuskan operasi. Yaaa, operasi yang aku jalani adalah operasi besar (Laparotomi). Yah seperti orang caesar lah, hanya saja tidak ada suara tangisan bayi saat operasi selesai. Pasca operasi, pemulihan ku lakukan begitu cepat. Target hamil dibulan ke enam pasca operasi gagal, 1 tahun pasca operasi pun gagal, akhirnya kami pindah dokter karena sudah disarankan bayi tabung. Obat butir demi butir sudah saya rasakan, suntikan, vitamin semua sudah kurasakan, dannn tentunya dengan biaya yang tidak sedikit. Belum lagi untuk program hamil itu tidak di cover asuransi. Jadiii harus dengan ikhlas mengeluarkan dana dari kantong sendiri.
Ada rasa bosan, ada waktu dimana merasa bodoamat, ada masa aku menangis, kenapa harus aku Tuhan, kenapa susah sekali hamil, ada rasa aku sudah muak untuk memilih makanan, dan sampai akhirnya 3tahun berlalu. Sudah 4kali hari raya, yah lagi lagi mendengar perkataan, belum hamil to? Jangan kb dong makanya, kamu ga program tah? Kamu ga kasian suami mu nunggu kami hamil? Kamu ini kamu itu, yang kadang perkataan itu buat aku down, kadang ya kuabaikan.
Susah, pedih, kecewa berulang kali dengan hasil tespek yang masih garis 1, tapi inilah perjuangan ku. Ini bukan mengeluh, aku hanya ingin berbagi cerita, jika suatu hari nanti aku positif hamil, aku punya cerita untuk anak anak ku, bahwa perjuangan kami tidak mulus.
Bulan ini, di Juni 2025, aku memulai kembali program melalui tes ovutes, ya ga bohong si kalo aku kembali berharap. Andai aja, LH tes ini adalah tespek ku, yang pasti nya akan ku rayakan bersama suami, keluarga dan temen2 yang tahu perjuangan ku. Hasil LH ku nyaris setiap hari garis 2, walaupun aku gatau kenapa itu terjadi, doaku adalah semoga aku berhasil hamil dibulan ini.
Ya Allah, engkau maha pencipta, engkau lah yang membentuk, memberikan nyawa kepada janin2 ini, izinkan ya Allah, izinkan saya positif hamil walaupun aku adalah penderita endometriosis.
Walaupun, bulan Juni 2025 ku masih gagal, izinkan dibulan depan aku hamil ya Tuhan🤲