Sepanjang jalan menuju rumah, dari Surabaya. Malam hari sepulang kerja. Menatap kaca depan mobil berteman dengan rintik hujan. Jantung berdebar lebih kencang, apa kau mendengar? Menatap wajahmu saja jiwaku bergetar. Berbicara denganmu pun seolah kamus kataku hilang. Semoga kagumku padamu tetap dalam iman. Laki-laki berbaju biru yang aku banggakan (Řą).









