So, I'm going to use my Tumblr randomly as a daily notes. I will write immediately that I'm thinking here.

Kaledo Art

blake kathryn
KIROKAZE
Sade Olutola
Misplaced Lens Cap

祝日 / Permanent Vacation
No title available
Monterey Bay Aquarium
todays bird
Alisa U Zemlji Chuda
Not today Justin

★
i don't do bad sauce passes
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
will byers stan first human second
art blog(derogatory)
trying on a metaphor
NASA
Xuebing Du
hello vonnie
seen from Germany

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Germany

seen from United States

seen from Germany
seen from United Kingdom
seen from United Kingdom
seen from Netherlands
@99notes
So, I'm going to use my Tumblr randomly as a daily notes. I will write immediately that I'm thinking here.
"Ada hal yang lebih pahit untuk dirasakan daripada tidak merasakan apa-apa"
— Mildred Ratched
"Don't be high, our feet is just walking at the same ground"
Seringkali kita merasa lebih tinggi, padahal tanah yang kita pijak adalah bumi yang sama. Langit yang kita pandang, juga adalah kehampaan yang sama. Lalu tuk apa mendongakkan dagu lebih tinggi, toh pada dasarnya kita sama-sama rendah.
Terima kasih, kamu yang sudah mencoba merendah, setidaknya prasangka buruk dan rasa benci yang mucul kembali redup, sekilas sirna akan sedikit senyuman yang diberikan.
Layaknya mayoritas orang-orang Jepang, yang kita kagumi bukan hanya dari keindahan dan teknologinya, tapi budaya ramah dan hormat saling menghormati masih dijunjung tinggi.
Ini artinya, teknologi yang canggih tidak mesti membuat manusia kehilangan etika. Untuk saling menjaga, merendah, dan mencintai.
Sikap sederhana itulah yang membuat manusia menjadi makhluk indah nan mempesona :)
Ide terbaik kadang datang justru saat kamu mulai membuat sebuah karya. Esensinya bukan tentang seberapa hebat karyamu itu, tapi seberapa berani kamu memulainya.
Bunga
Ku bawa setangkai bunga untuk mu,
tapi kau minta seikat.
Ku bawa seikat bunga untuk mu,
tapi kau minta sekebun.
Karena tidak sempat,
akhirnya aku hanya bisa
membawa taburan bunga
di atas tanah mu.
Khilafah Remake — Felix Y. Siaw
Cara terbaik untuk menghadapi kegagalan adalah bukan dengan melupakannya, tapi dengan menerimanya.
Kamu tahu kenapa?
Karena seberapa kuat pun kamu berusaha melupakannya, justru akan semakin terbayang-bayang. Maka cara terbaiknya adalah dengan menerima kegagalan itu, peluk erat rasa gagal itu walau kenyataannya memang sesakit itu.
Saat kita benar-benar berhasil menerima kegagalan, artinya kita telah berdamai dengan masa lalu. Suatu hari mungkin kita akan mengerti mengapa saat hari ini kita gagal.
Dulu sekali. Saat sinar matahari masih terasa sejuk ketika menghangatkan pagi yang dingin, aku duduk di bangku pelataran masjid. Kala itu, masih di era 50-an, mesin-mesin uap belum menyentuh ranah kami. Gelimang kemerdekaan 5 tahun silam masih membekas dengan jelas. Grafiti bertuliskan ‘Indonesia Merdeka!’ tentu saja masih menjadi kebanggaan terbesar, tersebar di dinding-dinding setiap gang. Merah Putih menjadi warna yang kala itu sangat dihormati. Tapi percayalah, warna-warni disini terlihat jelas, bukan hitam putih buram yang kalian sering tonton itu. Kala itu, negeri ini seperti baru saja terlahir kembali. 5 tahun tentu bukan waktu yang cukup untuk menjadi dewasa, trauma tentu saja masih membekas bagi mereka yang berjuang sebelum '45. Suatu malam, terdengar bising sekali dari luar. Aku yang hanya bisa mengintip dari jendela kamar melihat orang-orang membawa obor sambil berteriak “Pemberontak!!!" dan orang-orang dibelakangnya ikut menyulut. Keramaian itu semakin menjadi-jadi sampai aku lupa memejamkan mata hingga pagi. Esoknya, kerumunan warga mengelilingi lapangan sepak bola biasa aku bermain di sore hari. Tubuhku yang kecil menyelinap, mencari tahu apa yang mereka kerumuni layaknya lalat pada bangkai. Rupanya, disana memang ada bangkai. Aku tidak bergurau, sungguh. Nampak beberapa mayat tergeletak disana, hangus terbakar. Beberapa orang asing terikat dengan seragam tentaranya. Para serdadu itu terlihat kacau, bahkan beberapa wajahnya sudah tak berbentuk lagi. Aku melihat orang-orang sekitar meneriakinya, sambil berulang kali mencambuknya. Kasihan sekali jika kau benar-benar melihatnya. Aku paham. Nampak jelas di lengan baju sebelah kanan mereka, menempel bendera berwarna merah putih biru. Kisah ini mungkin bukan sebuah fakta. Tapi rasa dendam yang timbul adalah nyata. Bukankah kita tidak diajarkan untuk menyakiti apabila disakiti? Kita adalah seorang serdadu. Menjaga bagaimana diri tak terpicu oleh dendam di hati. Aku, seorang serdadu! Tapi teriakku tenggelam dalam kerumuman itu. #serdadu #catatan #tulisan #september https://www.instagram.com/p/B1_uLY_FaP6/?igshid=12y9as3hg8u4s
Dan jika kesungguhan itu bukanlah sebuah prinsip, maka orang-orang hanya akan duduk manis menatap langit yang tak kunjung memerah.
Agungkan 99 nama Allah yang begitu Indah. #AsmaulHusna #Hexagonal #Love
"Saat sepi, manusia tidak benar-benar sendiri. Serumit apapun matamu memandang, ada yang benar-benar terlihat sederhana disana." . . . . . #last #dark #october #sketch #hands
Nothing can stop your dreams. There the sky is not limited, reach your dreams as high as possible. Make yourself to be brave, be strengh and be unstoppable.
Grow wherever you want, whenever it is, while you still have things to fight for. It doesn't matter how far they grow, no matter how often you crumble, you have to keep growing into what you call yourself.
"You can see the change what you want to be, be what you want to be, when you get a head, a head full of dreams.."
-Coldplay
I can see the light in the dark, but I know that light can't shine forever.