Tak kutemukan rasanya dicintai secara pasti selama ini. Aku sendirian kan (?)

Product Placement
will byers stan first human second

@theartofmadeline

shark vs the universe
Jules of Nature
ojovivo
Show & Tell

izzy's playlists!
Monterey Bay Aquarium

blake kathryn

JBB: An Artblog!

❣ Chile in a Photography ❣
Not today Justin

No title available
$LAYYYTER
Cosmic Funnies
art blog(derogatory)

#extradirty
Xuebing Du

JVL

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from China

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from Peru

seen from China
seen from United States

seen from Germany

seen from Germany

seen from Malaysia

seen from Singapore

seen from Philippines

seen from Malaysia
seen from Germany
@acaaciacu
Tak kutemukan rasanya dicintai secara pasti selama ini. Aku sendirian kan (?)
Hari ini aku merasa lelah secara fisik sebagai ibu, dan lelah secara batin sebagai partner.
Memaklumi segala kebiasaan buruknya kadang membuat pikiranku ingin menjauh dan tidak peduli.
Akhirnya memutuskan untuk meng-install kembali Tumblr ini setelah "waktu itu" memilih log out dan tidak lihat lihat lagi hehehe
Aaand welcome back for me 🌹
Happy Ramadan 🫶🏻
Kaki mungil Karuna 🥰
Maa syaa Allah.. Tabarakallah..
It's my 10 year anniversary on Tumblr 🥳
I really appreciate this so wonderful blog to be an amateur writer
Keterbukaan dalam suatu hubungan memang penting, menoleh ke setiap seluk beluk lembaran rahasia pasangan tadinya berharap bisa menjadi penghargaan diri karna kita memegang kunci. Terlebih kami yang telah menikah.
Berharap menjadi sahabat terbaik dalam hidup, pasangan kadang dituntut manjadi orang yang diluar nalar. Memang betul, kita dihadapkan dengan situasi merubah diri agar diterima satu sama lain. Penolakan penolakan kecil pasti muncul dalam setiap hubungan.
Hmm... Setelah berbicara dengan suami tentang pembatasan diri terhadap kebiasaan buruk masa lalu, ternyata tidak mudah dia tinggalkan begitu saja, namun dia menginginkan aku menghilangkan kebiasaan buruk menurut versi dia.
Ranah yang kita bicarakan tidak lain tentang media sosial, lawan jenis, komunikasi, perasaan saling menghargai.
Lupa rasanya dulu saat awal awal saling mengenal, kami menunjukkan sikap terbaik agar berdamai dengan kehidupan kami saat itu. Namanya juga strategi mengambil hati.
Rupanya sangat mudah.... Saat itu.
Ndilalah, upaya merealisasi saat ini tidaklah mudah. Bahkan terbilang mustahil.
Apasih yang diinginkan setiap pasangan.
Aku sendiri menunjuk diriku untuk menata ulang diri ini agar tidak ada yang terluka.
Kebiasaanku menyayangi sahabat ((lawan jenis)) perlahan dihilangkan. Malah, saat ini kami tidak menjalin komunikasi lagi. Tidak masalah, aku justru senang apa yang mereka lakukan untuk menghargai perasaan pasangannya. TERHARU
Pun aku pribadi menolak untuk kembali bersikap yang sama seperti masa itu.
At the conversation...
Aku sangat menyayangkan pernyataan suamiku terhadap keputusan sahabatku untuk terbuka dengan pasangannya. Yang intinya, mereka memblokir "perilaku buruk" yang tidak disukai pasangan..
Applause
Tapi, suamiku menentang apa?
Lebih tepatnya memberi pernyataan bahwa
"Pria pada dasarnya sama, dia mengilustrasikan sahabatnya. Setiap pria pasti membicarakan wanita.. cantik.. sexy ((jelas bukan istrinya)). Lingkup sahabatnya selalu mengagungkan wanita yang lebih lebih diluar sana untuk mereka lihat. Pun, suamiku. Tentang media sosial.. pemahaman suamiku tentang batasan media sosial saat sudah menikah adalah, istri mengurangi aktivitasnya di media sosial. Mengunggah sesuatu di media sosial, suamiku menganggap bahwa wanita yang mengunggah sesuatu pasti tidak ada hal lain selain karna ingin dikomentari pengikutnya. Aku rasa suamiku telah terjebak oleh asumsi yang dia buat sendiri. Namun, jika suami sangatlah boleh. Kembali lagi, suamiku mengilustrasikan sahabatnya ((istri istri mereka tidak ada yang bermain media sosial, karna dibatasi/dilarang oleh suaminya))"
Ah, suamiku
Aku ini tau apa yang kamu aktivitasmu di media sosial. Aku hanya pura-pura bodoh.
Aku selalu diam tidak melarang, menegur. Karna aku sudah melakukannya.
Dan kamu kembali lagi :')
Sangatlah aku pertanyakan, apa masih ada diluar sana pria yang tidak melihat wanita selain istrinya?
Mengapa aku terjebak di situasi konyol seperti ini? Dan berulang.
Menikah dengannya aku harus menaruh rasa aman kan? Tapi suamiku memiliki dunianya sendiri. Ia memiliki fantasinya sendiri.
Lingkup seperti ini bukankah sangat tidak sehat? Memendam sendiri rupanya satu satunya jalan yang bisa aku lakukan. Hanya memperlihatkan kebaikan suamiku untuk orang lain. Tidak! Suamiku hanya baik ketika mengurus istri dan anaknya. Tapi untuk urusan karakternya? Inner circle nya? Habits nya? Aku sangat menyerah.
Dia pernah bilang..
"Istilahnya kamu itu orang lain di keluarga ini"
Komitmen Rumah Tangga
Hidup tidak hanya soal seberapa banyak dan tinggi pencapaian, tetapi juga seberapa jauh kita dapat terhindar dari kemungkinan celaka terutama di kehidupan pasca-kematian. Imam Al-Ghazali di dalam bidayatul hidayah suatu kali pernah menyampaikan maklumat penting bahwa meninggalkan maksiat itu lebih berat dilakukan, dibandingkan melaksanakan perintah. Amal shaleh tidak hanya selalu tentang seberapa banyak rakaat shalat, tetapi seberapa mampu kita menahan lisan dari menyakiti orang lain, termasuk sahabat. Bukan hanya seberapa banyak sedekah yang dikeluarkan, tetapi juga seberapa besar ikhtiar kita untuk terhindar dalam jerat per-ghibahan. Syahdan, sebuah keluarga khususnya suami-istri perlu memiliki visi bersama untuk terhindar dari jerat maksiat, selain juga visi dalam memperluas ibadah wajib dan Sunnah. Komitmen untuk saling menasihati, tidak hanya dalam kebenaran, tetapi juga kesabaran. Sabar dalam ketaatan, dan sabar dalam menghadapi beratnya tantangan menjauhi kemaksiatan. Allahulmusta'an…
Rindu Annasya..
In every wood in every spring there is a different green.
▶️ Berkatalah Yang Baik, atau Diam ◀️ ㅤㅤ Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu beliau berkata, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: ㅤㅤ ㅤㅤ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ ㅤㅤ ㅤㅤ ❖ “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah dia mengucapkan perkataan yang baik atau diam. ㅤㅤ ㅤㅤ وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ ㅤㅤ ㅤㅤ ❖ Dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tetangganya. ㅤㅤ ㅤㅤ وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ ㅤㅤ ㅤㅤ ❖ Dan barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya.” —HR. Muslim: 67 √ Hadis Sahih ㅤㅤ ㅤㅤ 💡 Nilai penting dari pesan hadits ini tampak dari keterkaitannya dengan aspek keimanan. Lisan merupakan bagian vital yang jika disalahgunakan efeknya bisa lebih mengerikan daripada pedang. Karenanya, Nabi mewanti-wanti soal urgensi menjaga lisan dan menyodorkan dua pilihan saja: berkatalah yang baik atau diam saja. ㅤㅤ _______________ ㅤㅤ Aku tidak pernah sekalipun menyesali diamku. Tetapi aku berkali-kali menyesali bicaraku. ―Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu. ㅤㅤ ㅤㅤ
https://instagr.am/p/CZJssf1jjcN/
My Little Princess Story
Kehamilan pertamaku merupakan anugrah yang Allah SWT beri kepada aku dan suami. Menanti hanya dalam dua minggu selang acara akad nikah, tak menjamin Allah SWT seratus persen mempercayai kami atas amanah-Nya. Bagaimana bisa menjelang lulus trimester dua aku harus melahirkan seorang putri yang lucu dan menggemaskan ke dunia ini secara paksa.
Aku mengalami ketuban pecah dini. Kondisi dimana aku dan suami harus mengikhlaskan separuh hati kami untuk pergi selama-lamanya. Bayi mungil itu belum kulihat secara langsung sampai saat ini. Hanya berupa foto saat almarhummah hendak dikafani.
Sedih, menangis, hati teriris. Itu yang aku rasakan setiap kali melihat putri kecilku yang malang.
In syaa Allah, Annasya sudah ditempat terbaik sayang. (Sabtu, 25 Desember 2021)
Ya, nama anakku Nur Annasya Gauri Kama, yang memiliki arti Cahaya dari Anak Saputra astiYana yang penuh kebahagiaan dan cinta. Semoga Allah SWT mengabulkan harapan kami. Aamiin.
Aku memiliki riwayat pendarahan saat memasuki usia 6 minggu. Panik! Itu yang aku rasakan ketika melihat darah itu keluar. Berusaha tidak panik, tapi aku hanyalah seorang calon ibu anak pertama, dan kandunganku harus aman. Ku akui, selama hamil aku mengalami kondisi yang sangat berbeda dari sebelumnya (semua calon ibu pasti merasakannya).
Melihat wanita lain, ketika sedang hamil dengan situasi penuh kebahagiaan dan tawa membayangkan aku akan merasakannya juga. Tapi, nyatanya aku melewati kondisi yang benar-benar diluar dugaanku. Aku mudah lelah dan stress. Melihat orang-orang disekitarku rasanya tak habis pikir mengapa tidak berusaha mengubah kebiasaan mereka. Bahkan ketika hamil pun, hanya aku dan calon anakkulah yang menguatkan diriku sendiri. Tidak ada rasanya hidup penuh kedamaian selama aku melewati masa kehamilan.
Aku mudah menangis, jengkel dan melawan ego mereka. Aku seorang calon ibu yang untuk pertama kalinya mencoba mereda situasi kalut dan berusaha melupakan kejadian buruk disetiap harinya. Aku hanya memikirkan kandunganku, calon anakku. Tapi, tetap saja apa yang aku usahakan hanyalah sebuah perbandingan saja dan sia sia.
Aku mengalami pendarahan, SALAH
Aku mudah lelah. SALAH
Aku tidak banyak gerak. SALAH
Aku butuh perhatian. SALAH
Bercerita dengan mereka yang sudah pengalaman pun rasanya tak ada gunanya. Sekali lagi hanya berujung perbandingan.
“ah, kamu hanya dibuat-buat hamilnya”
“begitu saja lemah”
“keluhan itu harus kamu lawan, jangan dituruti”
“coba lihat si A dia hamil bisa begini, bisa begitu”
“dinikmati aja. Kan kamu baru anak pertama”
Kalimat itu sering bermunculan dan seketika aku menganggap diriku sangat lemah. Aku dibawah level mereka.
Lagi-lagi akulah yang penguat batin ini, setelah memasuki usia 4 bulan sebisa mungkin aku melawan semua keluhan yang aku alami. Aku berbohong, ketika mengungkapkan bahwa aku baik-baik saja. Padahal tidak! Aku masih mengalami semua keluhan itu, tapi aku menutupinya. Agar semua orang menganggap diriku sekuat apa yang mereka bayangkan. Sampai akhirnya aku mengalami ketuban pecah dini dan harus kehilangan anakku, semua orang hanya berbelas kasih dan diam. Seolah nantinya aku mendapatkan amanah semudah itu.
Hilang sudah penguat batin dalam diri ini, yaitu anakku, bayi manisku. Seperti kehilangan separuh jiwa yang dulunya aku eluh-eluhkan akan menjadi sahabatku dikala aku sendiri.
Teruntuk Putri pertamaku, Annasya.
Terima kasih telah berkenan menjadi syafa’at ayah ibumu di akhirat nanti, Nak.
Ibu mohon maaf tidak menjagamu dengan baik. Ibu jahat sama Annasya. Annasya anak yang kuat, mampu bertahan ketika ibu mengalami berbagai keluhan. Annasya jugalah yang menemani saat ibu sedih selama ini.
Annasya lah mutiara hati ibu.
Ibu ingin peluk dan cium Annasya, Annasya ibu tunggu tunggu kelahiran mu, Nak. Tapi, Allah lebih sayang Annasya.
Annasya bahagia Disana, tidak?
Semoga Annasya bertemu dengan Utinya Annasya, ya. Uti yang melahirkan dan merawat ibu selama ini. Uti adalah nenek yang baik, Nak. Dulu Utinya Annasya ingin sekali melihat ibu punya anak. Uti ingin melihat cucu dari ibu, yaitu Annasya.
Doakan ibu ya. Doakan ibu baik-baik saja setelah kepergian Annasya.
Tolong sesekali hadir dimimpi ibu, Nak
Ibu setiap hari rindu Annasya..
Baik baik cintanya Ibu
Ibu sayang Annasya. Ibu sayang Dudut ❤️
Hari ini, harinya kamu...
Selamat Ulang Tahun, calon suamiku..
Sudah kali kedua kita bertemu dengan tanggal 16 Februari ini.
Sudah tua ya? Hehehe
Semoga berkah ya sayang atas berkurangnya usia hari ini.
Jangan lupa tetap berusaha jadi manusia yang lebih baik lagi. Ajak ajak juga kalau mau jadi manusia baik.
Aku harap, Allah mendengarkan doa doa yang kita panjatkan. Mengabulkan apa yang kita inginkan. Meridhoi niat baik kita untuk berkeluarga.
Semoga ikhtiar kita tidak sia sia menjalani hubungan ini, meski jelas tidak ada usaha yang sia sia selama kita mampu saling menggenggam tangan dengan erat erat.
Selamat Ulang Tahun, Febri Bintang..
Jadilah pribadi yang kamu mau. Aku tidak akan merubah apa yang jadi kebiasaan kamu
Aku hanya ingin, Bintang yang nanti menikahiku, yang menemaniku sampai akhir hayat yaaa Bintang yang saat pertama kali aku lihat, Bintang yang aku nilai, Bintang yang aku suka.
Semoga apa yang menjadi takdirmu akan membawa kamu ke dalam sisi kebaikan dan keberkahan.
Datanglah kepadaku kapanpun kamu mau,
Datanglah disaat kamu ingin menangis di pundakku.
Semoga apapun yang sudah kamu capai akan menjadi panutan untuk orang orang di sekitar kamu
Semoga kamu-lah satu satunya pria yang mampu menjagaku disaat aku sehat maupun sakit.
Semoga kamu tetap menjadi pria dengan kelembutan hatinya,
Semoga kamu tetap menjadi pria yang lucu ketika sedang cemburu,
Semoga kamu tetap menjadi pria dengan sejuta kasih sayangnya.
Terima kasih karna tidak pernah lelah menyayangi aku sepenuh hati,
Terima kasih karna sudah menggenggam tanganku sampai saat ini,
Terima kasih karna sudah mau belajar berjuang dan memperbaiki hubungan yang pada fasenya kadang naik dan turun,
Terima kasih karna sudah dengan sukarela menerimaku dan keluargaku. Apapun kekurangan dan kelemahannya,
Terima kasih karna tak pernah bosan mengajarkanku arti sebuah kehidupan,
Terima kasih ya sayang... terima kasih atas apapun yang telah kamu lakukan dan korbankan untuk aku.
Apapun kamu... Bagaimana pun kamu.. aku dan perasaanku telah berkomitmen untuk tetap sama, tetap mencintai kamu, menghormati kamu, melindungi kamu, menyenangkan kamu..
I Love You 💕
PS : Maaf udah bikin seharian bete dan marah 😂
Sudah Sejauh Ini, tapi begitu gitu saja?
Sejauh aku memperbaiki diri, tapi tidak berkembang sama sekali hubungan ini
Sudah beberapa kali menata rencana, tapi hanya berujung sepintas agar aku terlihat senang
Sudah menata impian, ternyata sudah makin berlalu penantiannya..
Bagaimana jika???
Jumat (Hujan) Berkah..
Ah rupanya masih faktor kedatangan "tamu", tubuh ini terasa lunglai tak bertenaga. Sepertinya otakpun latah ikutan tak bekerja.
Rasanya juga masih terbayang, gimana lahapnya aku makan bakso dan mi ayam. Seketika itu bisa tak terkendali. (Hmm.. bakso.. mi ayam😭)
Tapi karna "serangan fajar" jadi tak menyesuaikan keadaan.
Hmmm...
Hujan dulu boleh ya, aku hanya ingin ketenangan dari semua yang mengganggu.
Termasuk, kamu! Masa lalu. Masa laluku, masa lalu dia.
Tolong jangan hadir lagi. Pun berniat menjadi teman kami. Sudah tidak ada lagi ruang kosong menyematkan kalian.
Aku tau, ini bodoh. Tapi mengertilah..
Setiap orang punya batas kenyamanan berteman dengan seseorang, dibilang pemilih. Silakan.
Bahkan, aku tau ini tidak dewasa. Tapi percayalah, dengan tidak ada hadirnya kalian, terimakasih. Sudah membantu mengurangi kegiatan bertengkar kami.
Berani kan? Membantu kami..
Berani kan? Meluangkan waktu, untuk tak hadir lagi.
Aku tau niat kalian baik, Dan aku yang tidak ingin berdamai. Kalian Benar.
Aku rela dibilang "memutus tali silaturahmi" daripada harus melihat dia marah. Bisa yaaa?
- Acy Kepada Masa Lalu Kami
Maaf.. Aku tidak istiqomah :(
Lembaran bab tulisan itu, tak tersentuh lagi sejak Narayya merasakan kerapuhan di dalam diri.
Apa kabar replika hati yang telah bekerja maksimal setiap hari?
Bukan waktunya untuk berdrama drama lagi, tapi Narayya masih saja berlatih menatap Aruna dengan tegar.. Bahkan penuh kasih sayang.
Rupanya, hati Narayya tak pernah berbelok hati meski Aruna mencoba mengubur dan menggali luka yang berusaha ia obati.
Adakalanya Narayya meradang, mencoba membuka pintu maaf, selagi ia bisa.
Nampaknya tiada henti Aruna meyakinkan Narayya seperti sedia kala, rusak serusaknya suasana perasaan ia tak berniat menghilang demi melawan egonya
Tapi Narayya tetaplah Narayya.
Manusia tetaplah manusia.
Wanita tetaplah wanita.
Rasanya anggukan kepala pertanda ia menerima kembali kedatangan Aruna, ia masih saja memupuk percaya demi percaya yang telah pudar.
Aruna dan Narayya hanya berusaha menumbuhkan rasa mereka kembali demi menjalin kasih abadi.