"tetap lah cebok" "walau tidak keluar tai" "tetap lah berjuang" "walaupun tidak dihargai"

tannertan36
d e v o n
cherry valley forever
NASA
$LAYYYTER
KIROKAZE

PR's Tumblrdome

#extradirty
Not today Justin

Andulka

Product Placement
No title available
Today's Document
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
hello vonnie
h
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

Origami Around
One Nice Bug Per Day
Misplaced Lens Cap
seen from Malaysia

seen from Germany

seen from United States

seen from United States

seen from Germany

seen from United Kingdom
seen from Germany
seen from Singapore
seen from Malaysia

seen from United States

seen from Italy
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from China

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Italy
@achmadpoppunk
"tetap lah cebok" "walau tidak keluar tai" "tetap lah berjuang" "walaupun tidak dihargai"
Ikhlas itu harus sakit dulu
Tetap bersabar meski yang didapat tidak sesuai harapan
Aku kemarin malam tepatnya pada tanggal 01 November 2025 pada sekitar jam setengah 10 malam mengirim pesan whatsApp ke Nilam. Aku berharap dengan hanya menanyakan kabar dia hubungan kami bisa membaik, tapi dia hanya membaca pesan ku dan tidak membalasnya. Oke, tidak apa-apa, setidaknya pesan ku sudah tersampaikan.
Aku berharap hubungan kita kembali membaik, aku tidak ingin kita saling kenal tapi tidak saling menyapa, benar-benar sakit sekali kalau berjarak seperti ini.
Ayo semangat untuk diriku.
Aku masih memikirkan dia, walau sekarang aku sama dia sudah sangat berjarak
Gini amat jadi pengemis cinta, dihina, diejek, dan terus menerus mendapatkan penolakan, bahkan dibenci oleh semua orang.
Aku berdoa setiap hari, karena aku yakin suatu saat doa ku akan terkabul.
Jawaban dari semua keresahan ini.
Aku yang selalu yakin bahwa Nilam tidak akan ke laki-laki lain, tapi ternyata Nilam lebih memilih laki-laki lain.
Mungkin ini yang terbaik dan inilah akhir dari hubungan kami. Tidak apa-apa, meski sakit tapi aku ikhlas.
Sekarang lagi di pesantren nih, tapi sekarang aku gak tau apakah Nilam ada di sini apa enggak? Tapi kayaknya dia ada deh di sini.
Semua orang bisa mengutarakan apa yang mereka pikirkan, tapi ternyata ada beberapa orang yang bahkan harus menelan pahit-pahit rasa sakit.
Maksudnya gini, ketika seseorang sedang ada masalah pasti mereka akan membicarakan hal tersebut dengan cara baik-baik dengan kepala dingin juga. Komunikasi pun berjalan lancar dan masalah selesai.
Tapi aku berbeda dengan, aku ketika ada masalah tidak bisa membicarakan masalah tersebut. Butuh waktu mungkin, orang yang ingin diajak bicara sama aku lagi marah jadi butuh waktu, sampai berapa tahun coba. 2 tahun kalau tidak salah.
Sangat menyakitkan, sebab aku tidak pernah diberi kesempatan untuk bicara. Aku tidak pernah bisa mengutarakan apa yang aku pikirkan, maka akhirnya semua menjadi salah paham dan orang tersebut akan terus menyalahkan aku tanpa bisa aku bicara baik-baik dengan nya.
Mungkin ini yang terbaik untuk aku, tidak apa-apa. Aku menerima hal ini, mungkin ini yang terbaik.
Oke, akan langsung saya ceritakan saja. Jadi aku dan Nilam sedang ada masalah yang sebenarnya sepele, aku cuma ingin meluruskan semua kesalahpahaman ini dan cuma ingin minta maaf kalau semisalkan aku salah.
Aku sudah siap disalahkan dan siap menerima segala kemungkinan terburuknya. Aku ingin hubungan saya dengan Nilam tetap berjalan dengan baik sampai kita berjodoh dan menikah, tapi ketika aku datang ke rumahnya, aku diusir. Oke mungkin lagi butuh waktu, aku akan menjauhi dia selama mungkin sampai benar-benar dia merasa baikan dan tidak lagi menunjukkan wajah kesal atau benci ke saya.
Meskipun itu adalah waktu yang sangat lama dan aku tidak tau kapan harus memulai ini lagi dari awal.
Kelompok yang sangat pemberontak atau menentang kebiasaan umum.
Untuk Nilam,
Matahariku yang perlahan redup,
Aku menulis ini bukan untuk memulai kembali sesuatu yang telah usai, bukan juga untuk mengungkit luka lama. Ini hanyalah caraku yang canggung untuk meletakkan segala sesaknya di sini, agar napasku lega, dan langkahku kedepan bisa lebih ringan.
Aku memutuskan untuk mundur.
Tapi, izinkan aku menjelaskan kata "mundur" ini, karena ia bukan berarti "lari" atau "menyerah". Mundur bagiku adalah memberi jarak. Seperti langit yang memberi jarak pada bumi, bukan karena benci, tapi justru untuk memberinya ruang bernapas, untuk melihatnya tumbuh dengan caranya sendiri.
Aku mundur karena aku masih melihatmu sebagai seseorang yang sangat berharga. Aku masih memiliki perasaan yang, sayangnya, tak bisa serta merta kupadamkan seperti mematikan lilin. Perasaan ini masih menyala, meski hanya jadi bara kesabaran yang kututupi dengan abu waktu.
Oleh karena itu, aku akan mundur untuk waktu yang lama.
Aku akan menjauh bukan untuk melupakan, tapi untuk belajar mengingatmu tanpa rasa sakit. Aku akan memberi kita waktu, karena waktu adalah penenang yang paling jujur. Aku percaya, jika kita memang ditakdirkan pada waktunya nanti, jalan kita akan dipertemukan kembali seperti sungai yang berujung ke lautan yang sama.
Jangan merasa terbebani. Kamu tidak perlu melakukan atau menjawab apa pun. Surat ini adalah pengikat janjiku pada diriku sendiri: bahwa aku akan sabar menunggu, bahwa perasaan ini masih ada, dan bahwa aku membutuhkan waktu untuk menjadi lebih baik.
Mungkin nanti, setelah badai dalam diriku reda, setelah pelangi kesabaran muncul, kita bisa bertemu sebagai dua orang yang berbeda; versi yang lebih utuh dan lebih mengerti tentang arti kehilangan dan penantian.
Sampai saat itu tiba, semoga dunia selalu menyayangimu lebih dari cara yang bisa aku lakukan.
Dengan hormat dan doa,
Jika memang akhirnya harus seperti ini, ya itu tidak apa-apa. Mungkin ini yang terbaik, sekarang aku akan berhenti mengejar dia dan akan terus melangkah kedepan meskipun itu harus menempuh jalan yang sulit sendirian.
pas gua diem gua yang susah, pas gua ngomong gua yang salah. duit gaji jangan di simpen sama ortu deh mending simpen sendiri.
Ieu teh kunaon sih Kabeh jelema maraen Roblox