Sebenarnya aku tahu.. Aku paham betul ini bukan tugasmu.
Bahkan sudah banyak tulisan yang aku baca, bahwa ini bukan tugasmu.
Ini adalah masalahku. Masalah yang harus aku selesaikan sendiri, bagaimanapun caranya.
Namun terkadang.. Hati ini tetap merengek minta diyakinkan.
Saat itu aku pernah bertanya tentang perasaanmu, dengan jujur dan apa adanya kamu bilang yang pada intinya.. Bahkan saat itu pun, kamu juga masih berusaha untuk terus menggali dan meyakinkan dirimu sendiri. Meyakinkan pilihan dan perasaanmu padaku.
Tentu saja aku langsung terdiam, dan kadang mencelamu dalam diamku. Setelah aku pikir dengan kepala dingin, itu adalah hal wajar dan yang pasti sangat maklum. Kita adalah dua orang yang tak saling mengenal dan ingin terus mengenal lebih dalam. Entah butuh berapa lama waktu untuk yakin, yang pasti kita sama-sama tidak mau untuk gegabah dan semberono dalam memutuskan. Pada keesokan harinya aku kaget dengan penjelasan dan permintaa maafmu yang sebenarnya tidak harus dilakukan. Wkwk
Kadang aku merasa terlalu egois untuk memintamu menjadikan aku seseorang yang sangat dan harus kamu perjuangkan wkwk padahal pada kondisi ini, kita sama-sama dalam pencarian dan proses untuk saling menemukan pasangan yang cocok. Yah.. Terkadang aku sadar akan hal ini, kadang juga sebagai perempuan aku sangat ingin untuk 'sangat diinginkan'.
Kemarin pun aku merasakan keraguan itu lagi dan aku menanyakan tentang keyakinanmu lagi, dan jawabanmu masih sama. Tapi kini lebih jauh lagi, tapi intinya tetap sama... Bahwa kamu juga masih meyeyakinkan dirimu lagi dengan ingin mengenal dan tahu lebih jauh bagaimana sifat, kondisi, pemikiran dan budaya yang ada dikeluargaku. Masih dalam batas penerimaanmu atau tidak. Dengan gamblang dan hati-hati, kamu menjelaskan semua itu. Tapi tetap sajaa, egoku sebagai perempuan yang ingin 'diinginkan', melukai hati ku sendiri.
Tapi tidak lama kemudian aku tersadar, bahwa saat ini aku juga demikian, aku juga sedang ada dalam keraguanku sendiri. Seharusnya aku melakukan hal yang sama, yaitu mencari tahu apa yang menjadi pertanyaan, kegelisahaan dan kekwatiran itu.. Tidak malah menanyakan perasaanmu padaku.
Terlepas aku dan kamu bersatu atau tidak, terima kasih telah mengajarkan tentang kedewasaan dan keterbukaan dalam hal apapun selama proses pengenalan ini.
Terlepas aku dan kamu berjodoh atau tidak, terima kasih mengajarkanku atas kesungguhan dalam pencarian. Aku banyak belajar dari kegagalan, kesabaran dan kesungguh-sungguhanmu dalam menjemput jodohmu 😅. Bahkan aku tidak melihat 'permainan'yang biasa laki-laki perankan. Semoga kamu berjodoh dengan siapa pun itu yang terbaik untukmu dan dapat menghapus lelah dalam pencarian itu.
Terlepas dari itu semua, aku sangat bersyukur melihat dalam wujud nyata sosok yang memiliki pemikiran yang aku idamkan dan bayangkan, yaahh meskipun dalam waktu yang bersamaan aku sering kecewa dengan pemikiran dan sikap yang demikian.