Hari itu, rasanya malam tiba-tiba menjadi sangat meriah saat pertama kali menginjakkan kaki ke pusat keramaian yang jalanannya penuh plang penanda dan lampu berkelip menyilaukan mata. Menikmati keramaian malam di kawasan pantai sanur, yang menyajikan berderet-deret cafe, resto dan bar-bar kecil penuh dengan berbagai macam orang berbaur menikmati segelas bir ditangan atau hanya bercengkrama dan berjoget nyaman menikmati musik yang terputar. Selepas pulang kerja dan makan malam, aku dan teman-teman memutuskan untuk memilih menghabiskan waktu di salah satu bar dengan lampu remang-remang dan meja bilyard untuk di mainkan. Setelah duduk dan memesan minuman kami saling mengobrol, tertawa dan sesekali bergantian bermain bilyard. Saat satu batang rokok aku nyalakan dan meneguk minuman yang aku pesan, salah satu temanku mendekatkan mulutnya ke telingaku,
"Nanti temen gue datang ya, mau gue kenalin ke lu, bentar lagi sampai anaknya"
Aku yang tak sadar sedang diajak mengobrol, karena kerasnya suara live musik, secara otomatis merespon dengan anggukan kepala saja tanda setuju dan tetap fokus melihat teman-temanku yang lain bermain bilyard sambil sesekali melemparkan umpatan kekesalan
Walaupun baru mengenal mereka, aku bisa tahu kalau kegiatan semacam ini bisa menjadi salah satu stress release yang dipilih saat sudah seharian suntuk berkutat dengan banyaknya pekerjaan. Aku bisa maklum. Bekerja dengan ritme yang sangat dinamis membuat banyak orang terkadang tidak siap dengan hal-hal yang mendadak datang. Aku merasa salut dan kagum dengan teman-temanku ini dan tak terasa rokok di tanganku juga sudah habis kuhisap. Aku mulai menyalakan rokok kedua sampai akhirnya ada dua orang yang datang dari jauh melambaikan tangannya kearah meja kami. Lalu dibalas lambaian oleh salah satu temanku
"Kenalin, ini temen-temen gue dulu pas masih di site, anak NGO juga"
Temanku memperkenalkan dua orang yang datang itu kepadaku. Aku balas uluran tangannya dan menyebutkan nama kami masing-masing. Begitu pula dengan teman-temanku yang lain. Selepas berkenalan kami mengobrol dalam forum kecil, hanya ada 2 orang temanku yang baru datang, aku, temanku dan pacarnya yang juga temanku. Kami mengobrol banyak hal dari mulai hal serius tentang pekerjaan sampai becandaan internal yang anehnya itu sangat lucu
Sampai pada akhirnya aku hanya mengobrol dengan satu orang saja yang aku kenal sebagai “lelaki itu”. Banyak hal aku ceritakan, seperti teman lama yang sudah tidak bertemu dan akhirnya dipertemukan kembali di sebuah situasi yang sangat tepat. Obrolan mengalir. Namun tanpa sadar kutempatkan diriku dalam sebuah batasan tinggi yang tidak semua kubuka pintunya. Aku membuat diriku nyaman atas keadaan tersebut
Aku tidak punya ekspektasi apapun, pertemuan itu kubiarkan jadi organik dan entah jadi apa dikemudian. Aku tidak terbiasa menaruh kepercayaan pada orang asing yang tiba-tiba datang