Jumat Mikir : 14 Februari
"Cinta itu bukan PERASAAN"
itulah kata kata yang masih membekas di kepala gw sampe sekarang semenjak gw ikut kebaktian minggu kmren yang ngomongin soal "Cupidity" semacam pembicaraan yang menguak macam macam presepsi yang salah soal percintaan.
Yang menarik dari statement ini adalah bagaimana ketika orang orang menganggap Cinta itu sebagai perasaan ya cinta itu gak akan bertahan lama. Karena perasaan itu bisa datang dan pergi kapan aja, ibarat lu ketemu suatu restoran yang makanan nya super enak dan harganya murah, otomatis lu akan merasa : "wah gila ini bakal jadi tempat favorit gw nh" namun setelah beberapa kali lu makan di tempat itu lu akan mulai merasa kalau tempat itu biasa dan kehilangan perasaan senang dan excited seperti yang lu dapat saat lu pertama kali makan di restoran tersebut. Sama seperti perasaan Cinta, apakah perasaan Cinta itu bakal bertahan sampai selama lamanya ? atau mungkin cuman bertahan diawal saat lu pertama kali menemukan perasaan tersebut ? dan apakah ketika semua perasaan itu sudah menjadi sesuatu yang biasa "Cinta" itu tetap ada ?
Menurut gw jawabannya adalah ya, perasaan cinta mungkin cuman akan bertahan di awal, tapi yang gw yakin adalah ketika perasaan cinta itu sudah menjadi suatu perasaan yang biasa sekalipun "Cinta" itu tetep ada. Sama kaya seorang emak yang mencintai anak nya sendiri, apakah setiap kali emak itu bertemu anak nya ia merasakan getaran getaran perasaan yang sama kaya ketika seorang kaya cewe ditembak sama cowo yang beneran dia taksir? Jawaban nya tentu engak, tapi yang kita tau adalah walaupun tanpa perasaan tersebut, seorang emak akan terus mencintai anaknya.
Inilah yang membuat cinta itu bertahan, ketika sebuah cinta itu didasarkan oleh tindakan dan bukan perasaan. Perasaan itu gak bisa diatur, tapi kalau tindakan tentu itu sangat bisa diatur asal ada kemauan. Tindakan pertama dan terpenting adalah bener bener sadar kalau emang Cinta yang sesungguhnya itu gak didasarkan oleh perasaan, karena orang akan mulai mencari cari "apa yang salah" yang menyebabkan sampai perasaan itu gak ada lagi, gak heran banyak pasangan pasangan labil yang berakhir dengan alasan "dan gk cocok", "Bosen ah", "Kamu dah gk ngertiin aku lagi" bayangin aja kalau tiba tiba emak lu datengin lu terus ngomong "Lu dah gk cocok lagi jadi anak gw", tapi tentu enggak akan terjadi karena secara gk langsung pasti emak lu dah sadar kalau emang cinta itu bukan didasarkan oleh perasaan.
"Cinta + Perasaan Cinta dah pasti lebih okey"
Cinta yang didasarkan oleh tindakan adalah cinta yang gk akan bertahan sementara, tapi cinta yang dilengkapi perasaan cinta is even better. Cinta dengan perasaan adalah cinta yang mendatangkan kebahagian, perasaan antusias, dan juga excited. Cinta yang gw maksud disini bukan cuman soal cewe - cowo, cowo - cowo, tapi juga berlaku untuk cinta kita terhadap pekerjaan, orang tua, dan bahkan kepada Tuhan. Coba inget saat saat lu pertama kali merasakan cinta tersebut pasti happy banget kan, tapi ya masalahnya adalah seperti yang gw bilang sebelum nya kalau perasaan itu gak bertahan selamanya. Tapi kabar baik nya adalah perasaan itu bisa dijemput lagi dengan tindakan kita.
So tindakan apa yang bakal lu lakukan untuk membangkitkan perasaan mula mula itu lagi ? Nah inilah waktunya kita mikir.