Ulama-ulama kita dahulu itu memang keren, ketika mereka bosan membaca sebuah buku, misalnya, mereka tidak berhenti membaca, tetapi malah mengganti dengan buku yang lain, tema yang baru. Atau ketika sulit menghafal dan mengingat, mereka membuat rumus-rumus unik yang mudah untuk diingat. Misalnya, dalam Ilmu Tajwid, ada sebuah prosa tentang huruf Idzhar yang membuat saya terpesona, (إن غاب عني حبيبتي همني خبرها) Dari prosa tersebut, kita tahu 6 huruf-huruf Idzhar terangkum dari setiap 'awal kata', yaitu; Hamzah, Ghain, 'Ain, Ha-, HA, dan Kha. Lalu apa yang membuat aku terpesona? di sinilah letak uniknya, dari segi makna, yang kalau diterjemahkan ke bahasa anak muda sekarang, kira-kira begini; "Jika Kau tak di sampingku, Kekasih, aku galau menanti kabarmu." Eaaa Fiiuu :-/ Sumber : Diktat Ilmu Tajwid, Fak. Bahasa dan Sasrta Arab, Al-Azhar. 'ainfathah











