Yang Utama
Jika hari ini Anda meninggal, ingin dikenang seperti apa?
Dalam hidup, semua orang memiliki pilihan. Anda memilih pekerjaan, pasangan, komunitas, kegiatan, dan sebagainya. Tentu pilihan ini tak sepenuhnya bebas, bisa jadi dipengaruhi oleh banyak faktor di sekitar. Akan tetapi, hingga kadar tertentu, kita selalu punya pilihan.
Pernahkah Anda mempertimbangkan dan mempertanyakan, apakah pilihan ini sudah sejalan dengan tujuan hidup? Apakah semua yang kulakukan membawaku lebih dekat dengan tujuan itu?
Jangan-jangan, tujuan hidup saja belum punya. Lalu, apakah hidup mengalir begitu saja? Menikmati satu demi satu momen yang berlalu dalam keseharian?
Banyak sekali orang yang hidupnya terjebak dalam mengejar kesenangan dan kepuasan. Terkadang lebih dari itu, mengejar kerakusan. Makan selalu mencari yang termahal dan terenak. Liburan yang terindah dan terjauh. Belanja barang terbatas dan eksklusif. Dunia mendorong kita untuk menjadi konsumtif dan mengejar hal-hal yang tak ada habisnya. Apakah kita terjebak di lingkaran setan ini? Apakah lupa kalau kita bisa memilih untuk keluar dari siklus itu (walaupun sulit)?
Banyak juga orang yang tenggelam dalam kesedihannya. Berbagai macam penyesalan, kegundahan, dan kegalauan menyelimuti hari-hari. Seandainya saya seperti A, seandainya dulu saya mengambil langkah B, seandainya situasi dan kondisi tidak seperti saat ini... Ada begitu banyak hal yang membuat hidup kita muram. Tidak mudah juga untuk bangkit dari kondisi ini. Namun, mau sampai kapan seperti itu?
Kembali ke pertanyaan pertama, kalau hari ini Anda meninggal, sudah siapkah? Sudahkah hidup sesuai nilai-nilai yang kau percaya?
Pertanyaan-pertanyaan semacam ini sering mengunjungi benak. Karena itu, secara rutin pula saya melakukan koreksi. Sudahkah saya memilih langkah yang tepat? Sudahkah saya mengambil pilihan yang membawa lebih dekat ke tujuan hidup? Permenungan ini tak pernah mudah, tetapi harus diresapi dengan baik. Tanpa pegangan kuat, hidup kita hanya senantiasa terombang-ambing arus, entah akan hanyut ke mana.
Pikiran-pikiran ini menjadi lebih penting di masa seperti kini. Saat dunia makin kacau dan dipenuhi orang-orang bodoh yang berkuasa. Saat nurani lebih dibutuhkan karena setan dan godaan duniawi muncul dalam berbagai macam rupa.
Tanyalah pada lubuk hatimu. Bagaimanakah hidup dan pilihan-pilihanku selama ini? Sudahkah mencerminkan hakikat kita sebagai manusia?
Semoga kita selalu sempat memikirkan hal-hal seperti ini. Karena inilah yang utama, yang terpenting dalam hidup.















