Kesan konsulen ketemu gw pertama kali adalah F31.1.

pixel skylines

Andulka
EXPECTATIONS
Lint Roller? I Barely Know Her
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

oozey mess
KIROKAZE

gracie abrams

@theartofmadeline
Cosimo Galluzzi

Kiana Khansmith
No title available

bliss lane
Today's Document
h

Game Changer & Make Some Noise
YOU ARE THE REASON
Cosmic Funnies

ellievsbear

izzy's playlists!
seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia
seen from Russia

seen from Norway

seen from United States

seen from Germany
seen from Colombia

seen from United Kingdom

seen from Singapore
seen from Brazil

seen from United States
seen from Brazil
seen from Vietnam

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Iraq

seen from Hong Kong SAR China
seen from United Kingdom

seen from South Africa
@aisyahnirmalahanum
Kesan konsulen ketemu gw pertama kali adalah F31.1.
Perasaan.
Susah banget jelasinnya tapi gampang bgt dirasakan.
Kamu dan ak, sebenernya kita ini cinta atau hanya karna terbiasa? Terbiasa ngobrol, terbiasa dilihat org berdua. Tapi rasanya panggilan darimu tidak membuat ku memiliki rasa untuk selalu ingin mendengarnya.
Beda?
Ya jelas beda. Entahlah.
Baru kali ini, dipersimpangan jalan, dan benar benar bingung harus kemana.
Ketika niat sudah mulai pudar, coba berfikir kembali kenapa kita berada di tempat ini? Yapp karena Tuhan memberi kita kepercayaan dan kesempatan untuk berada di tmpat ini. Kalau Tuhan aja percaya kita bisa dan mampu, kenapa kita tidak percaya bahwa kita mampu dan kita bisa? #JB 2 april'17
Belajar Membalikkan Mindset Untuk Memberikan Pelayanan
Jika mindset umum yang seharusnya berterima kasih adalah penerima sedekah, jadilah pemberi sedekah yang menanamkan mindset bahwa kamulah yang harus berterima kasih karena si penerima sedekah bersedia menjadi jalanmu untuk berbuat baik.
Jika mindset umum yang seharusnya berterima kasih adalah orang yang kau tolong, jadilah penolong yang menanamkan mindset bahwa kamulah yang harus berterima kasih karena yang kamu tolong bersedia menjadi jalan kamu menebus sedikit dosa.
Jika mindset umum yang seharusnya berterima kasih adalah pedagang tempat kamu membeli sesuatu, jadilah pembeli yang menanamkan mindset bahwa kamulah yang harus berterima kasih karena dia bersedia mempermudah hidupmu, lalu membuat berputarnya uang di pasar ekonomi, dan menjadi jalan bagimu untuk menggunakan uang di jalan yang baik.
Jika mindset umum yang seharusnya berterima kasih adalah yang kita berikan nasihat atau ilmu, jadilah pemberi nasihat yang menanamkan mindset bahwa kamulah yang harus berterima kasih karena dipercaya menjadi jalan penyelesaian masalah.
Jika mindset umum yang seharusnya berterima kasih adalah anak buah yang diberi pekerjaan atau diberi pelajaran, jadilah atasan yang menanamkan mindset bahwa kamulah yang harus berterima kasih karena dibantu mereka mengemban amanah, dan diijinkan Allah menjadi jalan rejeki berkah.
Tanamkanlah mindset menjadi yang berterima kasih agar hilang perasaan jumawa. Tanamkanlah mindset bahwa kamu adalah orang yang ditolong (Allah), karena begitulah adanya.
Tempatkanlah dirimu untuk berada di tempat yang selalu harus berterima kasih pada kondisi tolong menolong. Baik kamu berperan menjadi yang ditolong maupun sebagai penolong. Menjadi yang ditolong adalah kemudahan dari Allah untuk menyelesaikan masalah. Menjadi penolong adalah kemudahan dari Allah untuk menebus dosa dan menjadi ladang kebaikan.
Keduanya patut untuk berterima kasih bukan?
“Salah satu sifat entrepreneur adalah melayani orang lain. Melayani customer, melayani karyawannya, bukan dilayani.” -Rhenald Kasali-
Rezeki Keluarga Kita
…. suatu jiwa tidak akan wafat sebelum lengkap dan sempurna rezekinya… (H.R. Bazzar dan Hakim)
Allah sudah menetapkan rezeki setiap hambanya. Tugas manusia adalah mengikhtiarkannya. Cara mana yang dipilih silakan saja, bedanya pada berkahnya, bedanya pada pahala dan dosanya.
Islam telah tegas memberikan aturan. Berikanlah yang halal pada keluargamu. Poinnya bukan pada banyak sedikitnya tetapi pada halal tidaknya. Rezeki halal akan mendatangkan kebaikan dan keberkahan sedangkan rezeki haram akan membawa kemurkaan Allah. Jika anak begitu bandel, coba cek adakah rezeki haram yang masuk keluarga kita? Ada banyak keburukan yang akan hadir dalam keluarga jika rezeki yang masuk adalah rezeki haram. Tidak ditemui di dunia tapi siksa akhirat pastilah sangat pedih.
Bagi suami, ingatlah bahwa rezeki yang halal adalah hal yang wajib diberikan. Bagi istri, cukuplah rezeki halal meski sedikit daripada rezeki banyak namun haram. Lapar di dunia lebih baik dari pada kenyang oleh siksa di neraka.
Jadi, lebih baik miskin saja? Tidak begitu juga. Bukan miskin atau kaya yang menjadikan kita diridhoi Allah hingga kita mendapati keberkahan yang berlimpah. Adalah sikap kita dalam memandang harta yang menjadi penentu.
Adalah keluarga Fatimah Az-zahra dan Ali bi Abi Thalib yang mulia meski dalam keterbatasan ekonomi. Adalah keluarga Rasulullah saw. dan Khadijah yang mulia karena harta mereka yang berlimpah digunakan di jalan dakwah. Adalah Qarun yang bergelimang harta namun dilaknat Allah, ia meninggal terkubur oleh harta-hartanya.
Maka, jika Allah menitipkan pada kita harta yang cukup hendaklah kita memperkaya diri dengan syukur dan lapang dada. Jika Allah titipkan harta yang lebih dari cukup, maka jadikan harta itu sarana mendapatkan ridho Allah dengan digunakan dalam jalan kebaikan.
Rezeki keluarga kita haruslah rezeki yang halal. Rezeki keluarga kita haruslah rezeki yang digunakan di jalan kebaikan. Sedekah, zakat, infak menjadi hal penting agar rezeki kita berkah. Tak perlu harta berlimpah agar bisa bersedekah. Adalah iman dan taqwa yang menjadikan kita suka bersedekah. (tw)
📚Dari berbagai sumber
*🌷SUPERMOM’s NOTE🌷* Edisi #marriesbydesign 18 03 2017
🍥🍥🍥🍥🍥🍥🍥🍥🍥🍥 💌Email: supermom.wannabe1(at)gmail(dot)com 💌 Fanpage FB: Supermom Wannabe 💌 Twitter & Instagram: @supermom_w 💌 Tumblr: supermomwannabee(dot)tumblr(dot)com 💌 WhatsApp: +6285725105272
Kadang masih ada perasaan ingin menyakiti meskipun cinta, perasaan jengkel meskipun sayang, entahlah.
Kadang bukan menulis hal yg paling nikmat, tetapi membaca kembali tulisan yg pernah kita tulis adalah sesuatu yg nikmat..
MAHAR DALAM PERNIKAHAN
🎀 Mahar adalah mas kawin pemberian wajib dari calon suami kepada perempuan yang akan dinikahi, baik berupa materi ataupun non materi.
💐 Allah berfirman, “Dan berikanlah mahar kepada perempuan-perempuan yang kamu nikahi sebagai pemberian dengan penuh kerelaan (An Nisa:4) 💐
🎀 Para ulama bersepakat bahwa mahar adalah rukun nikah. Akan tetapi, menyebutkan mahar bukan merupakan syarat dalam akad nikah. Seandainya akad nikah dilaksanakan tanpa menyebutkan mahar, pernikahannya tetap sah dan sang suami tetap berkewajiban memberi mahar kepada istri. Akan tetapi, Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa menyebutkan mahar saat akad nikah bermanfaat untuk menghindari perselisihan dikemudian hari.
🎀 Menurut Dr. Yusuf Qardhawi, ada empat hikmah disyariatkannya mahar. 🍂 1. Menunjukkan kemuliaan wanita, karena wanita lah yang dicari laki-laki, bukan laki-laki yang dicari wanita. Laki-laki yang berusaha mendapatkan wanita meskipun harus mengorbankan hartanya, bukan sebaliknya. 🍂2. Menunjukkan kasih sayang seorang suami kepada istri, karena mahar itu sifatnya pemberian, hadiah atau hibah. Dalam Al Qur'an disebut dengan istilah nihlah yang artinya pemberian yang penuh kerelaan (Q. S. An Nisa: 4) 🍂 3. Menunjukkan kesungguhan, karena menikah bukan perkara main-main atau perkara yang bisa dipermainkan. Jika belum menikah saja seseorang sudah rela memberikan hadiah sebagai bukti kesungguhan cinta, apalagi semestinya saat menikahi dan setelahnya. 🍂 4. Menunjukkan tanggungjawab suami dalam kehidupan berumah tangga dengan memberi nafkah.
🎀 Karena mahar itu pemberian wajib dari calon suami, maka apa bentuk mahar yang akan diberikan sebaiknya dibicaraan kedua belah pihak sehingga ketika menerimanya, sang calon istri diliputi kebahagiaan, saling meridhoi dan tidak memberatkan salah satu pihak.
🎀 Beberapa prinsip berikut hendaknya diperhatikan ketika menentukan mahar. 🍃 A. Mahar hendaknya sederhana. Tidak ada batasan baku tentang besarnya mahar. Namun demikian, bukan berarti kita boleh berlomba-lomba dalam besarnya mahar.
💐 Rasulullah saw berfirman: "Sungguh sebaik-baik kaum perempuan adalah yang paling ringan tuntutan maharnya. (H. R. Ibnu Hibban dari Ibnu Abbas).
🎀 Bukannya Rasulullah ingin meremehkan wanita dengan rendahnya mahar, namun beliau tidak menginginkan timbulnya kesulitan dalam sebuah rencana pernikahan dikarenakan beratnya mahar.
🍃 B. Hendaknya mahar memberikan manfaat yang optimal. Mahar boleh berbentuk uang, barang, ataupun sesuatu yang bersifat nonmateri. Jika mahar itu dalam bentuk uang maka pilihlah nominal yang pantas, diukur dari kemampuan kedua belah pihak. Boleh saja kita memilih nominal sesuai tanggal pernikahan atau angka-angka yang lain asal tidak justru menyulitkan untuk mendapatkannya. Jika mahar berupa barang, pilihlah barang yang sekiranya akan bermanfaat, bukan sekedar barang yang unik atau antik yang nantinya tidak bermanfaat. Mahar juga boleh berupa nonmateri, hal ini terjadi pada Ummu Sulaim yang meminta mahar kepada Abu Talhah berupa keislaman Abu Talhah itu sendiri, karena sebelumnya beliau belum berislam.
🍃 C. Mahar tidak boleh diambil kembali Setelah akad nikah, apalagi ketika telah terjadi hubungan suami istri, mahar tidak boleh diminta lagi oleh pihak suami. Ketika belum terjadi hubungan suami istri dan terjadi perceraian, sang suami boleh meminta kembali. Karena mahar adalah harta yang mutlak menjadi milik istri, maka sang suami harus memikirkannya dengan matang. Misalnya seorang laki-laki memberi mahar rumah kepada istrinya. Maka, kepemilikan rumah itu seutuhnya berpindah kepada istri. Ketika terjadi perceraian, sang suami tidak boleh meminta rumahnya kembali dan ketika sang suami meninggal, rumah tersebut tidak termasuk kedalam harta warisan suami yang akan dibagi.
🍃 D. Mahar tidak harus cincin. Mahar pernikahan tidak harus cincin dan bertukar cincin bukanlah suatu hal yang diwajibkan dalam islam. Jangan sampai kita mensakralkan cincin pernikahan hingga menganggap bahwa melepasnya adalah hal yang dilarang.
Sekian kulsap hari ini, semoga bermanfaat. (rm)
🌷Sumber: Disarikan dari tulisan Ust. Cahyadi Takariyawan.
🍃KULIAH SUPERMOM WANNABE🍂 Edisi #marriedbydesign, 1 Mei 2015
Follow Us🐾 👑 Tumblr: supermomwannabee(dot)tumblr(dot)com 👑 Twitter: @supermom_w 👑 Fanpage FB: Supermom Wannabe
YANG DILAKUKAN SETELAH PROSESI PERNIKAHAN
>> Apa yang dilakukan pengantin setelah acara akad nikah? Barangkali kita bertanya-tanya tentang “ritual” yang musti ditempuh. Bukankah semuanya telah menjadi sah bagi kedua belah pihak? Ya. Akan tetapi, Rasulullah mengajarkan sunnah-sunnah yang hendaknya dilakukan pengantin setelah akad nikah, agar pernikahan menjadi lebih berkah.
>> Seusai acara akad nikah dan walimah (jika prosesi walimah dilakukan dalam waktu yang bersamaan), hendaknya pengantin laki-laki dan perempuan masuk ke kamar pengantin, berdua saja. Inilah yang disebut “khalwah” yaitu berkumpulnya istri dan suami setelah akad nikah yang sah, disuatu tempat yang memungkinkan bagi keduanya untuk bercengkerama secara leluasa, dan keduanya merasa aman atau terjamin dari datangnya orang lain. Pada mereka berdua tidak ada sesuatu penghalang yang bersifat alami, jasmani atau syari.
>> Setelah mereka berdua, hendaknya melakukan hal berikut:
1. Suami mendoakan istri. Diantara sunah kenabian adalah, suami mendoakan istri ketika bertemu setelah terjadinya akad. > Caranya adalah dengan meletakkan tangan kanan suami ke kening istri (ubun-ubun), sembari mendoakan, “ Aku mohob perlindunganmu Ya Allah dari kejahatannya dan kejahatan naluriahnya” (H. R. Bukhari, Abu Daud dan Ibnu Majah) > Secara spiritual, mendoakan istri dengan memegang keningnya memiliki makna pengokohan posisi suami sebagai teladan dalam rumah tangga, karena ia pemimpin dan karena ia mengucapkan doa bagi istrinya terlebih dahulu. Hal ini akan mengukuhkan eksistensi suami dan memberi tanggung jawab moral yang besar, bahwa dirinya dituntut untuk menjadi teladan dalam kebaikan. > Disisi lain, tuntunan ini memberi penguatan makna bahwa pernikahan yang mereka lakukan dimaksudkan untuk menghimpun kebaikan. Diawali dengan doa permohonan kepada Allah agar menjadi sebuah semangat untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah dan dijauhkan dari keburukan.
2. Sholat sunah bersama. > Suami dan istri hendaknya melaksanakan shalat berjamaah dua rekaat, dengan suami sebagai imam. Hal ini membuat awal yang baik dalam kehidupan rumah tangga mereka. > Diriwayatkan oleh Abu Said, budak Abi Said, ia berkata bahwa ia menikah dan mengundang para sahabat. Kemudian pada sahabat itu mengajarkan kepadanya, “Kalau engkau masuk menemui istrimu, shalatlah bersama dua rakaat, kemudia mohonlah kepada Allah agar dianugerahi kebajikan dan dilindungi dari kejahatan. Setelah itu, terserah engkau dan istrimu”.
3. Hubungan suami istri. Hubungan suami istri tidak mesti dilakukan pada saat pertemuan pertama tersebut. Pada prinsipnya, hubungan suami istri dilakukan ketika sudah ada kesiapan penuh kedua belah pihak. > Islam menghendaki hubungan suami istri adalah bagian yang utuh dari ibadah, sehingga diperlukan etika dalam menunaikannya. Diantaranya adalah dengan doa yang dibaca suami istri sebelum mereka melakukan hubungan: “Dengan nama Allah, ya Allag jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan itu dari anugerah yang akan engkau berikan kepada kami” > Dengan doa ini, menunjukkan bahwa mereka berdua menanfaatkan kenikmatan yang Allah berikan dalam kebaikan. Hubungan yang mereka lakukan bernilai ibadah.“ > Etika yang lain dalam melakukan hubungan suami istri adlah kebebasan dengan tetap menjaga kesopanan. Maksudnya kesopanan disini adalah dilakukan ditempat yang tertutup tanpa ada orang lain yang melihat. > Pasangan suami istri bebas mengekspresikan kegembiraan dan bersenang-senang antara satu dengan yang lainnya > Allah berfirman, “Istri-istri kalian itu seperti sawah ladang kalian. Maka, datangilah kadang kalian dari arah manapun yang kalian suka.”. > Ayat ini menjelaskan bahwa tidak ada ketentuan hubungan suami istri harus seperti ini atau seperti itu, adalah keduanya tidak saling menyakiti. > Etika berikutnya adalah memulainya dengan sendau gurau dan pendahuluan. Rasulullah bersabda, “Janganlah kalian berhubungan suami istri sebagaimana binatang, tetapi hendaklah didahului dengan pemanasan. Seorang sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah apakah pemanasan itu? Beliau menjawab, ciuman dan cumbu rayu.” (H. R. Dailami) > Hal ini berkaitan dengan fitrah laki-laki dan perempuan. Hendaklah dalam melaksanakan hubungan suami istri dapat dinikmati bersama, bukan sekedar kewajiban seorang istri melayani suami.
Sekian materi kita hari ini, semoga bermanfaat. (rm)
>> Sumber: Disarikan dari tulisan Ust. Cahyadi Takariyawan.
..::KULIAH SUPERMOM WANNABE::.. Edisi #Merriedbydesign 8 Mei 2015
..Follow us.. > Tumblr: supermomwannabee(dot)tumblr(dot)com > Twitter: @supermom_w > Fanpage FB: Supermom Wannabe
Selagi belum nikah, memang ujian hati akan datang bertubi tubi. Tapi itu yang buat kita jadi lebih faham.
Hamba Allah. AlFaroqiah. (via alfaroqiah)
ilmu menikah
“Nak, ayah tuh nggak secanggih kamu ilmu agamanya. tapi ayah mau kasih tau sesuatu tentang ilmu agama dan menikah. sesuatu yang ayah temukan dari pernikahan sama ibumu.
Ilmu agama itu terdiri dari ilmu dunia dan ilmu akhirat, Nak. Bedanya? ilmu dunia mengajarkan kita untuk terus memiliki dan meminta sampai tidak ada lagi yang bisa dimiliki dan diminta. ilmu akhirat sebaliknya, mengajarkan kita untuk terus memberi dan melepaskan sampai tidak ada lagi yang bisa diberi dan dilepaskan.
Kamu tahu nggak? menikah itu menyempurnakan agama, karena menikah-lah yang mengajarkan ilmu akhirat–setelah seumur hidup kamu hanya belajar ilmu dunia.
Gara-gara menikah, ayah semakin sadar kalau di dunia ini, kita semua adalah pemimpin tapi bukan pemilik. Uang yang ayah dapatkan, tidak pernah ayah berpikir bahwa ayah memilikinya. waktu yang ayah luangkan, tidak pernah ayah merasa bahwa ayah memilikinya. Apapun yang ada pada diri ayah, semuanya bukan punya ayah. Semuanya punya kalian, keluarga ayah.
Sebelum ayah menikah, ayah nggak belajar tentang ini. ayah mengira kalau semua capaian hidup ayah adalah milik ayah seorang. Sekarang ayah mengerti, ini semua milik kalian. Dan terutama, milik Allah.
Karena menikah, ayah menjadi lebih bertanggung jawab. Ayah sadar bahwa semua yang diberikan kepada ayah adalah titipan yang harus dijaga, dikelola sebaik-baiknya. Baiknya Allah itu kan? Kalau bukan karena menikah, tidak mungkin ayah belajar memberi dan melepaskan seperti ini. Juga, tidak mungkin ayah belajar memiliki dan meminta seperti ini–untuk kemudian dipersembahkan kepada kalian.
Kamu tahu nggak, ilmu akhirat mana yang paling tinggi kesulitannya bagi seorang ayah?”
Lalu ayah melepas kacamata, menggosok-gosok yang ada di baliknya.
“Melepaskan anak-anak perempuannya.”
Ayah diam lama sekali.
“Karena–bukan ayah tidak percaya kepada calon suamimu, melainkan ayah yang tidak percaya kepada diri sendiri. sudahkah ayah benar-benar menjagamu, merawatmu, sampai sekarang?”
Ayah diam lagi.
“Itulah yang diajarkan sebuah pernikahan, Nak. Meminta untuk kemudian memberi. Memiliki untuk kemudian melepaskan.”
Ayah diam lagi. Tak bicara lagi.
©prawitamutia
Terima kasih Mutia cerita dan pembelajarannya, semoga perjalanannya sama Yunus senantiasa dijaga dalam kebaikan.
Meyakinkan
Suatu sore, seorang laki-laki bertanya pada karib perempuannya di halaman sebuah masjid. Perempuan itu adalah temannya sejak kecil. Hari ini mereka sudah dewasa.
Ana : Jadi orang tuanya masih susah melepaskan ya kak?
Andi : Iya, banget :')
Ana : Emang ilmu melepaskan yang paling susah sih, melepaskan anak perempuan. Semangat ya kak!
Andi : Iya semangaaat!
Ana : Hahaha heboh banget!
Andi : Iya terharu soalnya disemangatin.
Ana : Jadi kak, belum tentu loh kakak nggak dipercaya. Bisa jadi orang tuanya lagi kurang pede sama diri mereka sendiri. Asal perempuan yang kakak tuju itu bisa menjelaskan aja sih kak. Kalau yang dipersiapkan sama orang tuanya sudah "cukup". Aku juga gitu soalnya, ibuku merasa aku masih kayak anak kecil lalalalaa, mestinya nikah nanti-nanti aja. Tapi, aku meyakinkan kalau sudah cukup. Siap mah nggak ada yang benar-benar siap. Selesai mah nggak ada yang benar-benar selesai. Yang penting kan selalu menyiapkan, mempersiapkan, dan memantaskan diri. Udah deh.
Andi : Eh kamu udah mau nikah? Lah kok aku baru tahuuu!
Ana : hehehe....
Bila ia adalah media untukku mencapai ridho dan surga-Mu, mohon tunjukkan dan tuntun kami untuk segera bersama memperjuangkan akhirat.
Fasih Radiana (@fasihrdn)
Hatiku tenang karena mengetahui bahwa apa yang melewatkanku tidak pernah menjadi takdirku dan apa yang ditakdirkan untukku tidak akan pernah melewatkanku
Umar Bin Khatab (via kurniawangunadi)
Apapun dan dimanapun tempatnya, Kakiku tak pernah lelah untuk mengikutimu, Dan hatiku tak pernah sekalipun tak jatuh cinta, Pada org yg sama
Kemarin pagi, ada kejadian yg sangat tak ak harapkan. Kecelakaan. Mungkin memang sudah bawaan perasaan hati dari rumah sudah ndak enak bgt. Tapi ya gimana lagi ak harus tetap berangkat. 07.30 ak berangkat, semuanya baik2 saja,sampai pada akhirnya 09.15 sesampainya ak di beji batu, braaakkkkkkkk tak terasa badanku sudah jatuh teetindih motor, akibat mobil ngerem mendadak. Sebenerny ak ga mau cerita kronologinya, ak ndak mau mengingatnya. Seketika polisi hadir menanyakan kelengkapan surat. Akhirnya korban kecelakaan beruntun itu dibawa ke puskesmas. Setibanya disana ak langsung telpon ayahku mengabarkan bahwa ak kecelakaan. Suara ug ak dengar lgsg panik seketika, namun ak jelaskan bahwa ak tidak apa-apa hanya lecet di beberapa bagian, hanya saja motorku hancur bagian depan. Yaa entahlah apa yg ada difikiran ayahku ketika itu, beliau tidak marah sama sekali. Bahkan ketika ak meminta maaf karena selalu merepotkan beliau bilang tidak sama sekali, yang penting ak selamat. Subhanallah, hati seorang ayah, disitu ak menitikkan air mata. Berapa banyak hal yg terjadi padaku yang menyusahkan mereka. Sudah sekian banyak kejadian yg ak alami yang membuat mereka panik, ak harap ini terakhir kalinya aku membuat ayah dan mama khawatir. Maafkan putrimu yang selau menyusahkan kalian ma, yah..