" ALLAHIM güzel kapılar aç "
No title available
almost home
No title available

if i look back, i am lost

shark vs the universe
KIROKAZE
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
TVSTRANGERTHINGS

No title available
occasionally subtle
Monterey Bay Aquarium

@theartofmadeline

Kaledo Art

Andulka
Jules of Nature

Product Placement
trying on a metaphor
No title available

#extradirty
Cosimo Galluzzi

seen from France
seen from United States

seen from Germany
seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from France
seen from Australia

seen from China
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from France

seen from United States

seen from Australia

seen from United States
seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from France
@aitumrun
" ALLAHIM güzel kapılar aç "
Could i meet someone as my mom met my dad?
Akhir - akhir ini suka merhatiin bapa dan ibu, tiap pagi beberes bareng sambil ngobrol, diskusi terkait agama, keluarga, kegiatan di sekolah, anak-anaknya. Padahal yang satu lagi masak, yang satu lagi ngepel tapi tetep aja diskusi. Weekend juga, seringkali aku sengaja ga keluar kamar biar dikira masih tidur, padahal aku diam-diam lagi dengerin mereka ngobrol.
Malem-malem sebelum tidur, di ruang tamu, ketika anak cowo-cowonya pada belum pulang dan aku juga si bungsu sibuk sendiri, mereka selalu ngobrol, kadang becanda, kadang suka ada yang kesel juga hahaha.
Yaampun ternyata sebenarnya mereka seharmonis itu. Walaupun dulu aku seringkali juga dengerin mereka sampe berantem, tapi lambat laun ternyata akhirnya mereka punya waktu qtime berdua buat selalu diskusi di waktu-waktu tertentu dan jarang sekarang denger ibu bapak berantem (mungkin karena anak-anaknya udah pada gede juga kali ya, jadi ya udah bisa ngurus diri sendiri hehe)
Trus suka jadi kepikiran, apakah aku bakal ketemu orang yang bisa kayak gitu juga nantinya sampe aku dipanggil Yang Maha Kuasa?
• Nikutama Zaru Udon (Cold) ! •
Baru pertama kali nyobain dan enak ya ternyata. Sebelumnya ke marugame cuma nyoba niku udon doang dan yg nikutama zaru ini lebih banyak toppingnya ternyata padahal harganya sama. Haha. Kalo niku udon bener-bener cuma udon, daging sapi doang kayaknya seingatku(?)
So, Worth it to try!
• Cake time!! 🖤 •
Setelah sekian lama ga makan kue dan gaada waktu buat beli, akhirnya karena tadi gajadi jemput adik tapi terlanjur otw eh yaudah mampir aja ke cizz.
Emang cizz ini toko cheesecake favorit dari sma. Ada yg ultah ato event apapun pasti beli di cizz (+ toko cokelat hehe). Rasanya tetep sama, gaada yg berubah, tempatnya pun masih simple kayak dulu. Harganya aja yg beda ya:) dlu beli cheesecake 15rbu kayaknya dapet, skrg udah 2x lipat aja.
Sebenernya bisa aja pake gofood ato grabfood ya, tp ternyata emang sensasi beli langsung tuh beda. Sambil ngantri, bisa sambil ngeliatin macam-macam kue yg dipajang, padahal ga dibeli semua haha.
Beli kue ini berasa me time banget padahal cuma bentar, so happyy apalagi pas makan kuenya di rumah hihi.
Jika Anak Bertanya tentang Allah
Utamanya pada masa emas 0-5 tahun, anak-anak menjalani hidup mereka dengan sebuah potensi menakjubkan, yaitu rasa ingin tahu yang besar. Seiring dengan waktu, potensi ini terus berkembang (Mudah-mudahan potensi ini tidak berakhir ketika dewasa dan malah berubah menjadi pribadi-pribadi “tak mau tahu” alias ignoran, hehehe). Nah, momen paling krusial yang akan dihadapi para orang tua adalah ketika anak bertanya tentang ALLAH . Berhati-hatilah dalam memberikan jawaban atas pertanyaan maha penting ini. Salah sedikit saja, bisa berarti kita menanam benih kesyirikan dalam diri buah hati kita. Nauzubillahi min zalik, ya…
Berikut ini saya ketengahkan beberapa pertanyaan yang biasa anak-anak tanyakan pada orang tuanya:
Tanya 1: “Bu, Allah itu apa sih?” Tanya 2: “Bu, bentuk Allahitu seperti apa?” Tanya 3: “Bu, kenapa kita gak bisa lihat Allah? Tanya 4: “Bu, Allah itu ada di mana? Tanya 5: “Bu, kenapa kita harus nyembah Allah?”
Tanya 1: “Bu, Allah itu apa sih?
Jawablah :
“Nak, Allah itu Yang Menciptakan segala-galanya. Langit, bumi, laut, sungai, batu, kucing, cicak, kodok, burung, semuanya, termasuk menciptakan nenek, kakek, ayah, ibu, juga kamu.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)
Tanya 2: “Bu, bentuk Allah itu seperti apa?”
Jangan jawab begini :
“Bentuk Allah itu seperti anu ..ini..atau itu….” karena jawaban seperti itu pasti salah dan menyesatkan.
Jawablah begini :
“Adek tahu ‘kan, bentuk sungai, batu, kucing, kambing,..semuanya.. nah, bentuk Allah itu tidak sama dengan apa pun yang pernah kamu lihat. Sebut saja bentuk apa pun, bentuk Allah itu tidak sama dengan apa yang akan kamu sebutkan.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)
فَاطِرُ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِۚ جَعَلَ لَكُم مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ أَزۡوَٲجً۬ا وَمِنَ ٱلۡأَنۡعَـٰمِ أَزۡوَٲجً۬اۖ يَذۡرَؤُكُمۡ فِيهِۚ لَيۡسَ كَمِثۡلِهِۦ شَىۡءٌ۬ۖ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡبَصِيرُ (١١)
[Dia] Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan [pula], dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Q.S. Asy-Syura:11)
Tanya 3: “Bu, kenapa kita gak bisa lihat Allah?
Jangan jawab begini :
Karena Allah itu gaib, artinya barang atau sesuatu yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.
Jawaban bahwa Allah itu gaib (semata), jelas bertentangan dengan ayat berikut ini.
Dialah Yang Awal dan Yang Akhir; Yang Zahir dan Yang Batin ; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. [Al-Hadid (57) : 3]
Dikhawatirkan, imajinasi anak yang masih polos akan mempersamakan gaibnya Allah dengan hantu, jin, malaikat, bahkan peri dalam cerita dongeng. Bahwa dalam ilmu Tauhid dinyatakan bahwa Allah itu nyata senyata-nyatanya; lebih nyata daripada yang nyata, sudah tidak terbantahkan.
Apalagi jika kita menggunakan diksi (pilihan kata) “barang” dan “sesuatu” yang ditujukan pada Allah. Bukankah sudah jelas dalil Surat Asy-Syura di atas bahwa Allah itu laysa kamitslihi syai’un; Allah itu bukan sesuatu; tidak sama dengan sesuatu; melainkan Pencipta segala sesuatu.
Meskipun segala sesuatu berasal dari Zat-Sifat-Asma (Nama)-dan Af’al (Perbuatan) Allah, tetapi Diri Pribadi Allah itu tidak ber-Zat, tidak ber-Sifat, tidak ber-Asma, tidak ber-Af’al. Diri Pribadi Allah itu tidak ada yang tahu, bahkan Nabi Muhammad Saw. sekali pun. Hanya Allah yang tahu Diri Pribadi-Nya Sendiri dan tidak akan terungkap sampai akhir zaman di dunia dan di akhirat.
[Muhammad melihat Jibril] ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu Yang Meliputinya. Penglihatannya [Muhammad] tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak [pula] melampaui-Nya. (Q.S. An-Najm: 16-17) {ini tafsir dari seorang arif billah, bukan dari saya pribadi. Allahua’lam}
Jawablah begini :
“Mengapa kita tidak bisa melihat Allah?”
Bisa kita jawab dengan balik bertanya padanya (sambil melatih adik comel berpikir retoris )
“Adik bisakah nampak matahari yang terang itu langsung? Tidak ‘kan..karena mata kita bisa jadi buta. Nah,melihat matahari aja kita tak sanggup. Jadi,Bagimana kita mau melihat Pencipta matahari itu. Iya ‘kan?!”
Atau bisa juga beri jawaban :
Adek, lihat langit yang luas dan ‘besar’ itu ‘kan? Yang kita lihat itu baru secuil dari bentuk langit yang sebenarnya. Adek gak bisa lihat ujung langit ‘kan?! Nah, kita juga gak bisa melihat Allah karena Allah itu Pencipta langit yang besar dan luas tadi. Itulah maksud kata Allahu Akbar waktu kita salat. Allah Mahabesar.
Bisa juga dengan simulasi sederhana seperti pernah saya ungkap di postingan “Melihat Tuhan”.
Silakan hadapkan bawah telapak tangan Adek ke arah wajah. Bisa terlihat garis-garis tangan Adek ‘kan? Nah, kini dekatkan tangan sedekat-dekatnya ke mata Adek. Masih terlihat jelaskah jemari Sobat setelah itu?
Kesimpulannya, kita tidak bisa melihat Allah karena Allah itu Mahabesar dan teramat dekat dengan kita. Meskipun demikian, tetapkan Allah itu ADA. “Dekat tidak bersekutu, jauh tidak ber-antara.”
Tanya 4: “Bu, Allah itu ada di mana ?“
Jangan jawab begini :
“Nak, Allah itu ada di atas..di langit..atau di surga atau di Arsy.” Jawaban seperti ini menyesatkan logika anak karena di luar angkasa tidak ada arah mata angin atas-bawah-kiri-kanan-depan-belakang. Lalu jika Allah ada di langit, apakah di bumi Allah tidak ada? Jika dikatakan di surga, berarti lebih besar surga daripada Allah…berarti prinsip Allahu Akbar itu bohong? [baca juga Ukuran Allahu Akbar]
Dia bersemayam di atas ’Arsy. <— Ayat ini adalah ayat mutasyabihat, yaitu ayat yang wajib dibelokkan tafsirnya. Kalau dalam pelajaran bahasa Indonesia, kita mengenal makna denotatif dan konotatif, nah.. ayat mutasyabihat ini tergolong makna yang konotatif.
Juga jangan jawab begini :
“Nak, Allah itu ada di mana-mana.”
Dikhawatirkan anak akan otomatis berpikiran Allah itu banyak dan terbagi-bagi, seperti para freemason atau politeis Yunani Kuno.
Jawablah begini :
“Nak, Allah itu dekat dengan kita. Allah itu selalu ada di hati setiap orang yang saleh, termasuk di hati kamu, Sayang. Jadi, Allah selalu ada bersamamu di mana pun kamu berada.”
“Qalbun mukmin baitullah”, ‘Hati seorang mukmin itu istana Allah.” (Hadis)
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. (Q.S. Al-Baqarah (2) : 186)
Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada.(Q.S. Al-Hadiid: 4)
Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. (Q.S. Al-Baqarah (2) : 115)
Allah sering lho bicara sama kita.. misalnya, kalau kamu teringat untuk bantu Ibu dan Ayah, tidak berantem sama kakak, adek atau teman, tidak malas belajar, tidak susah disuruh makan,..nah, itulah bisikan Allah untukmu, Sayang.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)
Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus. (Q.S. Al-Baqarah: 213)
Tanya 5: “Bu, kenapa kita harus nyembah Allah?”
Jangan jawab begini :
“Karena kalau kamu tidak menyembah Allah, kamu akan dimasukkan ke neraka. Kalau kamu menyembah Allah, kamu akan dimasukkan ke surga.”
Jawaban seperti ini akan membentuk paradigma (pola pikir) pamrih dalam beribadah kepada Allah bahkan menjadi benih syirik halus (khafi). Hal ini juga yang menyebabkan banyak orang menjadi ateis karena menurut akal mereka,”Masak sama Allah kayak dagang aja! Yang namanya Allah itu berarti butuh penyembahan! Allah kayak anak kecil aja, kalau diturutin maunya, surga; kalau gak diturutin, neraka!!”
“Orang yang menyembah surga, ia mendambakan kenikmatannya, bukan mengharap Penciptanya. Orang yang menyembah neraka, ia takut kepada neraka, bukan takut kepada Penciptanya.” (Syaikh Abdul Qadir al-Jailani)
Jawablah begini :
“Nak, kita menyembah Allah sebagai wujud bersyukur karena Allah telah memberikan banyak kebaikan dan kemudahan buat kita. Contohnya, Adek sekarang bisa bernapas menghirup udara bebas, gratis lagi.. kalau mesti bayar, ‘kan Ayah sama Ibu gak akan bisa bayar. Di sungai banyak ikan yang bisa kita pancing untuk makan, atau untuk dijadikan ikan hias di akuarium. Semua untuk kesenangan kita.
Kalau Adek gak nyembah Allah, Adek yang rugi, bukan Allah. Misalnya, kalau Adek gak nurut sama ibu-bapak guru di sekolah, Adek sendiri yang rugi, nilai Adek jadi jelek. Isi rapor jadi kebakaran semua. Ibu-bapak guru tetap saja guru, biar pun kamu dan teman-temanmu gak nurut sama ibu-bapak guru. (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)
Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya [tidak memerlukan sesuatu] dari semesta alam. (Q.S. Al-Ankabut: 6)
Katakan juga pada anak:
“Adek mulai sekarang harus belajar cinta sama Allah, lebih daripada cinta sama Ayah-Ibu, ya?! (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)
“Kenapa, Bu ?”
“Karena suatu hari Ayah sama Ibu bisa meninggal
Karena suatu hari Ayah sama Ibu bisa meninggal dunia, sedangkan Allah tidak pernah mati. Nah, kalau suatu hari Ayah atau Ibu meninggal, kamu tidak boleh merasa kesepian karena Allah selalu ada untuk kamu. Nanti, Allah juga akan mendatangkan orang-orang baik yang sayang sama Adek seperti sayangnya Ayah sama Ibu. Misalnya, Paman, Bibi, atau para tetangga yang baik hati, juga teman-temanmu.”
Dan mulai sekarang rajin-rajin belajar Iqra supaya nanti bisa mengaji Quran. Mengaji Quran artinya kita berbicara sama Allah. (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis).
Wallahua’lam.
Sumber : Jika Anak Bertanya tentang Tuhan | Muxlimo’s
Being a mom is a big deal, preparation is a must. Karena nasib peradaban ini dipercayakan pada tangan para ibu.
Go follow @SuperbMother | superbmother.tumblr.com
Catat dulu
Repost dulu
Scrolling my gallery’s phone dan ternyata tadi sempet ss begini lagi video call sama temen, and i look so happy! walopun sebenernya ga kobe sih, tapi tau kan ketika ngeliat orang ngakak bgt tuh gimana, kadang jd pgn ngakak juga.
Trus ngeliat fotoku begini trus sadar bahwa “Wah, aku bisa sehappy ini loh! padahal cuma video call sama orang doang!” bahkan gatau apa obrolan dibalik ketawa itu semua. Sampe sekarang tiap liat foto ini jadi seketika senyum-senyum sendiri. Aneh ga?! Haha
Dan kusadari lagi bahwa kamu bisa buat kebahagiaanmu sendiri dari hal terkecil:) dan spread some happiness! Karena mungkin dengan melihatmu bahagia juga bisa ngebuat orang lain bahagia.
Senyum kan ibadah, ketawa juga ibadah, asal jangan kelamaan ketawa sendiri aja. Hihi.
First day. How are u feeling? Nervous.
Dear tumblr, Ketika hasrat menulisku sudah tiada, dan kau datang tiba-tiba. Aku harus apa. Huhu.
Long time no post.
Diliat, terakhir ngepost sesuatu dengan kata-kata sendiri pas ulang tahunnya Nindya and t’s been a long time.
Rasanya baru kemarin banget lulus SMA, sekarang udah tahun 2018 aja.
Kemarin masih bingung mau masuk universitas apa, jurusan apa, sekarang bingung nentuin judul skripsi apa, progresnya harus begimana, mau bimbingan mulai kapan.
The day has come. Udah waktunya main-main dikurangi, harus fokus sama lulus tahun ini. Udah waktunya ketemu temen-temen juga dikurangi, dan sibuk dengan diri sendiri. Everybody will feel the same way, right?
Drama seri pertama akhirnya beres juga ya. Terimakasih kalian untuk selalu always menyemangati! Terimakasih Rian, Dadan, Anggun, Nadya, dan rekan seperjuangan yg tidak ada di foto 😅 Semangat ngedrama PPL dan Skripsweetnya!💙
Masih banyak yang belum selesai. Masih banyak rencana-rencana yang belum tercapai. Masih begitu banyak tempat-tempat yang belum kita datangi. Masih terlalu sedikit makanan-makanan yang kita cicipi. Masih terlalu sedikit malam yang kita singgahi.Alih-alih menuntaskan; Kau, adalah hati yang belum usai namun dipaksa selesai
(via mbeeer)
Happy 20th Nindya Langen!
Although this post is too late and i didnt think that i congratulated you properly 2 weeks ago, i just wanna say Happy 20th Nindya Langen Luthfiani!
Gatau sejak kapan bisa deket sama kamu, jadi suka nginep, gosip, sampe cerita cowo bahkan keluarga. Walaupun awalnya aku takut karena kamu kalo ngeliat kayak yang judes, aku tetep cinta ko.
Semoga menjadi anak yang dapat membanggakan orangtua ya, sukses dunia akhirat, sehat terus, dan semoga cita-cita jadi istri dokter terkabul ya nen! Kamu harus sering main ke fakultas kedokteran orang ih nen :( Trus jangan judes-judes, makin baik, dan segalanya! Amin
(Btw kamu terlalu cantik di foto aku tak sanggup menandinginya, kuleuheu pisan:( )
Saat sedang dikejar deadline, udah putus asa. TIba-tiba seorang RIfa! Ngechat gini, terharu.
Semangat juga Rifa nyari tempat buat PLA-nya. Semoga dilancarkan sampe beres PLA/
Diingatkan
Gara-gara ga ngerti sama SPM dan udah searching, baca thesis, disertasi tapi tetep ga dapet hasil. Trus mau ngerjain bareng cai tapi dia ada acara dan akhirnya searching lagi tapi tetep ga muncul idenya, ga nemu jawabannya. ditanya sama cai udah beres apa belum trus aku jawab belum dan dia nanya gimana dong tugasnya trus aku cuma bales yaudahlah. Tiba-tiba
Cai bilang “Trus kamu mau sampe kapan kayak gitu?”
Langsung Jleb.
Langsung diingetin, iyaya sampe kapan coba Mut?
To my friends that i love so much. Wherever you where, even i dont know exactly what you’ve been going through, even i didnt call or chat with you everyday, even i’m not always by your side.
Sincerely, this is for you who’s suffering from this cruel world just to achieve your dream.
-Leiden
Liburan Semester Ganjil
Jadi udah ngapain aja selama sebulan libur, Mut?
Sebelum masuk liburan kemaren, udah banyak planning yang dibuat.
1. Setiap hari harus lari pagi
2. Ketemu beberapa sahabat SMA dan SMP
3. Nyuci sepatu
4. Ke toko buku atau tempat peminjaman buku minimal seminggu baca satu buku
5. Jalan-jalan aseli jalan-jalan.
dsb.
Realisasinya?
Lari pagi dalam sebulan ini cuma terjadi 2 kali padahal mau ngurusin pipi, biar otak lebih fresh pas masuk kuliah, dan lebih bahagia. Tapi serius, lari pagi tuh bikin aku lebih bahagia mungkin udah mah didukung sama suasana pagi yang adem dan kamu bakalan ketemu banyak orang dan liat senyum mereka meskipun kita ga kenal sama orang itu, trus lebih bahagia karena lebih bersyukur. Tapi susah bangun pagi juga sih sekarang, jadi aku exercise aja dari rabu minggu kemarin di rumah sore-sore sit-up sama gatau apa nama gerakannya sampe 100 kali, paling tidak aku berkeringat.
Liburan ini cuma ketemu sama Sifa, Karim, Aufa itu juga karena ada acara di Alcent. Nungguin Faras tapi Farasnya ga dateng-dateng jadi aku pulang karena harus jagain rumah juga. Paling ketemu Gege gara-gara mau lari pagi bareng di Saparua. So, nomor 2 tidak terpenuhi.
Nyuci sepatu, sampai hari ini pun belum terpenuhi karena banyak godaan setan. Huft.
Baca buku? Gaada satupun buku yang aku sempet baca, padahal kbenayakan waktu yang aku abisin itu di rumah dan cuma tiduran ga jelas, megang hape, buka laptop. Waktu itu mau ke pitimoss (tempat peminjaman buku) sama Gege tapi selalu batal.
Dan selama sebulan liburan ini, yang bener-bener jalan-jalan itu cuma sama Dea padahal itu agak mendadak tapi tetap terencana gitu pas ke Lodge Maribaya. Karena itu sungguh amat jauh dan jalannya penuh rintangan untuk kita berdua.
Jadi kalo ditanya apa liburanku produktif? Jawabannya, liburan kali inipun tidak produktif. Duh. Gatau kenapa ya susah banget buat bikin liburan produktif tuh padahal udah tingkatan tua tapi masih kayak ABG aja. Udah mau 20 tahun tapi belum ada progress yang signifikan.
Semoga semester 6 ini menjadi lebih produktif!
Jadi, Mulai Kapan?
Gara-gara liat post Faras di tumblr jadi pengen ngepost juga tentang Jilbab Syar’i.
Sebenernya keluarga aku termasuk keluarga yang terbilang Islamnya kuat. Mulai dari Eyang aku yang pake jilbabnya udah syar’i bangetlah, Budeku yang udah lama pake cadar meskipun saat Bude aku mulai pake cadar banyak yang bilang Budeku terorislah dan kontroversi lain terhadap orang yang pake cadar. Padeku yang memang islami juga ya ngikutin Sunnah Rasul pula jenggotnya dipanjangin dan sebagainya. Anak Bude Pade aku (sepupu) juga dari dulu ga pernah keluar pake celana jeans, jadi udah dididik buat selalu pake rok dan kerudung lebar nutupin dada cuma dia belum pernah pake gamis aja.
Ibuke Bapake pun sama, sama-sama mendalami Islam lebih kayak sering ke pengajian sampe akhirnya kenal di suatu pengajian dan berujung menikah. Yee. Ibu aku juga orang pertama yang pake kerudung diantara keluarga dan teman-temannya. Masya Allah.
Dari TK sampe SD aku sekolah di sekolah Islam biar ada dasar keislamannya dan gajadi anak nakal gitu pas gedenya. Karena aku satu-satunya anak perempuan diantara 7 orang anak-anak yang orangtua aku punya, jadi orangtuaku dari dulu pasling was-was dengan cara aku berpakaian. Dari mulai SMA kalo aku mau keluar dan kerudungnya transparan pasti langsung diomelin dan disuruh ganti kerudungnya atau harus didouble, kalo mau keluar pake jeans ngepas dan bajunya diatas pantat pasti dimarahin dan disuruh ganti bajunya sama yang selutut. Makanya sampe sekarang aku ga pernah beli lagi kerudung paris karena transparan banget, pake baju pun aku pastiin harus nutupin pantat kalo bawahannya jeans, kalo bawahannya celana katun ga ketat kadang bajunya emang ga selutut tapi aku rangkap lagi sama jaket panjang atau cardigan. Tapi aku belum sampe pake mansetlah, kerudungnya yang lebarlah. Ataupun selalu minimal pake rok. Jadi sedikit demi sedikit aku berubahnya.
Pernah suatu ketika bapake ngirim chat di WA yang isinya tentang anjuran memakai jilbab syar’i dan siksaan jika tidak mematuhinya. Dan aku merinding. Takut. Kalo kalian pengen tau apa aja siksaannya coba searching.
Dari dulu udah pengen syar’i tapi ya sama kayak postingan Faras, aku masih ragu. Padahal lingkungan akupun udah mendukung dimulai dari teman-teman aku yang jilbabnya udah pada syar’i walaupun kalo bercanda masih suka gesrek, UPI pun termasuk Kampus yang Islami menurutku ditambah ada mata kuliah baca tulis Al-Qur’an dan Hafalan Ayat (ini matkul wajib), trus Kampusku dekat dengan DT yang kalo kita solat disana atau lalu lalang di sekitar jalan Gerlong tuh pasti ketemu sama ikhwan akhwatnya DT baik itu yang lagi SSG atau anak asrama. Cowo-cowo di kelas aku pun Masya Allah, jangan banyangin cowo-cowo yang suka nongkrong di warunglah, cafelah, atau semacamnya karena cowo-cowo di kelas aku kebanyakan nongkrongnya di masjid dengerin ceramah atau suka langsung pulang ke rumah (bagi orang Bandung). Kadang, aku suka malu ngobrol sama mereka karena pakaian akunya kurang layak atau ya mereka omongannya tentang pengetahuan Islami sedangkan aku cuma tau dangkalnya aja.
Tapi...kapan? Gatau kenapa masih ragu. Padahal apa yang aku pakai sekarang itu menjadi pertanggungjawaban beliau sebagai kepala keluarga dalam membina anak-anaknya, jadi nambahin siksaan beliau juga :” nambahin siksaan aku juga ntar.